Mengenal Bahan Beracun pada Wajan Teflon, Termasuk PFAS

Memasak dengan Wajan Teflon - www.today.com Memasak dengan Wajan Teflon - www.today.com

Selain menjaga asupan gizi, Anda juga harus mencegah bahan-bahan berbahaya masuk ke dalam tubuh jika ingin tetap sehat. Bahan yang termasuk paling beracun untuk kesehatan tubuh adalah logam berat dan ternyata kandungan seperti ini bisa ditemukan dalam wajan teflon yang Anda gunakan sehari-hari.

Wajan Teflon Mengandung PFAS

Logam berat cenderung terakumulasi, sehingga konsentrasi bahan ini bisa meningkat dalam sistem biologis. Hal ini juga disebabkan oleh penyimpanan logam lebih cepat daripada proses metabolisme tubuh yang berfungsi mengeluarkan logam berat. Tidak seperti molekul organik, logam tidak memerlukan bioaktivasi atau mengalami modifikasi enzimatik yang menghasilkan spesies kimia reaktif untuk proses detoksifikasi.[1]

Diketahui pula, logam berat dapat masuk ke dalam tubuh melalui lingkungan atau asupan makanan yang diserap tubuh. Logam berat umumnya bersifat racun terhadap makhluk hidup, termasuk manusia. Apabila logam berat dikonsumsi dalam jumlah banyak, dipercaya dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis.

Salah satu penyebab makanan dapat terkontaminasi logam berat berbahaya adalah wadah atau alat masak yang dipakai. Dilansir dari Deutsche Welle seorang reporter bernama Tim Schauenberg menjalani tes darah untuk mengetahui apakah ada endapan logam dalam tubuhnya. Endapan logam berbahaya memang bisa diketahui dari tes darah dan biasanya ini berada dalam tubuh akibat pola hidup.

Baca juga:  Tips Menjaga Kesehatan Agar Cepat Hamil

Masih dari sumber yang sama, logam berat yang umum ada di dalam tubuh adalah PFAS (Per- and polyfluoroalkyl substances) dan biasanya terdapat pada jas hujan, kotak kemasan pizza, kemasan sayuran beku, dan wajan anti-lengket atau biasa disebut dengan wajan teflon. PFAS dikenal cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena bisa mengendap selamanya dalam darah dan sulit dikeluarkan.

Wajan Teflon Mengandung PFAS - www.tasteofhome.com

Wajan Teflon Mengandung PFAS – www.tasteofhome.com

Seorang konsultan lingkungan di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bernama Ronald Weber menggambarkan, PFAS adalah salah satu bahan kimia paling mengancam yang pernah ditemukan. Tak hanya ditemukan di negara-negara dengan populasi manusia tinggi, PFAS bahkan ditemukan di Arktik yang lebih banyak dihuni beruang kutub.

Tercatat sekitar 98% orang di Amerika serikat memiliki darah yang sudah terkontaminasi PFAS. Sebuah studi di India, Indonesia, dan Filipina menemukan zat beracun ini di hampir semua sampel ASI yang diuji. Selain itu, diperkirakan setiap anak di Jerman telah terpapar zat beracun tersebut dengan jumlah seperlima anak di negara ini memiliki konsentrasi PFAS melebihi tingkat kritis dalam darahnya.

Baca juga:  HARGANYA LUMAYAN, MINYAK WIJEN COCOK UNTUK MAKANAN APA SAJA?

Alasan PFAS Masih Eksis

Schauenberg yang masih kebingungan dengan tingkat PFAS dalam tubuhnya, mencari tahu lebih dalam dengan mengirimkan sampel darahnya ke sebuah laboratorium bernama IPASUM di selatan Kota Erlangen, Jerman. Reporter ini mengirim darahnya untuk dianalisis kandungan PFOA (Perfluorooctanoic acid) dan PFOS (Perfluorooctanesulfonic acid) yang termasuk dalam kategori PFAS.

PFOA dan PFOS dikenal sebagai bahan untuk membuat wajan teflon dan dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan ginjal, menurunkan kesuburan pria, memengaruhi berat bayi baru lahir, dan memengaruhi efektivitas vaksin. Dalam konsentrasi tinggi, dua bahan berbahaya ini mampu meningkatkan risiko kanker.

Dalam sampel yang diberikan reporter itu, IPASUM menemukan empat nanogram PFOA dan PFOS per liter darah. Bisa diartikan, jumlah zat logam yang terkandung dalam tubuhnya mencapai seperseribu dari berat sebutir pasir. Hal ini membuat Schauenberg merasa sedikit lega, karena jumlah PFOA dan PFOS dalam tubuhnya di bawah tingkat kritis.

Membersihkan Wajan Teflon - id.pinterest.com

Membersihkan Wajan Teflon – id.pinterest.com

Seorang profesor di IPASUM bernama Thomas Göen mengatakan, konsentrasi PFOA dan PFOS pada darah reporter tersebut tidak menimbulkan risiko kesehatan. Namun, perlu diwaspadai karena dua logam berbahaya ini bersifat persisten dan dapat menumpuk dalam tubuh.

Baca juga:  Macam-macam Bahan Pengental yang Aman Digunakan untuk Minuman

Göen juga mengatakan, dua bahan logam berbahaya ini dapat terakumulasi dalam dosis dan mungkin menjadi konsentrasi yang bermasalah bagi kesehatan. Bisa dibilang, PFOA dan PFOS adalah bahan kimia selamanya (permanen) yang sangat stabil, sehingga tidak terurai di dalam tubuh manusia dan pengeluarannya sangat lambat. Konon, para ilmuwan masih mencari cara yang tepat untuk mengeluarkan logam ini.

Sementara memiliki efek negatif bagi tubuh makhluk hidup, PFAS dengan sifatnya memang menjadi sangat berguna untuk membuat aneka perkakas. Selain itu, PFAS diketahui memiliki sifat tahan air, lemak, kotoran dan suhu. Hal ini pula yang membuat hampir sebagian besar peralatan rumah tangga yang berbahan logam mengandung PFAS, termasuk wajan anti-lengket di rumah.

[1] Widayanti, Elok. 2018. Analisa Kandungan Logam pada Bubur Nasi yang Diolah dengan Berbagai Jenis Peralatan Memasak (Laporan Penelitian Calon Dosen). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Jurusan Gizi Malang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*