Apa Saja Tips Atasi Sulit Tidur untuk Lansia?
Sulit tidur meskipun sudah memejamkan mata lebih dari 10 menit mungkin adalah hal yang wajar bagi para lansia. Gangguan tidur seperti terbangun tiba-tiba di malam hari juga bisa menjadi penyebabnya. Meski demikian, ini tentu membuat sebagian orang menjadi kesal dan lelah di siang hari. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba beberapa tips supaya bisa tidur lebih cepat dan lelap.
Manfaat Tidur dan Penyebab Sulit Tidur
Tidur merupakan bagian hidup yang penting untuk membantu proses pembentukan sel-sel tubuh, memperbaiki kerusakan sel, menjaga keseimbangan metabolisme, dan menjaga keseimbangan kimiawi tubuh.[1] Selain itu, tidur yang tepat sama pentingnya dengan diet dan olahraga. Saat Anda tidur, racun yang ada di otak akan dibersihkan, sehingga membuat ingatan Anda tetap tajam dan memiliki risiko rendah terhadap penyakit Alzheimer.
Namun, seiring bertambahnya usia, waktu tidur seseorang bisa menjadi lebih singkat, karena gangguan yang sering muncul. Tak heran jika sudah tua, banyak orang yang mengalami gangguan metabolisme dan kerusakan sel secara cepat. Padahal, jumlah waktu tidur yang dibutuhkan setiap orang tidak akan berubah seiring bertambahnya usia. Diketahui, orang dewasa hingga lansia membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 9 jam per malam. Waktu ini sama seperti ketika Anda masih anak-anak dan remaja.
Sayangnya, tidak semua orang bisa tidur dalam waktu 7 hingga 9 jam setiap harinya. Anda bisa mengambil jadwal tidur dengan ketentuan waktu tidur yang sehat, yaitu selama 4 hingga 5 jam selama seminggu penuh, dalam artian nyenyak dan tidak mengalami gangguan yang membuat Anda lelah saat bangun tidur.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, orang yang sudah tua sering mengalami kesulitan tidur akibat beberapa faktor, seperti penggunaan obat tertentu, sleep apnea, dan sindrom kaki gelisah. Khusus untuk sindrom kaki gelisah, tidak hanya diderita oleh lansia, tetapi juga orang dewasa dengan gangguan sistem saraf di area kaki. Bagi Anda yang mengalami sulit tidur akibat gangguan seperti ini, sebaiknya Anda tidak membiarkannya begitu saja.
Buatlah jadwal untuk berkonsultasi dengan dokter, karena bisa jadi ini adalah masalah yang serius. Dokter akan menawarkan beberapa macam perawatan, mulai dari terapi psikologis, fisik, hingga obat. Selain itu, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah untuk mengatasi masalah sulit tidur.
Tips Atasi Sulit Tidur
- Perhatikan jenis obat harian Anda, jenis pil diuretik memiliki kemampuan untuk mengontrol tekanan darah dan membuat Anda tidak nyaman tidur di malam hari. Selain itu, obat ini juga memiliki fungsi untuk mengontrol kadar air di kantung kemih, biasanya jumlah air akan semakin meningkat di malam hari dan membuat Anda terganggu saat tidur karena harus pergi ke toilet.
- Hindari obat anti-depresan yang memiliki efek samping mengantuk di siang hari, sehingga membuat Anda kesulitan tidur di malam hari. Anda bisa menggantinya dengan obat tertentu dan menurunkan dosisnya, sehingga Anda bisa tidur nyenyak di malam hari.
- Jangan tidur siang terlalu lama meskipun Anda baru begadang. Bagi lansia, sangat tidak dianjurkan untuk begadang dan tidur siang lebih dari 20 menit. Ini akan mengganggu waktu tidur mereka di malam hari. Sebagai tips, Anda bisa menyetel alarm selama 15 hingga 20 menit, supaya tidak tidur siang berlebihan.
- Hindari menonton TV atau menggunakan laptop di malam hari jika tidak terlalu penting. Anda juga perlu mengurangi membaca berita terkait informasi yang terlalu berat. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba mendengarkan lagu tidur yang pelan.
- Hindari minum dalam jumlah banyak sebelum tidur, khususnya minuman bergula, bersoda, beralkohol, dan berkafein. Minuman seperti ini bisa membuat energi Anda bertambah, sehingga tubuh tidak bisa dipaksa untuk tidur. Sebagai gantinya, Anda bisa minum susu hangat untuk mempercepat tidur Anda.
Jika tips di atas masih kurang membantu, Anda bisa mengubah suasana kamar tidur dan memakai alat pembantu tidur. Jadikan kamar tidur Anda gelap dan sejuk atau pakailah penutup mata atau penutup telinga jika Anda sensitif terhadap cahaya atau kebisingan. Ini akan membantu Anda tidur nyenyak tanpa harus terbangun di malam hari. Selain itu, kondisi tidur seperti ini akan membuat pikiran Anda lebih santai dan berisiko rendah terhadap stres.
[1] Purwanto, Setiyo. 2008. Mengatasi Insomnia dengan Terapi Relaksasi. Jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Vol. 1(2): 141-148.



Leave a comment