Sejumlah Penyebab Rambut dan Kulit Kepala Mendadak Sakit

Ilustrasi: rambut dan kulit kepala mendadak sakit Ilustrasi: rambut dan kulit kepala mendadak sakit

Ada banyak alasan mengapa kita sering merasa nyeri di bagian rambut atau kulit kepala. Memang, rasa nyeri tersebut datangnya secara tiba-tiba, namun tidak dengan penyebabnya. Sebagian besar orang menganggap itu hanyalah ilusi, karena terjadi secara mendadak. Padahal, ada beberapa alasan ilmiah dan medis di belakangnya. Apa saja itu?

Pityriasis Capitis dan Peradangan

Sakit pada rambut dan kulit kepala yang ditandai dengan adanya gejala pengelupasan kulit, bisa diakibatkan oleh pityriasis capitis. Gangguan tersebut merupakan suatu kondisi kelainan pada kulit kepala dengan skuama berlebihan, biasanya berwarna putih atau abu-abu yang tersebar di rambut. Selain nyeri, pityriasis capitis terkadang menyebabkan sensasi rasa gatal mendadak dan gangguan estetika.[1]

Selain karena pityriasis capitis, rambut dan kulit kepala terasa nyeri secara tiba-tiba juga disebabkan oleh banyak hal. Dilansir dari HuffPost, rasa sakit pada rambut dan kulit kepala bisa terjadi secara tiba-tiba jika terjadi peradangan yang berasal dari pembuluh darah di kulit kepala. Peradangan pembuluh darah di kulit kepala yang membanjiri saraf di folikel rambut menimbulkan efek nyeri yang kadang tidak bisa dibedakan posisinya.

Baca juga:  Membuat Rasa Kenyang Lebih Lama, Berikut Manfaat Buah Kurma Untuk Diet

Mengikat Rambut Terlalu Ketat

Mengikat rambut terlalu ketat juga bisa menimbulkan rasa sakit secara tiba-tiba. Memang, gaya rambut seperti ini adalah salah satu gaya rambut yang paling digemari banyak orang. Hal ini karena mengikat rambut dengan ketat dan tinggi akan membuat penampilan menjadi lebih muda dan rapi.

Sementara dapat membuat Anda terlihat paripurna, gaya rambut seperti itu dapat membuat sebagian besar rambut di bagian pinggir tertarik. Bahkan, tak jarang, gaya rambut ini dapat membuat rambut mudah rontok dan patah. Sebaiknya Anda tidak terlalu sering menguncir rambut Anda dengan ketat, jika Anda ingin memiliki rambut tebal dan indah.

Ikatan rambut berlebihan

Ikatan rambut berlebihan

Menggunakan Shampo Kering

Shampo kering saat ini merupakan salah satu produk populer. Dry shampoo tersebut dapat digunakan tanpa harus dibilas. Bisa dibilang, produk ini cocok bagi Anda yang malas mencuci rambut atau sedang terburu-buru. Meskipun terbilang praktis digunakan, menggunakan shampo kering secara berlebihan juga tidak baik.

Shampo kering yang disemprotkan secara terus-menerus akan menumpuk di rambut Anda. Biasanya ini akan terlihat di bagian ujung rambut. Hal tersebut membuat rambut akan terasa lebih berat dan secara tidak sengaja tertarik dari bagian ujungnya. Rasa sakit akan timbul ketika kondisi rambut tertarik secara maksimal.

Baca juga:  Apakah Krim atau Salep 88 Bisa untuk Miss V?

Sebaiknya, Anda tidak terlalu sering memakai dry shampoo, terutama jenis shampo kering yang teksturnya berat. Akan lebih baik jika Anda keramas dengan shampo biasa. Selain rambut menjadi lebih bersih, shampo biasa tidak menyebabkan rasa sakit mendadak di rambut atau kulit kepala.

Sering Mencuci Rambut

Mencuci rambut memang hal yang wajib, apalagi jika Anda memiliki kondisi kulit kepala berminyak. Meskipun begitu, keramas sebaiknya dilakukan minimal 3 hari sekali dan maksimal 7 hari sekali. Terlalu sering keramas dapat mengacaukan pH kulit kepala Anda. Kadar asam yang tidak seimbang di kulit kepala dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Ilustrasi: mencuci rambut sehabis diwarnai (sumber: rd.com)

Ilustrasi: mencuci rambut (sumber: rd.com)

Secara umum, terlalu sering keramas dapat menyebabkan kondisi kulit kepala kering, ketombe, pengelupasan kulit kepala, gatal, dan jerawat. Mungkin sebelumnya Anda tidak sadar dengan kondisi kulit kepala Anda yang mulai mengalami gangguan, sehingga secara mendadak Anda merasakan nyeri di bagian kulit kepala dan rambut.

Baca juga:  Nyeri Hebat di Bagian Jempol? Bisa Jadi Itu Gejala Awal Osteoarthritis Primer CMC

Menggunakan Bleaching

Bleaching rambut adalah salah satu bahan yang digunakan untuk mengubah warna rambut. Sifat bleaching sebagai bahan kimia keras akan merusak warna alami rambut Anda, sehingga warna rambut akan berubah menjadi putih atau pirang. Meski bleaching sangat penting untuk mengubah warna rambut, produk tersebut juga memiliki dampak negatif.

Beberapa dampak negatif dari penggunaan bleaching adalah sensasi panas, ruam, kemerahan, gatal-gatal, dan nyeri mendadak di bagian rambut atau kulit kepala. Sebaiknya, jika Anda tidak ingin merasakan efek samping bleaching, Anda bisa memilih cat rambut dengan warna terang untuk menghindari penggunaan produk tersebut.

Itulah beberapa alasan kenapa Anda bisa merasakan nyeri di bagian rambut atau kulit kepala secara tiba-tiba. Jika Anda merasakan nyeri yang tak tertahankan secara tiba-tiba dan tidak berangsur hilang, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter kulit atau berkonsultasi dengan ahlinya.

[1] Putri, Anggini dkk. 2020. Hubungan Personal Hygiene terhadap Kejadian Pityriasis capitis pada Siswi di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), Vol. 2(3): 121-129.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*