Benarkah Antibiotik Doksisiklin Bisa Cegah Penyakit Menular Seksual?

Antibiotik doksisiklin (sumber: pharmaceutical-technology.com) Antibiotik doksisiklin (sumber: pharmaceutical-technology.com)

Otoritas kesehatan AS merilis data terbaru yang menyebutkan bahwa kasus penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia, gonore, dan sifilis telah meningkat, tetapi dokter berharap obat lama akan membantu melawan infeksi menular seksual atau IMS. Para ahli percaya PMS meningkat karena penurunan penggunaan kondom, pendidikan seks yang tidak memadai, dan pengurangan pengujian selama pandemi COVID-19.

Dilansir dari PBS, jutaan orang Amerika terinfeksi setiap tahun. Angka tertinggi pada pria yang berhubungan seks dengan pria, dan di antara orang kulit hitam dan Hispanik Amerika, serta penduduk asli Amerika.

Sementara itu, di Indonesia, angka kejadian PMS seperti infeksi HIV paling tinggi ditemukan di Provinsi Jawa Tengah disusul oleh Jawa Barat dan DKI Jakarta. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2017, 68,8% remaja usia 15-19 tahun dan 55,7% penduduk Indonesia dengan rentang usia 20-24 tahun tidak mengetahui apa itu Infeksi Menular Seksual.

Apa Itu Penyakit Menular Seksual?

Penyakit menular seksual atau penyakit kelamin adalah penyakit yang cara penularannya melalui hubungan kelamin. Tempat terjangkitnya penyakit tersebut tidak semata-mata pada alat kelamin saja, tetapi dapat terjadi di berbagai tempat di luar alat kelamin. Yang tergolong penyakit ini adalah sifilis, gonore, ulkus mola, limfogranuloma, venereum, granuloma inguinale.[1]

Baca juga:  Obesitas Bisa Sebabkan Kanker Prostat, Yuk Cegah dengan Diet!

“Infeksi menular seksual adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat besar dan berprioritas rendah. Dan mereka telah menjadi masalah dengan prioritas rendah selama beberapa dekade, terlepas dari fakta bahwa mereka adalah jenis penyakit menular yang paling sering dilaporkan,” kata Dr. John M. Douglas Jr., pensiunan pejabat kesehatan yang mengajar di Colorado School of Public Health.

Antibiotik Dapat Meminimalisir Penularan PMS?

Untuk mencoba membalikkan keadaan, banyak dokter melihat doksisiklin menjanjikan, antibiotik murah yang telah dijual selama lebih dari 50 tahun. “Centers for Disease Control and Prevention sedang menyusun rekomendasi untuk menggunakannya sebagai semacam pil pencegahan penyakit menular seksual,” kata Dr. Leandro Mena, direktur divisi pencegahan penyakit menular seksual.

Ilustrasi: pasangan suami istri konsultasi dokter (sumber: lyxurologia.com)

Ilustrasi: pasangan suami istri konsultasi dokter (sumber: lyxurologia.com)

Obat ini sudah digunakan untuk mengobati berbagai infeksi. Sebuah studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menunjukkan potensinya untuk mencegah infeksi menular seksual.

Baca juga:  Belum Tentu Tanda Penyakit Kronis, Ini Fakta Peradangan yang Harus Anda Ketahui!

Dalam studi tersebut, sekitar 500 pria gay, pria biseksual, dan wanita transgender di Seattle dan San Francisco dengan infeksi PMS sebelumnya meminum satu pil doksisiklin (doxycycline) dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seks tanpa kondom. Mereka yang minum pil memiliki kemungkinan 90 persen lebih kecil terkena klamidia, sekitar 80 persen lebih kecil kemungkinan terkena sifilis, dan lebih dari 50 persen lebih kecil kemungkinan terkena gonore dibandingkan dengan orang yang tidak minum pil setelah berhubungan seks, para peneliti menemukan.

Studi ini dipimpin oleh para peneliti di University of California, San Francisco dan dibangun di atas studi Prancis serupa yang melihat hal menjanjikan dalam gagasan tersebut. “Kami memang membutuhkan pendekatan baru, inovasi baru untuk membantu mengendalikan infeksi menular seksual,” kata Dr. Philip Andrew Chan, yang berkonsultasi dengan CDC tentang rekomendasi doksisiklin.

“Menggunakan antibiotik untuk mencegah infeksi semacam ini tidak akan menjadi ‘peluru ajaib’, tetapi itu akan menjadi alat lain,” imbuh Chan. Apalagi karena doksisiklin dapat menyebabkan efek samping seperti masalah perut dan ruam setelah terpapar sinar matahari.

Baca juga:  Sederet Artis Korea yang Diisukan Lakoni Operasi Plastik (Oplas) Total

Beberapa penelitian menemukan doksisiklin tidak efektif pada wanita heteroseksual. Dan meluasnya penggunaan doksisiklin sebagai tindakan pencegahan dapat menyebabkan mutasi yang membuat bakteri kebal terhadap obat, seperti yang terjadi dengan antibiotik sebelumnya.

Namun demikian, Departemen Kesehatan Masyarakat San Francisco pada bulan Oktober menjadi departemen kesehatan AS pertama yang mengeluarkan panduan tentang doksisiklin sebagai tindakan pencegahan infeksi. Dan beberapa klinik lain telah merekomendasikan antibiotik kepada pasien yang mungkin berisiko lebih tinggi.

Pencegahan Penyakit Menular Seksual

Meski penggunaan antibiotik masih belum bisa dipastikan tingkat efektivitasnya, Anda tetap dapat mencegah penyakit menular seksual dengan mempraktikkan ABCDE. A (Absen) yaitu tidak berhubungan seks sebelum menikah maupun ketika jauh dari pasangan. Kemudian, B (Be Faithful) adalah setia dengan pasangan, C (Condom) yakni memakai kondom ketika berhubungan seksual, D (Drugs) tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau narkotika, serta E (Education) dengan berperan aktif mencari informasi yang valid mengenai PMS.

[1] Manuaba, Ida A. C., & Ida Bagus G. M. 2006. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, hlm 41.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*