Tips Mengatasi Kabut Otak & Alergi Musiman

Ilustrasi: susah berpikir jernih akibat kabut otak (sumber: getwellbe.com) Ilustrasi: susah berpikir jernih akibat kabut otak (sumber: getwellbe.com)

Pada bulan Mei atau biasanya musim semi (di luar negeri) dan peralihan menuju musim kemarau (di Indonesia), banyak orang yang mulai mengalami alergi musiman disebabkan oleh pohon, rumput, dan serbuk sari. Tanda-tanda alergi musiman antara lain bersin, mata berair, tersumbat, tenggorokan gatal, mengi, dan batuk. Tapi bagaimana dengan apa yang disebut kabut otak? Itu mungkin juga dialami oleh beberapa orang, termasuk Anda.

Apa Itu Kabut Otak & Korelasinya dengan Alergi?

Dalam dunia kedokteran, kabut otak sering diartikan sebagai kebingungan atau susah berpikir jernih.[1] Dilansir dari Alodokter, brain fog atau kabut otak adalah kondisi di mana seseorang merasa sulit untuk berkonsentrasi dan tidak bisa fokus ketika memikirkan suatu hal. Brain Fog bukanlah sebuah penyakit, tetapi gejala dari kondisi atau penyakit tertentu yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengingat.

Lantas, mengapa alergi dapat membuat otak Anda terasa sangat berkabut? “Gejala alergi dapat mengganggu tidur dan membuat orang merasa lebih lelah dan pening,” kata Dr. Mariana Castells, ahli alergi dan imunologi di divisi Alergi dan Imunologi Klinis di Brigham and Women’s Hospital yang berafiliasi dengan Harvard.

Baca juga:  Kulit Kering, Bersisik, dan Gatal? Yuk, Simak Cara Mengatasinya!

Ditambah lagi, tubuh Anda bisa menjadi lebih lemah karena melawan peradangan yang dipicu oleh alergi, berkontribusi pada kelelahan secara keseluruhan dan membuat lebih sulit untuk berkonsentrasi dan fokus.

Kemudian, saat Anda tak sengaja menghirup serbuk sari, sistem kekebalan Anda menghasilkan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Antibodi tersebut memicu pelepasan bahan kimia yang disebut mediator, seperti histamin, leukotrien, dan prostaglandin. Bahan kimia mempengaruhi jaringan di mata, hidung, dan tenggorokan, menyebabkan gejala seperti bersin dan mata berair.

Cara Mencegah Kabut Otak Akibat Alergi Musiman

  • Turunkan paparan Anda terhadap serbuk sari
  • Tutup jendela Anda jika memungkinkan, dan sesekali nyalakan AC atau gunakan pembersih udara dengan filter HEPA untuk membantu menghilangkan serbuk sari dari udara dalam ruangan.
  • Serbuk sari biasanya paling tinggi sekitar pukul 4 pagi hingga tengah hari, jadi batasi waktu di luar hingga sore atau malam hari.
  • Anda dapat memeriksa jumlah serbuk sari harian di wilayah Anda dan mendaftar untuk mendapatkan peringatan serbuk sari tinggi di www.pollen.com.
  • Mengenakan masker di luar saat serbuk sari tinggi dapat menghalangi sekitar 70% hingga 80% serbuk sari, kata Dr. Castells.
Baca juga:  Penyebab dan Solusi Mengatasi Rambut Rontok

Obat-obatan untuk Mengatasi Alergi Musiman

  • Pil antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk dan semprotan hidung (nasal spray).Orang-orang mentolerir antihistamin secara berbeda. Loratadine (Claritin), cetirizine (Zyrtec), dan fexofenadine (Allegra) kurang menenangkan dibandingkan antihistamin generasi pertama seperti diphenhydramine (Benadryl).
  • Pil dekongestan, seperti phenylephrine (Sudafed PE) dan pseudoephedrine (Sifedrine, Sudafed).
  • Obat antihistamin dan dekongestan kombinasi memiliki “D” yang ditambahkan di akhir nama merek, seperti Zyrtec-D, Allegra-D, dan Claritin-D, yang menggabungkan berbagai obat antihistamin dengan pseudoephedrine dekongestan.
  • Semprotan steroid hidung, seperti triamcinolone (Nasacort), budesonide (Rhinocort), dan fluticasone (Flonase), mengurangi peradangan yang menyebabkan hidung tersumbat, pilek atau gatal, dan bersin.

Jika alergi parah atau pengobatan OTC (over the counter) tidak cukup, ahli alergi dapat merekomendasikan suntikan alergi, atau mungkin tablet yang dirancang untuk mengobati alergi tertentu.

Suntikan alergi adalah suntikan alergen dalam jumlah kecil secara teratur, dengan dosis yang meningkat secara bertahap seiring waktu. “Suntikan alergi tidak sepenuhnya menghilangkan alergi Anda tetapi mengubah respons kekebalan Anda untuk mentolerirnya dengan lebih baik,” kata Dr. Castells.

Baca juga:  Waspada, Komposisi Lip Balm Ini Buruk untuk Bibir Anda

Selain itu, Anda juga bisa mempertimbangkan tablet untuk mengobati alergi terhadap rumput dan gulma menawarkan perlindungan yang sama seperti suntikan. Tablet ini dilarutkan di bawah lidah. Dr Castells mengatakan mereka harus digunakan setiap hari sebelum dan selama musim serbuk sari selama setidaknya lima musim.

Solusi lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan membilas hidung (nasal rinse). Cobalah membersihkan rongga hidung Anda dua kali sehari menggunakan larutan garam (saline) dalam spuit kecil atau neti pot, yang menyerupai teko kecil dengan cerat panjang. Keduanya dijual di toko obat dan online. Dilakukan sekali di pagi dan sore hari, teknik sederhana ini cukup efektif membilas serbuk sari.

[1]Nugroho, I. R. 2020. Menjadi Penulis Kreatif. Yogyakarta: Penerbit Anak Hebat Indonesia, hlm 42.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*