Obesitas Bisa Sebabkan Kanker Prostat, Yuk Cegah dengan Diet!
Salah satu jenis kanker yang umum di kalangan pria adalah kanker prostat. Sementara mencegah dengan membeli suplemen dan vitamin tidak murah, Anda juga bisa melakukan pencegahan dengan cara sederhana. Salah satunya, kanker prostat bisa dicegah dengan berbagai macam diet yang menurunkan berat badan.
Hubungan Kanker Prostat dan Obesitas
Sebuah studi baru dari Universitas Oxford menemukan, ribuan nyawa hilang akibat kanker prostat terkait tingginya tingkat obesitas di kalangan pria. Dilaporkan dalam South China Morning Post, lebih dari 1.300 kematian akibat kanker prostat yang telah diteliti Universitas Oxford bisa dicegah dengan mempertahankan berat badan ideal.
Sementara obesitas telah dikaitkan dengan 13 kanker, termasuk kanker perut, hati, pankreas, dan ginjal, para ilmuwan sekarang mulai mengungkap hubungan antara kanker prostat dan berat badan. Studi baru yang dipresentasikan pada Kongres Eropa tentang Obesitas di Belanda pada awal Mei dan diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine, melihat para akademisi melakukan penelitian baru serta meninjau data sebelumnya tentang topik tersebut.
Menurut World Cancer Research Fund International, kanker prostat adalah bentuk kanker paling umum kedua untuk pria, dan bertanggung jawab atas sekitar 375.000 kematian setiap tahun. Kanker prostat merupakan kanker yang berkembang pada kelenjar prostat yang terdapat pada sistem reproduksi laki-laki dan terjadi bila sel prostat mengalami mutasi dan mulai memperbanyak diri di luar kontrol.[1]
Sebagai kanker yang ganas, kanker prostat adalah penyebab utama kematian keempat pada pria di Hong Kong. Tahun 2020, 484 pria meninggal karena kanker prostat, terhitung 5,6% dari kematian akibat kanker pada pria. Dalam studi baru, para peneliti memeriksa data pada 218.237 pria yang terdaftar dalam studi Biobank Inggris yang skor indeks massa tubuhnya (BMI), lingkar pinggang, dan rasio pinggang-pinggul diambil ketika mereka pertama kali mendaftar dalam penelitian ini. Para peserta diidentifikasi selama rata-rata 12 tahun, dengan 661 pria meninggal akibat kanker prostat selama masa tindak lanjut.
Setelah menganalisis data kesehatan pada pria yang meninggal karena kanker prostat, dan membandingkannya dengan mereka yang tidak, para peneliti menemukan bahwa untuk setiap lima poin tambahan pada skor BMI pria, mereka 7% lebih mungkin meninggal karena kanker prostat. Untuk setiap tambahan empat inci (10 cm) di lingkar pinggang mereka, mereka memiliki risiko 6% lebih tinggi meninggal karena kanker prostat.
Sementara itu, peneliti juga melakukan analisis terhadap penelitian sebelumnya yang meneliti informasi pada hampir 20.000 pria yang meninggal akibat kanker prostat. Studi-studi ini menunjukkan bahwa untuk setiap lima poin tambahan pada skor BMI pria, mendapatkan 10% lebih mungkin meninggal karena kanker prostat, dan tambahan empat inci ukuran pinggang membawa risiko 7% lebih tinggi.
“Mengetahui lebih banyak tentang faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker prostat adalah kunci untuk mencegahnya,” kata Dr Aurora Pérez-Cornago, dari Universitas Oxford, yang memimpin penelitian. “Usia, riwayat keluarga, dan etnis kulit hitam diketahui sebagai faktor risiko tetapi tidak dapat diubah, jadi penting untuk menemukan faktor risiko yang mungkin diubah, yakni berat badan.”
Diet Bisa Mencegah Kanker Prostat
Setiap tahun di Inggris, sekitar 11.900 pria meninggal karena kanker prostat. Para peneliti mengatakan bahwa pria berusia 55 hingga 64 tahun memiliki skor BMI rata-rata 28,9 yang menggolongkan mereka sebagai penderita obesitas. Berdasarkan temuan ini, mereka menghitung bahwa jika pria mampu menurunkan lima poin dari skor BMI mereka, diperkirakan jumlah kematian pria di Inggris akibat kanker prostat bisa berkurang setidaknya hingga 1.309 kasus.
Para peneliti juga menemukan, paling ideal untuk menghindari kanker prostat, pria memiliki lingkar pinggang maksimal 36 inci. Lingkar pinggang digunakan sebagai ukuran obesitas serta skor BMI karena menunjukkan jumlah lemak yang menumpuk di sekitar organ seseorang. Inilah mengapa sangat penting untuk menjaga berat badan yang ideal.
Selain berolahraga secara teratur, supaya berat badan tetap terjaga, lakukanlah diet sehat. Ada banyak jenis diet yang bisa Anda lakukan, mulai dari diet keto, diet mediterania, diet paleo, diet rendah karbohidrat, dan masih banyak lagi. Namun, sebelum menjalankan diet, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan ahli gizi untuk menentukan jenis diet yang cocok dengan kondisi kesehatan Anda.
[1] Chodidjah. 2009. Aspek Imunologik pada Kanker Prostat. Majalah Ilmiah Sultan Agung, Vol. 44(118): 1-14.


Leave a comment