Cara Kerja dan Efek Samping Shampo Ketomed untuk Atasi Ketombe
Ketombe perlu ditanggulangi dengan penggunaan obat atau produk sampo tertentu yang fungsinya mengurangi infeksi jamur penyebab ketombe, salah satunya seperti produk Ketomed. Ketomed tersedia dalam wujud krim, gel, dan juga shampoo yang bisa Anda temukan di apotek atau toko obat terdekat. Ketomed memiliki cara kerja tersendiri yang diklaim dapat mengatasi ketombe.Untuk pengobatan yang maksimal, sebaiknya ikuti carapemakaianKetomedshampo yang tertera pada brosur atau kemasan produk untuk meminimalisir efek samping.
Penyebab pasti dari ketombe tidak diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan peningkatan produksi minyak, kulit berminyak, dan peningkatan jamur alami pada kulit. Bakteri belum terbukti sebagai penyebab ketombe. Ketombe juga bukan infeksi jamur. Ketombe tidak menular. Ketombe bisa semakin parah dengan kurangnya kebersihan rambut dan kurang seringnya mencuci rambut. Hal yang dapat memperparah ketombe di antaranya, cuaca (panas dan lembap atau dingin dan kering), stres emosi atau mental, atau sistem kekebalan tubuh rendah.[1]
Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan shampo khusus atau pengobatan bebas. Sebagian orang memadukan shampo antiketombe dengan conditioner kecantikan, dan tidak menyadari bahwa conditioner biasa akan membasuh bersih bahan-bahan khusus pembasmi ketombe.
Jika Anda memiliki ketombe, tidak rajin mencuci rambut akan membuat ketombe menjadi lebih parah, karena sel-sel kulit mati yang menumpuk. Untuk menjaga agar ketombe hilang untuk selamanya, Anda memerlukan formula perawatan rambut yang ringan, lembut, menenangkan kulit kepala, dan memelihara rambut. Ikuti petunjuk pada label shampo antiketombe. Gosokkan dengan lembut ke kulit kepala. Biarkan selama lima menit sebelum dibilas, dan keringkan kulit kepala. Gunakan sampo antiketombe dua kali dalam seminggu.[2]
Shampo antiketombe bekerja melalui tiga mekanisme. Bahan-bahan seperti tar batubara bersifat antikeratostatik dan mereka bertugas menghambat pembelahan sel keratinosit. Deterjen dalam shampo bersifat keratolitik – mereka bertugas membongkar tumpukan kerak. Akhirnya agen antijamur seperti ketoconazole bertugas menghambat pertumbuhan jamur. Komponen-komponen lain seperti selenium sulfida juga menghambat pertumbuhan jamur dan karena itu juga menghambat pembentukan kerak.[3]
Tentang Ketomed Shampoo & Cara Kerjanya
Ketomed Scalp Solution adalah sampo produksi Surya Dermato Medica Lab yang mengandung ketoconazole 2% serta dapat digunakan untuk terapi dan profilaksis pitiriasis versikolor, dermatitis seboroik, dan ketombe. Ketoconazole dikenal sebagai zat yang mampu membunuh jamur penyebab infeksi sekaligus mencegahnya tumbuh kembali.
Ketoconazole merupakan agen antijamurimidazol yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas CYP450 jamur, sehingga menurunkan biosintesis ergosterol dan menghambat pembentukan membran sel jamur dan juga menghambat beberapa enzim jamur. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi kulit kepala seperti dermatitisseboroik ringan, dan ketombe yang disebabkan olehPityrosporumovale.
ShampoKetomed Scalp Solution dijual di apotek dengan harga Rp58.225 per botol isi 60 ml. Harga yang berlaku di tiap apotik bisa saja berbeda-beda. Shampoo Ketomed Scalp Solution termasuk golongan obat keras yang setiap pembeliannya memerlukan resep dokter.
Dosis & Cara Penggunaan Ketomed Shampo
ShampoKetomed Scalp Solution dapat digunakan untuk keramas atau mencuci rambut sebanyak 2 kali seminggu. Cara pemakaian Ketomed Scalp Solution hampir sama seperti sampo pada umumnya. Oleskan shampoo Ketomed Scalp Solution pada kulit kepala yang telah dibasahi, biarkan selama 3-5 menit, lalu bilas rambut sampai bersih. ShampoKetomed Scalp Solution dianjurkan untuk dipakai selama 2-4 minggu. Di antara selang pemakaian shampoo Ketomed Scalp Solution, kulit kepala tetap harus dibersihkan dengan shampoo lain yang cocok.
Efek Samping Ketomed Shampo
Pemakaian produk Ketomed Scalp Solution shampoo kemungkinan bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti iritasi pada kulit, biduran atau gatal-gatal, ruam kulit, hingga kulit terasa seperti terbakar. Namun demikian, efek samping tersebut tidak selalu dirasakan pada setiap orang. Apabila Anda mengalami efek lain yang cukup mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.
[1]Fitriani, D. 2013. Pengobatan Mandiri. Tristanti A, editor. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, hlm 110.
[2]Aprilia, A. 2019. The Natural Beauty Solution: 75 Tips Kecantikan Alami Buatan Sendiri. Nana L, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 119.
[3]O’Hare, M. 2007. Mana Yang Lebih Banyak, Orang Mati Atau Orang Hidup & Mengapa Rambut Menjadi Uban. Terjemahan Oleh: Alpha MF. Alex TKW, editor. Jakarta: Ufuk Press, hlm 26.


Leave a comment