Awas, Risiko Bahaya Mengintai Jika Minum Madu Berlebihan Setiap Hari

Madu murni (sumber: riverfood.com) Madu murni (sumber: riverfood.com)

Madu kerap dikonsumsi sebagai bahan tambahan untuk aneka makanan atau minuman kesehatan. Dibandingkan gula, madu dipercaya mengandung lebih banyak nutrisi dan juga baik untuk menjaga stamina tubuh. Namun, adakah risiko efek samping atau bahaya dari konsumsi madu setiap hari?

Madu merupakan pemanis alami yang digunakan dalam bidang panganoleh industri makanan di seluruh dunia. Madu dari lebah madu merupakan cairan kental yang mengandung berbagai macam molekul seperti glukosa dan fruktosa sebesar 80-85 %, air sebanyak 15-17 %, protein dan asam amino sebanyak 0,1-0,4 %. Komposisi dari madu sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman yang dihinggapi oleh lebah atau menjadi tempat bagi lebah untuk mengambil nektar.

Kandungan senyawa dalam madu pada umumnya adalah asam fenolik meliputi caffeic, ellagic, ferulic dan p-coumaric acids; flavonoid sepertiapigenin, chrysin, galangin, hesperetin, kaempferol, pinocembrin danquercetin; serta antioksidan seperti tocopherols, ascorbic acid, superoxidedismutase (SOD), catalase (CAT), dan reduced glutathione (GSH). Beberapastudi menunjukkan bahwa madu dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakterial, antiviral, antiulcer, antihiperlipidemik, antidiabetik,dan antikanker.[1]

Baca juga:  Tampil Keren dan Unik dengan Kaos Tie Dye Buatan Sendiri

Meskipun madu menyimpan banyak manfaat untuk orang dewasa, ternyata tidak disarankan memberikan madu kepada bayi sebelum ia berusia satu tahun. Madu diduga mengandung sejenis bakteri yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius yang disebut infant botulism, yaitu keadaan keracunan makanan yang disebabkan eksotoksin Clostridium botulinum.[2] Nah, agar lebih paham, simak ulasan tentang risiko dari konsumsi madu secara berlebihan berikut ini!

Bahaya Minum Madu Setiap Hari

Madu murni (sumber: outlookindia.com)

Madu murni (sumber: outlookindia.com)

  • Dilansir dari Klikdokter, efek jangka pendek yang mungkin muncul dari minum madu secara berlebihan adalah masalah lambung, misalnya kram perut, kembung, dan diare. Permasalahan tersebut terjadi karena adanya kandungan fruktosa pada madu yang akan menyebabkan terganggunya kemampuan usus dalam menyerap nutrisi, sehingga bisa mengakibatkan sakit perut berkelanjutan.
  • Bagi Anda yang menderita penyakit diabetes, pemakaian madu sebagai pemanis memang lebih dianjurkan daripada memakai gula biasa. Akan tetapi, konsumsi madu juga tak boleh berlebihan karena tetap dapat meningkatkan gula darah Anda.
  • Orang-orang yang memiliki alergi terhadap bee pollen bisa mengalami reaksi yang serius dan fatal.
  • Madu pada dasarnya sama dengan gula, mengandung kalori yang tinggi. Oleh sebab itu, Anda tidak disarankan untuk minum madu setiap hari secara berlebihan. Pasalnya, konsumsi madu secara berlebihan bisa mengakibatkan kenaikan berat badan sekaligus meningkatkan risiko untuk terkena penyakit lainnya yang berkaitan dengan obesitas.
  • Efek jangka panjang yang mungkin terjadi bila Anda terus-menerus minum madu secara berlebihan adalah timbulnya masalah pada saluran pencernaan Anda. Bahkan, yang lebih berbahaya lagi Anda mungkin mengalami ketidakpekaan insulin yang dapat menyebabkan jumlah gula dalam darah meningkat.
Baca juga:  Kanji Rumbi, Bubur Ayam Ala Lhokseumawe, Aceh

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, memberikan madu pada bayi juga tidak dianjurkan. Dalam madu bisa saja mengandung spora botulism yang berpotensi mengakibatkan bayi mengalami keracunan botulism. Pasalnya, sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Tanda-tanda bayi mengalami keracunan botulism adalah sembelit, badan lemah, lesu, dan nafsu makannya menurun. Yang lebih mengerikan lagi, botulism yang tak segera diobati dan dibiarkan secara berkepanjangan bisa menyebabkan kelumpuhan otot dan akhirnya terjadi kematian.

Cara Minum Madu Menurut Islam

Dilansir Detik, Nabi Muhammad SAW kabarnya mengonsumsi madu dengan caramengulumnyalangsung ke dalam mulut sampai menjadi lumer karena bercampur dengan air liur. Menurut Dr Brilianto M Soenarwo penulis buku Sehat ala Rosul, madu mempunyai kandungan fruktosa yang lebih baik apabila dicampur dengan air liur supaya mudah larut dan dicerna oleh lambung. Selain itu, Rasul juga mengonsumsi madu dalam kondisi perut kosong sebelum makan.

Baca juga:  Update Cara Mengawetkan Sambal Supaya Tidak Mudah Berjamur

Selain itu, Dr. Zaidul Akbar melalui channel YouTube Sobat Herbal juga mengungkapkan bahwa madu tak boleh dilarutkan dalam air panas yang suhunya mencapai 100 derajat celsius atau lebih. “Jadi bagaimana cara makan madu yang benar? Ambil sendok, ambil madunya terus minum,” tandasnya.

[1]Cahyadi, MA. 2018. Karakteristik Dan Efektivitas Salep Madu Klanceng Dari Lebah Trigona sp. Sebagai Antibakteri Dan Penyembuh Luka Sayat [Skripsi]. Yogyakarta (ID): Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

[2]Damayanti, D. 2010. Makanan Pendamping ASI: Tips Kenalkan Rasa dan Tekstur Makanan Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*