Rekomendasi Merk Suplemen Vitamin D3 yang Bagus
Sebelumnya, keberadaan suplemen vitamin D3 mungkin tidak setenar vitamin C dan E. Namun, setelah paham fungsinya, banyak orang yang kini memburu suplemen vitamin D agar dapat meningkatkan kekebalan tubuh mereka dalam melawan infeksi atau virus. Di pasaran pun semakin banyak pilihan produk suplemen vitamin D3 yang bagus untuk mencukupi kebutuhan vitamin D harian.
Kita sekarang tahu bahwa vitamin D itu bukan sekadar fat-soluble vitamin yang diperlukan untuk kesehatan tulang, melainkan memiliki banyak fungsi lain yang berkaitan dengan metabolisme di dalam tubuh kita, seperti fungsi otot, fungsi imun, aktivitas insulin, keseimbangan kalsium, dan keseimbangan fosfor dan mengatur tekanan darah, serta mencegah terjadinya kanker.[1]
Terdapat dua sumber vitamin D yaitu sumber endogen dan eksogen. Sumber endogen merupakan sumber dominan yaitu vitamin D yang disintesis ketika sinar ultraviolet B (UVB) dari sinar matahari mengenai lapisan epidermis dan dermis kulit. Sumber eksogen yaitu berasal dari makanan yang dikonsumsi dan suplemen vitamin D, namun sumber yang berasal dari makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh.
Sumber Vitamin D
Sinar Matahari
Paparan sinar matahari yang mengandung sinar UVB pada kulit akanmengawali sintesis vitamin D ketika panas tubuh mengubah previtamin D yaitu 7-dehidrokolesterol yang tersebar di seluruh tubuh menjadi bentuk akhir yang lebih aktif. Vitamin D yang berasaldari dalam tubuh akan berada di kapiler kulit lebih lama dibandingkan dengan vitamin D yang berasal dari makanan dan suplemen. Terpapar sinar matahari 5-30 menit setiap 2-3 kali perminggu sangat cukup untukmemenuhi kebutuhan vitamin D tubuh.
Waktu yang baik untuk berjemur di bawah sinar matahari yaitu mulai pukul 11.00-14.00 ketika sinar UVB memuncak dan relatifstabil yakni 1-2 MED/jam. Ketika sinar UVBmemuncak waktu untuk berjemur dapatsemakin singkat. Kebutuhan vitamin D pada tubuh dapat dipenuhi sebesar 80-100% oleh vitamin D yang disintesis pada kulit ketika terpapar sinar matahari secara langsung. Untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh tetap tercukupi, minimal 20% permukaan kulit harus terpapar sinar matahari secaralangsung tanpa terhalang pakaian atau tabir surya.
Makanan
Vitamin D yang berasal dari makanan dapat dibedakan menjadi tiga, yakni yang berasal dari sumber asli, ASI, dan suplemen. Sumber vitamin D yang berasal dari sumber asli di antaranya ikan salmon, ikan makerel, ikan tuna, minyak hati ikan cod, jamur, dan kuning telur. Mengonsumsi minyak ikan minimal 3-4 kali/minggu dapat membantu mengoptimalkan kebutuhan vitamin D dalam tubuh.
Pemberian suplemen vitamin D biasanya untuk mengatasi kondisi defisiensi vitamin D3. Terdapat pula makanan-makananyang difortifikasi dengan vitamin D untukmeningkatkan asupan vitamin D lebihadekuat lagi yaitu seperti mentega, sereal,susu, jus jeruk, keju, dan makanan bayi.[2]
Nah, jika Anda sedang mencari produk suplemen vitamin D3 yang bagus, berikut beberapa rekomendasi untuk Anda.
Merk Vitamin D3 yang Bagus
- My Well Vitamin D3 1000 IU (Rp15.900 – Rp22.000)
- Prove D3-1000 (Rp 105.000)
- HolistiCare D3 1000 (Rp122.800)
- NuDITRI Vitamin D3 1000IU (Rp160.000)
- Nutrimax Vitamin D3 1000 IU (Rp171.000)
- Sido Muncul Vitamin D3 1000 IU (Rp210.000)
- Blackmores Vitamin D3 1000 IU (Rp249.000)
Dilansir dari Hellosehat, berikut ini dosis umum yang dianjurkan untuk konsumsi suplemen vitamin D3.
Dosis Vitamin D3
- Dewasa insufisiensi (tidak cukup) vitamin D: 600-2000 IU secara oral 1x sehari (tidak lebih dari 4000 IU per hari).
- Dewasa defisiensi (kurang) vitamin D: 5000 IU seminggu 1x selama 8 minggu, atau 6000 IU seminggu 1x selama 8 minggu (tidak lebih dari 10000 IU per hari).
- Anak insufisiensi (tidak cukup) vitamin D: 0-12 bulan sebanyak 400 IU sekali sehari atau 1- 18 tahun sebanyak 600 IU sekali sehari.
- Anak defisiensi (kurang) vitamin D: hingga 1 tahun sebanyak 2000 IU secara oral 1x sehari selama 6 minggu, atau 50000 IU secara oral 1x seminggu selama 6 minggu. Usia 1-18 tahun sebanyak 2000 IU secara oral1xsehari selama 6 minggu, atau 50000 IU secara oral1x seminggu selama 6 minggu.
Untuk mengetahui dosis vitamin D3 yang akurat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dapat meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi.
[1]Hermawan, D. 2016. Sehat Selalu Dengan Vitamin D. Arie P, editor. Yogyakarta: Andi, hlm 4.
[2]Fiannisa, R. 2019. Vitamin D sebagai Pencegahan Penyakit Degeneratif hingga Keganasan: Tinjauan Pustaka. Jurnal Medula. 9(3): 385-392.



Leave a comment