Efek Samping & Bahaya Minum Fish Oil (Minyak Ikan), Anda Wajib Tahu!
Anda pasti sudah sering mendengar atau bahkan saat ini rutin mengonsumsi suplemen fish oil (minyak ikan) untuk menunjang kesehatan. Suplemen minyak ikan banyak tersedia di pasaran dalam berbagai merek yang bisa dipilih sesuai dengan selera. Minyak ikan mengandung omega 3 berupa asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) yang diklaim bermanfaat untuk menjaga kesehatan, khususnya jantung dan juga pembuluh darah. Di samping itu, minyak ikan pun disebut-sebut baik untuk mendukung pertumbuhan otak anak. Namun, adakah efek samping atau bahaya dari fish oil?
Manfaat Minyak Ikan
Bagi dunia kesehatan ternyata ikan memiliki banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh, terlebih lagi ikan laut. Hal ini merupakan solusi alternatif bagi Anda yang tidak suka makan ikan, namun ingin mendapat manfaat yang sama dari kandungan ikan tersebut.Kadar minyak ikan sangat bervariasi. Faktor yang memengaruhinya adalah spesies (jenis) ikan, jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur, dan lokasi geografis.[1]
Kandungan minyak yang terdapat dalam ikan dapat dikelompokkan menjadi: (1) ikan berlemak sedikit (lean fish) dengan kandungan minyak kurang dari 2 persen, (2) ikan berlemak rendah (low fat) dengan kandungan minyak 24 persen, (3) ikan berlemak sedang (medium fat) dengan kandungan minyak 48 persen, (4) ikan berlemak tinggi (high fat) dengan kandungan minyak lebih dari 8 persen. Sedangkan klasifikasi penyimpanan minyak dalam ikan adalah: pertama, ikan yang menyimpan minyak dalam hati (fish liver oil), seperti ikan kembung, cod, dan hiu. Kedua, ikan yang menyimpan minyaknya dalam daging (fish body oil), seperti ikan lemuru, paus, sidat, tongkol, makarel, dan ikan herring.
Kandungan minyak ikan adalah vitamin A dan D, asam lemak tidak jenuh ganda. Asam lemak tak jenuh ganda tersebut sangat bermanfaat bagi proses kecerdasan, penglihatan, dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, bermanfaat juga dalam menanggulangi masalah aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) dan penyakit jantung koroner.
Asam lemak pada minyak ikan mempunyai konfigurasi Omega-3. Asam lemak Omega-3 banyak dijumpai pada ikan laut, seperti lemuru, herring, makarel, salmon, tuna, dan anchovy. Minyak ikan lemuru kaya akan EPA yang jumlahnya dapat mencapai 7,1 g/100 g, sedangkan minyak ikan tuna kaya akan DHA dengan jumlah 8,2 g/100 g.[2]
Para wanita terkadang juga mengonsumsi minyak ikan (fish oil) untuk mencegah rasa nyeri ketika haid, nyeri payudara dan komplikasi dengan kehamilan seperti keguguran, tekanan darah tinggi pada kehamilan (preeklampsia), dan persalinan dini.
Dosis & Cara Minum Fish Oil
Dosis fish oil atau minyak ikan untuk setiap orang terkadang bisa berbeda-beda, tergantung dari produk suplemen dan juga kebutuhan seseorang. Jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat sesuai anjuran yang tertera pada kemasan, minyak ikan tentunya bisa memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan.
Suplemen fish oil sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan atau saat makan. Minyak ikan dalam bentuk kapsul atau kapsul lunak harus ditelan dalam kondisi utuh tanpa membelah atau membuka isi kapsul terlebih dahulu. Sedangkan konsumsi minyak ikan dalam bentuk tablet isap, caranya dengan mengisap tablet sampai larut di mulut. Untuk minyak ikan sediaan tablet kunyah, kunyah tablet hingga larut sebelum ditelan, lalu minum air putih sesudahnya.
Efek Samping & Bahaya Fish Oil
Dilansir dari Alodokter, konsumsi fish oil atau minyak ikan mungkin menimbulkan beberapa efek samping, seperti halitosis (bau mulut), rasa amis di mulut, mual, heartburn, sakit perut, sendawa, mimisan, ruam kulit ringan, nyeri punggung, hingga diare.
Periksakan ke dokter apabila efek samping tersebut tidak kunjung reda atau justru memburuk. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti nyeri dada, demam, menggigil, atau detak jantung tidak teratur. Selain itu, konsumsi suplemen minyak ikan (fish oil) dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbahaya, sepertiterjadinya perdarahan yang sulit berhenti dan stroke.
[1]Darmawan, AB. 2013. Anti-Aging Rahasia Tampil Muda di Segala Usia. Yogyakarta: Media Pressindo, hlm 140.
[2]Ibid., hlm 141.

Leave a comment