Apakah Susu Nabati Lebih Baik daripada Susu Sapi?
Terbuat dari gandum, almond, biji rami, kacang polong, dan kacang kedelai, susu nabati menjadi produk yang sedang laris di pasaran. Hal ini dikarenakan susu tersebut diklaim lebih baik daripada susu sapi yang mengandung lemak hewani dan tinggi kolesterol. Namun, ada juga yang membantah hal tersebut dan masih memprioritaskan susu sapi dibanding susu nabati, karena rasanya yang lebih creamy dan gurih.
Susu Sapi dan Nabati Sama Baiknya
Susu nabati menjadi pilihan alternatif bagi Anda yang menderita gangguan pencernaan tertentu dan alergi susu sapi. Alergi susu sapi (ASS) merupakan reaksi yang timbul akibat proses imunologis terhadap protein yang ada dalam susu sapi.[1] Biasanya, gejala ASS dapat diketahui mulai usia anak-anak.
Memang, susu nabati menjadi langkah paling efektif untuk mereka yang mengidap ASS, tetapi bagaimana dengan Anda yang tidak memiliki gejala ASS? Tentunya Anda tidak perlu mempermasalahkan jenis susu yang Anda konsumsi. Dilansir dari HuffPost, sebenarnya susu nabati dan susu sapi memiliki kebaikan yang sama, tergantung dari kondisi kesehatan konsumennya.
Selain itu, setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangannya berdasarkan bahan tambahan yang digunakan. Misalnya, ada produk susu nabati murni tanpa tambahan gula dan ada susu sapi murni rasa strawberry dengan tambahan gula. Tentunya, dari segi komposisi, akan dinilai lebih baik susu nabati murni dibandingkan susu sapi rasa strawberry.
Seorang kepala petugas medis bernama Gretchen San Miguel menjelaskan, baik dan buruknya produk susu nabati dan susu sapi tidak hanya bisa dibandingkan berdasarkan bahan dasarnya, tetapi juga banyaknya hormon tambahan dalam produksi susu, tambahan gula, karagen, dan dosis yang diberikan pada setiap individu. Selain itu, perlu diketahui bahwa semua produk susu sapi pasti akan mengandung hormon pertumbuhan secara alami.
Hormon pertumbuhan pada susu sapi memang tidak bisa dihindari, tetapi Anda bisa menghindari produk susu yang menggunakan hormon pertumbuhan sintetis yang dikenal sebagai rgGH atau rbST. Produk susu sapi dengan tambahan hormon sintetis diketahui dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Miguel juga menjelaskan, susu sapi merupakan sumber yang sangat baik dari segi nutrisi, termasuk kalsium, vitamin D, asam lemak, dan magnesium. Tak bisa dibandingkan dengan susu nabati, produk seperti ini juga mengandung nutrisi yang penting dari segi serat, vitamin, dan mineral.
Minum Jenis Susu Sesuai Kondisi Kesehatan
Dengan profil nutrisi yang serupa, Miguel dan seorang ahli diet bernama Kylene Bogden menyarankan Anda untuk membandingkan sebuah produk dari label nutrisi dan komposisinya. Dari situlah Anda bisa mengetahui bahan tambahan yang tidak baik untuk kondisi tubuh Anda sekaligus mempertimbangkan produk susu tersebut menjadi minuman harian.
Paling penting dan harus digarisbawahi sebelum membeli produk susu adalah mengetahui kesehatan dan diet Anda. Sebagai contoh, jika Anda memiliki gangguan jantung dan menghindari lemak jenuh, Anda akan disarankan untuk menghindari semua jenis susu, baik nabati maupun hewani. Namun, Anda bisa mencoba minum susu skim sebagai jenis susu sapi atau susu oat sebagai jenis susu nabati yang rendah lemak.
Sementara itu, bagi Anda yang menghindari gula untuk menekan risiko diabetes tipe dua, Anda bisa mengonsumsi susu sapi, tetapi tidak dianjurkan mengonsumsi susu yang terbuat dari gandum atau beras. Susu nabati yang terbuat dari gandum dan beras diketahui mengandung karbohidrat dan fruktosa tinggi dan ini bisa meningkatkan risiko diabetes. Sebagai alternatif, Anda bisa minum susu nabati berbahan dasar kelapa dan kacang almond. Susu seperti ini dipercaya rendah gula dan tinggi lemak baik.
Lalu, bagi Anda yang ingin minum susu sebagai pendamping diet untuk menurunkan berat badan, Anda tidak disarankan minum susu dengan kandungan lemak tinggi dan gula tambahan. Hindari susu sapi jenis full cream dan rasa-rasa. Sebaliknya, pilihlah jenis susu rendah lemak yang hambar. Sebagai alternatif lain jika Anda menderita ASS, pilihlah susu nabati yang kaya serat dan rendah lemak seperti susu kedelai.
Beberapa orang juga menyarankan untuk mengonsumsi susu skim dengan kandungan lemak jenuh paling sedikit di antara susu lainnya. Sementara itu, untuk susu nabati lainnya, Anda bisa minum susu oatmeal tanpa gula dan tambahan lainnya.
[1] Rahmasiwi, Anindita & Galuh Hardaningsih. 2017. Pengaruh Pemberian Formula Hidrolisat Ekstensif dan Isolat Protein Kedelai terhadap Status Pertumbuhan Anak dengan Alergi Susu Sapi. Jurnal Kedokteran Diponegoro, Vol. 6(2): 297-305.




Leave a comment