Info Terbaru, Rambut Setelah Smoothing Kena Air Hujan Apa Boleh Keramas?

Ilustrasi: rambut setelah smoothing (sumber: bebeautiful) Ilustrasi: rambut setelah smoothing (sumber: bebeautiful)

Smoothing adalah teknik meluruskan rambut dengan menggunakan bahan kimia yang prosesnya bertujuan menyejajarkan kembali susunan rambut supaya terlihat lebih halus, rapi, dan juga mudah diatur. Apabila dibandingkan dengan rebonding, smoothing dinilai menawarkan hasil yang lebih natural meski hasilnya tidak se-tahan lama rebonding. Biaya untuk melakukan smoothing pun umumnya relatif lebih mahal dari rebonding. Perawatan yang dilakukan setelah smoothing pun hampir sama seperti rebonding. Anda biasanya tidak diperbolehkan untuk keramas hingga 3 hari lamanya. Namun, bagaimana jika rambut terkena hujan?

Smoothing dianggap lebih aman dibanding rebonding.[1] Tetapi, kita harus tetap menjaga dan merawat rambut. Berikut beberapa cara merawat rambut setelah dismoothing.

Perawatan Rambut Setelah Smoothing

Jangan Langsung Membersihkan Memakai Sampo

Jangan langsung keramas. Setidaknya dalam 1-3 hari rambut tidak dikeramas. Sebab, rambut yang baru di-smoothing jika terkena air dan shampoo akan mengembang.

Memakai Masker Rambut

Setelah hari ketiga, gunakan masker rambut sampai merata. Mulai dari paling bawah sampai paling atas.

Gunakan Sisir Jeruji Jarang

Pilih sisir bergerigi atau jeruji yang jarang. Karena jika menggunakan sisir dengan kerapatan yang sempit akan membuat rambut rontok. Selain itu, pilih sisir dari bahan yang tidak mengandung aliran listrik statis seperti pada sisir dari bahan plastik.

Baca juga:  Apa Manfaat Sarang Burung Walet untuk Ibu Hamil?

Jangan Gunakan Pengering

Selesai keramas, tentu rambut menjadi lama keringnya. Jangan gunakan hair dryer untuk mempercepat pengeringan rambut karena dapat menyebabkan rambut kering dan pecah-pecah.

Beri Jeda untuk Retouch

Hasil smoothing cenderung lurus alami, tetapi rambut akan cepat kembali ke bentuk awal. Dalam tiga bulan, Anda dianjurkan untuk melakukan retouch karena biasanya rambut mulai tumbuh dalam periode tersebut dan efek lurusnya perlahan hilang.

Ilustrasi: smoothing rambut di salon (sumber: healthline.com)

Ilustrasi: smoothing rambut di salon (sumber: healthline.com)

Keramas Setelah Terkena Air Hujan, Perlukah?

Lalu bagaimana jika rambut sehabis smoothing terkena air hujan? Apakah boleh keramas? Seperti yang Anda ketahui, selama ini memang beredar sebuah kepercayaan di kalangan masyarakat Indonesia bahwa jika sehabis kehujanan sebaiknya kita segera keramas atau mencuci rambut agar rambut bersih, tidak pusing, dan berbagai keyakinan lainnya.

Akan tetapi, hal ini tentu menjadi masalah yang berbeda bagi Anda yang baru saja menjalani treatment smoothing, rebonding, atau pelurusan rambut lainnya. Rambut yang baru di-smoothing tentu memerlukan waktu agar obat atau bahan kimia yang sebelumnya telah dioleskan ke rambut untuk benar-benar meresap hingga ke batang dan akar rambut.

Baca juga:  Merk Skincare yang Mengandung Gliserin untuk Wajah

Jika hanya terkena beberapa tetes air hujan tentunya bukan jadi suatu masalah dan Anda masih bisa melanjutkan ‘puasa keramas’ hingga hari ketiga. Sebisa mungkin rambut Anda juga tidak dikeramasi sampai hari ketiga. Apabila sekadar terkena air wudu pun kabarnya tak masalah. Yang penting Anda tidak mencuci rambut dengan shampoo.

Pasalnya, jika Anda mencuci rambut dengan shampo sebelum 3 hari, maka dikhawatirkan obatnya akan hilang dan membuat rambut Anda tidak lurus dengan sempurna sebagaimana yang dijanjikan atau bahkan kembali ke kondisi asalnya. Anda tentu tidak mau kan uang ratusan ribu rupiah yang telah dihabiskan untuk smoothing jadi sia-sia hanya karena tidak sabar untuk segera keramas?

Lantas apa kaitannya antara hujan dengan kepercayaan untuk segera keramas? Kepercayaan ini berkembang karena air hujan yang turun biasanya membawa polutan atau kotoran yang ada di udara terbuka. Oleh sebab itu, apabila air hujan mengenai kepala dan tidak dicuci, maka dikhawatirkan kotoran atau polutan tadi dapat tinggal di rambut dan kulit kepala. Hal ini pula yang berpotensi menyebabkan permasalahan lain seperti ketombe, kerontokan rambut, gatal, hingga bau yang tidak sedap.

Baca juga:  Awas, Gangguan Mental Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Sedangkan kaitan antara air hujan dengan sakit kepala, dr. Adnan dari Doktersehat berusaha menjelaskan bahwa sampai sekarang masih belum ada penelitian yang memastikan adanya hubungan antara sakit kepala akibat terkena guyuran hujan. “Namun, menurut banyak pakar kesehatan, ada dugaan bahwa dinginnya air hujan yang langsung mengenai area kepala kita saat hujan-hujanan, ternyata bisa membuat tubuh kita mengeluarkan energi yang sangat besar,” ujar dr. Adnan.

Energi yang besar itu ternyata digunakan hanya untuk menyeimbangkan suhu di area kepala. Hal itulah yang kabarnya dapat memicu sakit kepala atau bahkan membuat Anda mengalami sakit flu. Jadi, jika Anda sehabis smoothing, untuk lebih amannya sebaiknya tidak keluar rumah saat sedang hujan atau setidaknya sedia payung, jas hujan, atau semacamnya agar melindungi rambut Anda supaya tetap kering.

[Update: Almas]

[1] Fu, Rita L. 2017. 365 Tip For Women. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*