Benarkah Suntik TT Sebelum Menikah Bisa Menunda Kehamilan?
Setiap calon pengantin yang hendak menikah dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes kesehatan sebagai persyaratan di KUA, salah satunya menjalani suntik TT (Tetanus Toxoid). Sayangnya, banyak yang merasa ragu karena berkembang anggapan bahwa suntik TT dapat menunda kehamilan. Benarkah demikian? Berikut penjelasan lengkapnya.
Tentang Suntik TT
Vaksinasi TT adalah menghindari penyakit yang disebabkan oleh racun bakteri Clostridium tetani. Ini wajib dilakukan agar saat kehamilan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Biasanya vaksinasi TT ditawarkan pada pasangan sejak masih calon pengantin. Sayangnya, banyak pasangan yang menolak. Hal ini terjadi akibat salah pengertian. Banyak yang menyangka bahwa vaksin TT adalah suntikan kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan.[1]
Vaksin tetanus diberikan pada (1) bayi dan anak usia kurang dari 10 tahun, (2) ibu hamil, (3) semua orang dewasa. Vaksin tetanus memiliki berbagai kemasan seperti preparat tunggal (TT), kombinasi dengan toksoid difteri dan atau pertusis (dT, DT, DTwP, DtaP), dan kombinasi dengan komponen lain seperti Hib dan hepatitis B.
Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). DPT diberikan satu seri yang terdiri atas 5 suntikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15-18 bulan, dan terakhir saat sebelum masuk sekolah (4-6 tahun). Bagi orang dewasa, sebaiknya menerima booster dalam bentuk TT (tetanus toksoid) setiap 10 tahun.
Untuk mencegah tetanus neonatorum, wanita hamil dengan persalinan berisiko tinggi paling tidak mendapatkan 2 kali dosis vaksin TT. Dosis TT kedua sebaiknya diberikan paling tidak 4 minggu setelah pemberian dosis pertama, dan dosis kedua sebaiknya diberikan paling tidak 2 minggu sebelum persalinan. Untuk ibu hamil yang sebelumnya pernah menerima TT 2x pada waktu calon pengantin atau pada kehamilan sebelumnya, maka diberikan booster TT 1 kali saja.
Vaksin tetanus tidak boleh diberikan pada orang dengan riwayat reaksi alergi berat (anafilaksis) pada pemberian sebelumnya, pada orang yang alergi terhadap komponen vaksin, dan wanita hamil. Pemberian vaksin DPT pada anak-anak harus ditunda jika anak mengalami demam tinggi, memiliki kelainan saraf, atau mengalami gangguan pertumbuhan.
Efek Samping Suntik TT
Efek samping pemberian vaksinasi tetanus biasanya bersifat ringan, berupa rasa nyeri, warna kemerahan dan bengkak di tempat penyuntikan, dan demam. Penggunaan kain lembap dingin di tempat yang sakit dapat mengurangi rasa sakit. Parasetamol dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan demam, serta minum air yang banyak. Segera bawa ke dokter apabila dijumpai hal berikut ini:
- Kejang-kejang dalam 3-7 hari setelah imunisasi.
- Kejang-kejang yang makin memburuk.
- Reaksi alergi.
- Kesulitan makan atau gangguan pada mulut, tenggorokan, atau muka.
- Panas badan > 40°C.
- Pingsan dalam dua hari pertama setelah imunisasi.[2]
- Terus menangis lebih dari 3 jam di dua hari pertama setelah imunisasi.
Biaya Suntik TT
Suntik TT dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit (RS), bidan, atau bahkan puskesmas. Jika keperluannya untuk memenuhi berkas pernikahan, maka jangan lupa untuk meminta surat keterangan bahwa Anda telah melakukan vaksin TT. Biaya suntik TT sendiri cukup terjangkau, hanya berkisar antara Rp10 ribuan hingga Rp40 ribuan saja untuk sekali suntik.
Suntik TT Dapat Menunda Kehamilan?
Selama ini berkembang isu yang menyebutkan bahwa imunisasi TT bisa membuat kehamilan seorang wanita tertunda. Namun rupanya hal ini telah banyak disanggah oleh para dokter. “Orang yang menerima suntik TT adalah mereka yang berencana hamil atau bahkan dalam keadaan hamil agar mencegah terjadinya penyakit infeksi tetanus,” kata dr. Pratiwi Rapih Astuti Natsir, seperti dilansir Alodokter.
“Suntikan atau vaksinasi TT diberikan pada wanita yang hendak hamil atau sedang hamil adalah aman. Vaksin TT diberikan sehingga ibu hamil membentuk antibodi terhadap toksin dari bakteri ini yang kemudian diteruskan ke janin sehingga mencegah terjadi tetanus saat kelahiran nantinya baik secara normal ataupun kelahiran melalui jalan sesar,” imbuh dr. Pratiwi.
[1]Indiarti, MT. 2017. 219 Tips Agar Cepat Hamil. Yogyakarta: Elmatera.
[2]Cahyono, JBSB dkk. 2010. Vaksinasi, Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi(hlm 73-74). Yogyakarta: Kanisius.



Leave a comment