Cara Merawat Gigi Implan Agar Lebih Tahan Lama
Penggunaan implan gigi saat ini sudah menjadi pilihan yang banyak diminati untuk menggantikan kehilangan gigi, hal ini dikarenakan kelebihan penggunaan implan gigi dibandingkan gigi tiruan jenis lainnya. Implan memiliki beberapa kelebihan yaitu memberikan penggantian pada gigi yang hilang dengan estetis baik, dapat menggantikan kehilangan gigi dengan jumlah banyak, tidak repot melepas dan membersihkan implan, serta tidak mengorbankan gigi tetangga untuk dijadikan penyangga.
Implan gigi adalah suatu biomaterial bedahbiologis atau alloplastik yang dimasukkan ke dalam jaringan lunak dan/atau jaringan keras pada rongga mulut dengan tujuan fungsional atau kosmetik. Implan dapat dikatakan menjadi solusi bagi berbagai masalah kedokteran gigi yang dulunya sangat sulit diselesaikan, seperti pasien tak bergigi sama sekali, kehilangan abutment posterior, korban trauma dengan kehilangan gigi dan tulang, atau bahkan untuk kasus kehilangan 1 gigi.
Beberapa hal perlu diperhatikan agar implan dapat beradaptasi dengan baik. Salah satunya adalah kondisi tulang alveolar yang akan menerima implant, yaitu jarak antarap uncak tulang alveolar dan gigi antagonisnya, jarak mesio-distal tulang (walaupun tergantung ukuran diameter implan, rata-rata 6-8 mm), dan lebar fasio-lingual tulang (umumnya minimal 6 mm).[1]
Lebih dari 220 merek implan telah diidentifikasi, diproduksi oleh sekitar 80 produsen, dibuat dari bahan yang berbeda, dengan modifikasi permukaan yang berbeda serta berbagai bentuk, panjang, dan diameter. Implan dibuat dalam berbagai bentuk, ukuran yang berbeda, sepert ikerucut atau sekrup silinder, berbentuk akar atau pelat tipis yang disebut piring atau bilah.
Pemilihan bentuk dan ukuran implan menjadi bagian penting dari prosedur rencana perawatan agar didapat implan yang stabil secara fungsi pengunyahan dan fungsi estetik. Bentuk dan ukuran dari berbagai desain implan kedokteran gigi saat ini memiliki inovasi atau modifikasi desain morfologi yang berbeda jika dibandingkan dengan desain implan klasik.
Di kedokteran gigi, implan didesain untuk dapat menerima berbagai macam gaya yang bekerja selama fungsi pengunyahan serta untuk memenuhi sifat estetik. Fungsi implant harus dapat menyalurkan daya kunyah ke jaringan sekitarnya,maka implan harus didesain untuk dapat menahan beban kunyah secara biomekanik agar dapat mendukung fungsi protesa.[2]
Selain desain dan proses pemasangan implan, hal lain yang tak kalah penting adalah perawatan gigi setelah implan. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan setelah pemasangan implan, seperti dilansir dari Klikdokter.
Cara Merawat Gigi Implan
- Rutin berkonsultasi ke dokter. Anda yang telah memasang gigi implan setidaknya perlu menjalani pemeriksaan rutin setiap 3 bulan sekali pada satu tahun pertama. Sedangkan di tahun berikutnya, pemeriksaan implan gigi dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan dalam mulut secara mendetail.
- Menyikat implan gigi dengan sikat gigi berbulu lembut dan membersihkan sela-sela implan gigi dengan sikat interdental.
- Selalu pantau kondisi gusi di sekitar implan gigi untuk mencegah kambuhnya penyakit gusi yang sudah dirawat sebelumnya.
- Patuhi instruksi perawatan implan dari dokter gigi supaya implan yang dipasang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.
- Pilih produk perawatan gigi yang dapat membersihkan plak dan karang gigi yang menempel pada implan.
- Jaga kesehatan mulut dengan menggunakan obat kumur yang mengandung Chlorhexidine gluconate. Obat kumur tersebut kabarnya bisa mengurangi penumpukan plak di sekitar implan gigi. Selain itu, Anda juga bisa mencelupkan sikat gigi dalam cairan Chlorhexidine saat hendak menyikat gigi.
- Selama masa penyembuhan, pembersihan plak dengan sikat gigi untuk sementara waktu kurang dianjurkan.
- Perawatan implan gigi di rumah dilakukan sesegera mungkin setelah operasi pemasangan implan tahap pertama selesai.
Bagaimana? Cukup mudah bukan cara merawat gigi implan? Apabila ada hal yang kurang Anda pahami, Anda bisa berkonsultasi dan menanyakannya ke dokter gigi yang bersangkutan.
[1] Ananda, N dkk. 2017. Pertimbangan Penggunaan Implan Gigi pada Lansia. Insisiva Dental Journal. 6(1): 47-55.
[2] Arsista, D & Yosi KE. 2018. Desain dan Fungsi Implan Kedokteran Gigi yang Beredar di Pasaran. Jurnal Kedokteran Gigi Unpad. 30(3): 168-174.


Leave a comment