Nyeri Hebat di Bagian Jempol? Bisa Jadi Itu Gejala Awal Osteoarthritis Primer CMC

Ilustrasi: nyeri jempol (sumber: aaos.org) Ilustrasi: nyeri jempol (sumber: aaos.org)

Arthritis merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan radang sendi pada tangan dan kaki dengan gejala fisik pembengkakan dan kerusakan sendi.[1] Penyakit ini bisa berkembang menjadi osteoarthritis primer CMC (carpometacarpal) jika Anda merasa nyeri hebat di bagian persendian tangan, terutama jempol.

Apa Itu CMC?

Dilansir dari Harvard Health Publishing, CMC atau lebih dikenal dengan sendi carpometacarpal berfungsi menghubungkan ibu jari ke pergelangan tangan. Ini adalah salah satu sendi yang penting di bagian tangan dan hanya sedikit yang menyadari fungsinya.

Letaknya di antara ibu jari dan terhubung dengan pergelangan tangan, membuat sendi memungkinkan ibu jari bergerak leluasa tanpa rasa nyeri. CMC memungkinkan Anda menekuk ibu jari hingga 90 derajat ke arah yang berlawanan. Tak hanya itu, CMC berfungsi untuk mempermudah Anda membuka kenop pintu, membuka toples, menulis, memutar kunci, memegang benda, dan masih banyak lagi.

Tak hanya bisa mengalami sakit akibat kelelahan seperti sendi lainnya, CMC bisa mengalami radang. Namun, sebagian besar orang kerap mengira itu adalah gejala awal rematik. Padahal, osteoarthritis primer CMC tidak sesederhana itu.

Baca juga:  Berapa Jam Waktu Tidur yang Ideal? Bukan 8 Jam

CMC ibu jari sebenarnya adalah sendi artritis yang paling sering terlibat kedua di tangan, setelah sendi interphalangeal distal. Prevalensi pada wanita adalah dua kali lipat dari pria dan hingga 25% prevalent pada wanita postmenopause.

Aktivitas berulang, cedera sebelumnya, dan kelemahan sendi umum berkontribusi pada pengembangan osteoarthritis primer CMC. Penyebab sekunder meliputi rheumatoid/arthritis psoriatik, gout, penyakit kolagen vaskular, infeksi,dan penyakit Lyme. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa Anda terkena osteoarthritis primer CMC?

Gejala Osteoarthritis Primer CMC

  • Sakit di persimpangan ibu jari dan pergelangan tangan.
  • Nyeri semakin bertambah saat Anda menggerakkan ibu jari untuk menulis.
  • Fungsi sendi bagian jempol dan pergelangan tangan memburuk.
  • Kelemahan cengkraman tangan.
  • Tulang di atas sendi mengalami pertumbuhan ekstra dan menonjol.
  • Nyeri sendi atau artritis semakin parah saat malam hari menjelang tidur.
Ilustrasi: gejala CMC osteoarthritis (sumber: libraot.com)

Ilustrasi: gejala CMC osteoarthritis (sumber: libraot.com)

Ketika Anda memeriksakan diri ke dokter, mungkin ahli medis akan mengira ini sebagai osteoarthritis dari CMC berdasarkan gejalanya. Untuk memastikannya itu adalah osteoarthritis primer CMC dan seberapa tingkat keparahannya, dokter akan menyarankan Anda melakukan pemeriksaan lanjut menggunakan x-ray.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Mencegah Tooth Loss pada Orang Dewasa

Dengan meneliti lebih lanjut mengenai penyakit Anda, pilihan pengobatan untuk osteoarthritis primer CMC sama seperti pengobatan untuk osteoarthritis. Dalam pedoman AS terbaru, Anda bisa melakukan terapi khusus berikut.

Pengobatan Osteoarthritis Primer CMC

  • Memakai penjepit atau belat yang dikenal sebagai orthosis.
  • Terapi yang dirancang khusus untuk gangguan CMC.
  • Mengikuti program seminar motivasi terkait cara mengelola gejala Osteoarthritis Primer CMC yang mengganggu.
  • Minum obat antiinflamasi dan pereda nyeri seperti ibuprofen.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan terapi okupasi, yakni terapi fisik yang fokus pada fungsi jari dan pergelangan tangan untuk aktivitas sehari-hari. Namun, dampak okupasi belum dievaluasi secara komprehensif.

Terapi Okupasi untuk Osteoarthritis Primer CMC

Sebuah studi baru menegaskan efektivitas terapi okupasi dengan 180 orang peserta pengidap osteoarthritis primer CMC. Usia rata-rata mereka adalah 63 tahun dan 80% adalah perempuan. Setengah secara acak ditugaskan untuk menerima terapi okupasi (termasuk pendidikan, latihan, kawat gigi, dan alat bantu) sementara setengah lainnya hanya menerima informasi tentang osteoartritis. Hasilnya menunjukkan, terapi okupasi selama tiga bulan secara efektif menghilangkan rasa sakit saat istirahat dan setelah berolahraga, serta meningkatkan kekuatan dan fungsi genggaman.

Baca juga:  Apa Efek Samping & Bahaya Obat Yunnan Baiyao?

Penelitian ini adalah salah satu penelitian terbaik yang mengevaluasi terapi okupasi untuk osteoarthritis primer CMC. Namun, itu memiliki beberapa keterbatasan. Peserta tahu apakah mereka menerima terapi okupasi atau tidak, sehingga harapan dan dampak efek plasebo dapat memengaruhi hasil. Penelitian ini berlangsung hanya tiga bulan, sehingga dampak terapi okupasi dalam jangka panjang tidak dinilai.

Terlepas dari seberapa umum osteoarthritis primer CMC dan seberapa banyak masalah yang ditimbulkannya, masih banyak pertanyaan yang tersisa. Hal itu termasuk perkembangan, cara memperlambat, cara menghentikan, lama pengobatan, jenis terapi paling efektif, dan olahraga yang tepat untuk osteoarthritis primer CMC.

[1] Kaharuddin, Agus Salim Bin, dkk. 2021. Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Penyakit Arthritis pada Lanjut Usia di Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare, Vol. 4(1): 155-164.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*