Efek Setelah Berhenti KB Suntik 1 Bulan

Ilustrasi: suntik KB (sumber: parents.com) Ilustrasi: suntik KB (sumber: parents.com)

Suntik KB termasuk kontrasepsi yang diminati oleh banyak perempuan. Anda bisa melakukan suntik KB setiap 1 bulan atau 3 bulan sekali. Suntik KB aman digunakan bagi wanita menyusui setelah 6 minggu pascapersalinan.[1] Namun demikian, terkadang wanita mengalami beberapa kondisi yang membuatnya terpaksa harus berhenti KB. Lantas, apa saja efek yang kira-kira dirasakan setelah lepas KB suntik 1 bulan?

Tentang KB Suntik 1 Bulan

KB suntik 1 bulan atau suntik bulanan merupakan kontrasepsi kombinasi yang mengandung 2 hormon, yaitu progesteron dan estrogen seperti hormon progesteron dan estrogen alami pada tubuh wanita. Biasanya disebut juga kontrasepsi kombinasi, selain pil kombinasi yang berisi hormon yang sama.

Suntikan bulanan ini ada beberapa merek dagang, yaitu yang mengandung MPA (Medroxyprogesterone Acetate)/estradiol cypionate dan norethisteroneenanthate (NET-EN)/estradiol valerate. Cyclofem, Cyclofemina, Cyclo-Provera, Lunella, Novafem, dan lainnya yang dipasarkan dengan merk dagang tersebut berisi 25 mg MPA dan 5 mg estradiol cypionate.[2]

Cara kerja utama dari kontrasepsi ini adalah dengan mencegah pelepasan ovum dari ovarium (menekan ovulasi), mengentalkan lendir serviks, membuat atrofi jaringan endometrium. Efektivitas suntik bulanan ini bergantung dari ketepatan waktu saat kunjungan ulang. Risiko besar terjadi kehamilan apabila klien terlambat datang atau melewatkan saat kunjungan ulang. Ketika wanita menggunakan tepat waktu, kurang dari 1 kehamilan per 100 wanita pada tahun pertama (5 per 10.000 wanita).

Baca juga:  Sering Dibuang, Ternyata Minum Air Rebusan Kulit Jeruk Simpan Banyak Manfaat

Keuntungan KB Suntik 1 Bulan

  • Risiko terhadap kesehatan kecil dan tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.
  • Tidak perlu penggunaan setiap hari dan dapat dihentikan kapan saja.
  • Efek jangka panjang, sehingga baik untuk menjarangkan kehamilan.
  • Mengurangi nyeri haid, jumlah perdarahan.
  • Mencegah anemia.
  • Mengurangi/mencegah penyakit FAM, kista ovarium, kanker ovarium, dan kanker endometrium.
Ilustrasi: konsultasi dokter (sumber: everydayhealth.com)

Ilustrasi: konsultasi dokter (sumber: everydayhealth.com)

Apa Efek Setelah Lepas KB Suntik 1 Bulan?

Rata-rata 5 bulan setelah suntik bulanan terakhir, wanita tersebut bisa hamil, setelah berhenti menggunakan suntik bulanan, seorang wanita mungkin akan mengalami ovulasi sebelum siklus menstruasinya. Rata-rata waktu kembali hamil setelah suntik bulanan yang terakhir yaitu 4,12 bulan, lebih cepat hamil dibandingkan dengan suntik 3 bulan yang rata-rata hamil setelah 8,63 bulan.[3]

Dilansir dari Doktersehat, KB suntik 1 bulan maupun 3 bulan tidak dianjurkan untuk perempuan yang berusia di bawah 18 tahun. Pasalnya, KB suntik disebut-sebut berisiko menurunkan kepadatan tulang atau meningkatkan risiko osteoporosis. Efek ini biasanya terjadi untuk pemakaian jangka panjang. Meski demikian, efek tersebut bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium, fosfor, serta banyak mengambil vitamin D dari sinar matahari. Tak perlu khawatir juga, apabila sudah lepas KB suntik 1 bulan, kepadatan tulang disebut-sebut akan kembali normal.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Menghilangkan Jerawat di Usia Dewasa

Efek lain setelah KB suntik 1 bulan biasanya akan meningkatkan berat badan penggunanya. Efek serupa juga dirasakan apabila menggunakan KB hormonal seperti pil KB. Rata-rata wanita yang memakai KB hormonalakan mengalami kenaikan berat badan 1-5 kg. Efek kenaikan berat badan itu kemungkinan akan bertahan sampai saat Anda lepas KB suntik. Untuk menanggulanginya, Anda bisa mengatur pola makan dan gaya hidup serta rajin berolahraga supaya berat badan kembali ideal.

Pada banyak kasus, 6-12 bulan setelah suntikan pertama siklus haid Anda akan kacau. Bisa saja haid atau menstruasi tidak kunjung datang, atau bahkan justru berlangsung terus menerus timbul flek meski di luar siklus menstruasi bulanan.

“Tubuh memerlukan waktu untuk kembali beradaptasi dengan perubahan hormonal yang terjadi, tetapi jika flek atau perdarahan terjadi lebih dari 7 hari bukan lah hal yang normal dan bisa disebut menorrhagia ataupun bisa terjadi menometroragia jika siklusnya juga mengalami gangguan.Kondisi ini perlu diberikan penanganan baik dengan pemberian obat untuk menghentikan perdarahan.baik yang bersifat hormonal ataupun yang non-hormonal,” kata dr Adhi P, dari SehatQ.

Baca juga:  Beberapa Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bertemu Obgyn

Apabila Anda merasakan efek samping lainnya yang cukup mengganggu setelah lepas KB suntik 1 bulan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

[1]Siswosuharjo, S &Fitrio C. 2010. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. Jakarta: Penebar Plus+, hlm 273.

[2]Ernawati, dkk. 2022. Perkembangan Metode Kontrasepsi Masa Kini. Malang: Penerbit Rena Cipta Mandiri, hlm 107.

[3]Ibid., hlm 108.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*