Kegunaan Sabun Asepso untuk Scabies
Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu kecil atau tungau dengan nama ilmiah Sarcoptes scabiei. Scabies bisa menyerang siapa saja, mulai dari orang dewasa, anak-anak, bayi, atau bahkan binatang peliharaan Anda. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi skabies, salah satunya menggunakan sabun Asepso.
Berbeda dengan pandangan lama bahwa sebaran scabies pada tubuh dapat diprediksi pada bagian-bagian tubuh tertentu, kini pemunculan gejala scabies dapat terjadi di mana saja di seluruh tubuh, bukan khas dari leher ke bawah dan pada bagian tubuh tertentu saja. Sebarannya pun dapat berbeda pada penderita dewasa dan pada anak-anak. Manifestasi scabies pada kulit dapat menyerupai gejala infeksi kulit lainnya. Manifestasi aslinya dapat berubah akibat garukan dan akibat infeksi sekunder sehingga tidak tampak khas lagi. Dapat juga gambaran kulit kehilangan kekhasannya jika ditutup dengan salep atau krim.
Jika tidak terjadi infeksi sekunder, gambaran klasik pada kulit dari investasi scabies adalah gambaran suatu pruritus generalisata dengan sering pula disertai oleh impegtiginisasi sekunder. Erupsi kulit yang timbul tersebut adalah karena adanya reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap tungau scabies dewasa, larvanya, ataupun terhadap kotoran dan feses yang dikeluarkannya.
Masa inkubasi dimulai kontak pertama kali hingga munculnya pruritus dan ruam kulit dapat berlangsung dalam sebulan bagi penderita yang baru pertama kali mendapatkannya. Lesi kulit primer terdiri dari vesikula, terowongan bawah kulit, dan nodula. Nodula ini muncul pada bagian kulit yang tertutup pakaian seperti pada pantat, lipat paha, skrotum dan penis, serta axilla, dan kondisi ini dapat lama bertahan walaupun skabiesnya telah disembuhkan.
Kekeliruan dalam mengenal gejala klinis dapat terjadi karena manifestasi yang tidak khas seperti misalnya inflamasi dan pembentukan papula berlebihan pada anak-anak, atau lepuh di telapak tangan, dan kakinya. Lecet pada daerah inguinalnya. Pada orang dewasa terjadinya inflamasi dan papula dapat disertai lesi pada wajah dan leher.[1]
Seperti yang disinggung sebelumnya, penanganan scabies bisa juga dengan menggunakan sabun Asepso yang mengandung sulfur. Agar lebih paham, berikut beberapa jenis sabun Asepso yang perlu diketahui.
Macam-Macam Sabun Asepso
Asepso+
Varian satu ini adalah varian yang mungkin paling umum dan sudah banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Bungkus atau kemasannya berupa dus dengan kombinasi warna hitam, putih, merah, dan kuning, dengan sabun berwarna hijau gelap. Sabun ringan ini mengandung bahan anti-bakteri ganda yang diklaim membantu meringankan dan mengendalikan biang keringat, infeksi kulit, dan penyebaran kuman berbahaya.
Asepso Sulphur
Adalah varian sabun Asepso yang di dalamnya mengandung kombinasi sulfur dan Salicylic Acid yang dikenal bagus untuk kulit rentan berjerawat. Sabun ini diklaim dapat membantu membuka pori-pori kulit, menghilangkan minyak berlebih dan bakteri penyebab jerawat serta aman digunakan setiap hari karena terbuat dari bahan-bahan alami.
Asepso Fresh
Asepso Fresh memiliki aroma khas dan kemasan dengan kombinasi warna putih dan oranye. Sesuai warnanya, varian Asepso Fresh mengandung jeruk dan antibacterial agent dengan pelembap yang diklaim membantu melawan dan mencegah penyebaran kuman berbahaya, serta membuat kulit Anda terasa lebih segar dan halus berkat kandungan active deodoriser-nya.
Asepso Clean
Selain Asepso Fresh, varian sabun Asepso lainnya yang juga dijual di Indonesia adalah Asepso Clean yang kemasannya berwarna putih-biru muda. Sabun satu ini memiliki kandungan ekstrak herbal yang juga diklaim mampu mengurangi biang keringat, infeksi kulit, maupun penyebaran kuman-kuman berbahaya.
Pada dasarnya di negara asalnya sana sabun Asepso tersedia dalam varian yang lebih banyak. Bukan hanya sabun batang saja, ada pula produk hand wash (sabun cuci tangan), body wash (sabun cair untuk badan), face wash (sabun muka), hand gel, hingga intimate wash (sabun area kewanitaan). Sayangnya yang masuk ke Indonesia sebatas sabun batang dan varian body wash saja.
Sabun Asepso untuk Scabies
Dilansir dari Hellosehat, selain dengan pengobatan topikal seperti menggunakan salep phermethrin, gejala kudis atau scabies juga dapat diringankan dengan sabun yang mengandung sulfur atau belerang. Sabun dengan kandungan sulfur biasanya bisa ditemukan pada sabun antijerawat. Selain itu, bisa juga dengan sabun yang mengandung monosulfiram. Sabun Asepso dengan kandungan sulfur dapat digunakan satu kali sehari dalam waktu tiga hari.
[1]Natadisastra, D. 2009. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. Ridad A, editor. Jakarta: EGC, hlm 293.



Leave a comment