Waspada, Cahaya Biru Ponsel Bisa Rusak Kulit Wajah
Bisa dibilang, saat ini ponsel cerdas telah menjadi sahabat manusia. Namun, di balik segudang manfaatnya, ternyata smartphone yang memiliki blue light atau cahaya biru dapat merusak kesehatan kulit wajah. Sayangnya, saat ini tidak ada smartphone yang tidak memiliki blue light.
Efek Negatif Blue Light pada Kulit
Sinar biru dipancarkan oleh layar smartphone saat HP berada dalam kondisi nyala. Berdasarkan penelitian, blue light sering menjadi penyebab kerusakan pada jaringan penglihatan. Sebagai solusi, saat ini banyak ponsel dengan layar yang dilapisi pelindung khusus. Selain mencegah kerusakan pada layar, pelindung tersebut dapat melindungi mata dari kerusakan, namun tidak untuk lainnya.[1] Apalagi, selain bisa merusak mata, ternyata cahaya biru juga memiliki efek negatif jika terkena kulit.
Dilansir dari allure, cahaya biru merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak yang memiliki energi tinggi. Sumber utama cahaya biru yang bisa kita temukan sehari-hari adalah matahari, sedangkan sumber lainnya, antara lain komputer, TV, hingga layar gadget termasuk ponsel.
Dilihat dari sumbernya, daripada matahari yang bisa kita temui setiap hari, manusia lebih sering terpapar blue light yang dihasilkan oleh ponselnya sendiri. Apalagi, hampir 50% hidup manusia milenial saat ini dihabiskan untuk menatap layar ponsel. Bahkan, kebanyakan orang lebih suka menatap layar ponsel di dalam ruangan yang gelap. Menatap layar smartphone di ruang yang gelap membuat radiasi cahaya biru pada ponsel lebih fokus pada penggunanya, khususnya pada bagian wajah.
Menurut beberapa penelitian, cahaya biru memang memiliki efek positif untuk kesehatan. Ini juga salah satu alasan bahwa sinar matahari di pagi hari memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Blue light memainkan peran penting untuk menjaga kesehatan tubuh, karena cahaya tersebut mampu mengatur ritme sirkadian pada tubuh. Ini termasuk siklus bangun pagi yang alami pada tubuh. Selain itu, cahaya biru dapat meningkatkan suasana hati serta membantu fungsi memori dan meningkatkan kemampuan kognitif.
Di balik efek positifnya, Anda juga perlu memperhatikan efek negatifnya. Jika Anda menerima paparan blue light terlalu lama dan sering, efek sampingnya sama dengan berjemur terlalu lama di bawah sinar matahari. Saat Anda terlalu lama menatap layar ponsel, tak sengaja Anda akan menerima lebih banyak radiasi blue light.
Salah satu efek negatif yang disebabkan oleh blue light pada kulit wajah adalah hiperpigmentasi. Bisa dibilang, kebanyakan menatap layar HP bisa membuat wajah menjadi lebih kusam dengan kulit yang menggelap. Selain itu, pada kondisi tertentu, blue light juga bisa menyebabkan melasma atau bintik-bintik hitam di wajah.
Para ahli juga menjelaskan bahwa blue light berkontribusi dalam pemecahan kolagen yang dapat mengurangi tingkat elastisitas dan kekenyalan kulit. Jika ini diteruskan, maka tanda-tanda penuaan dini juga ikut bermunculan. Tanda penuaan dini yang sering muncul akibat radiasi blue light, yaitu keriput dan kulit yang menipis.
Namun, karena ponsel sebagai sumber cahaya biru tidak sebesar matahari, maka dibutuhkan waktu yang lama untuk merusak jaringan pada kulit. Hal ini yang membuat banyak orang tidak sadar mengenai dampak negatif sinar biru pada ponsel. Bahkan, banyak orang yang memiliki kulit kusam atau melasma tapi tidak tahu penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengatasi efek negatif blue light pada ponsel?
Tips Mencegah dan Mengatasi Efek Negatif Blue Light
- Pakai sunscreen. Sunscreen atau tabir surya sangat penting untuk menjaga kulit dari paparan sinar matahari. Selain itu, sediaan kosmetik tersebut juga bisa menangkal radiasi blue light dari ponsel Anda. Sehingga, Anda harus memakainya selama Anda masih sibuk dengan ponsel, meskipun berada dalam ruangan.
- Tidak menggunakan ponsel di malam hari. Saat malam, sebaiknya Anda lebih fokus pada pekerjaan yang lain dan berhenti menatap layar ponsel. Selain dapat mengacaukan jam tidur Anda, radiasi sinar biru akan lebih kejam di malam hari. Apalagi saat Anda berada di dalam ruang gelap, maka 100% cahaya biru dari layar ponsel akan terserap langsung ke kulit Anda.
- Memakai skincare. Untuk mengatasi efek samping yang dihasilkan blue light, Anda bisa memakai skincare. Rajinlah mengaplikasikan produk perawatan kulit dengan manfaat healing, seperti produk yang mengandung vitamin E dan C. Ini akan membantu kulit untuk menyembuhkan diri dalam waktu yang lebih cepat.
Selain cara di atas, sebaiknya Anda menjadwal pemakaian ponsel setiap harinya. Pakailah smartphone Anda hanya untuk hal-hal yang penting. Selain mendisiplinkan diri, cara tersebut terbilang ampuh untuk mencegah kerusakan kulit akibat blue light pada ponsel.
[1] Kumorowati, Bhekti, dkk. 2016. Analisis Reduksi Intensitas Cahaya pada Smartphones’ Screen Protector dan Dampak pada Mata. Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika, Vol. 1(1): 1-4.



Leave a comment