Apa Sih Perbedaan Sayur Lettuce dan Selada?

Sayur lettuce/selada (sumber: bhg) Sayur lettuce/selada (sumber: bhg)

Selama ini Anda mungkin sering bertanya-tanya mengenai lettuce dan selada. Sebagian orang ada yang menganggap lettuce dan selada adalah jenis sayuran yang berbeda. Jika memang iya, apa perbedaan lettuce dan selada? Berikut ulasannya.

Perbedaan Lettuce dan Selada

Rupanya lettuce dan selada merupakan jenis sayuran yang sama, alias tidak ada bedanya. Lettuce adalah sejenis selada, bahkan disebut selada krop dan mengandung banyak potassium, sodium, kalsium, fosfor, dan yodium. Lettuce kaya dengan magnesium dan zat besi.[1]

Selada diperkirakan berasal dari daerah sekitar Laut Mediterania, yang meliputi Asia Kecil, Transcaucasia, Iran, dan Turkistan. Diduga wilayah Timur Tengah (Mesir dan Iran) adalah pusat asal-usul tanaman selada. Hal ini didukung oleh banyaknya ditemukan spesies liar dari Lactuca yang dijumpai di kawasan antara Sungai Euphrates dan Tigris.

Pertama kali, selada dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai tanaman obat-obatan, seperti obat tidur, dan mulai tahun 4.500 SM, tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Menjelang abad pertama Setelah Masehi, selada banyak dikonsumsi oleh orang-orang Yunani dan Romawi.

Baca juga:  Proyeksi Keuntungan Jualan Bisnis Sosis Bakar Dengan Omzet Fantastis

Selada tipe kepala (selada telor) baru dikenal sejak tahun 1500-an, sedangkan tipe daun (selada daun) telah dikenal jauh sebelumnya. Lactuca sativa adalah satu-satunya genus Lactuca, yang didomestikasi dan dibudidayakan sebagai tanaman sayuran, sedangkan selada yang kini banyak dibudidayakan diperkirakan berasal dari seleksi terhadap kerabat liarnya, Lactuca seriola, baik melalui introgesi simultan dari gen-gen spesies Lactuca yang lain ataupun sebagai spesies yang terseleksi secara bebas.[2] Agar lebih paham, berikut jenis-jenis lettuce yang banyak dikonsumsi.

Jenis Lettuce

Romaine lettuce & butterhead lettuce

Romaine lettuce & butterhead lettuce

Romaine Lettuce

Romaine Lettuce (Lactuca sativa var. longifolia) atau yang juga kerap disebut cos lettuce ini memiliki tekstur yang renyah dan segar. Lembaran daunnya panjang dan lebih kaku dibanding selada lainnya, karena tulang daun yang sedikit tebal. Warna daun lebih gelap di bagian luar dan biasanya memiliki sedikit rasa pahit.

Butterhead Lettuce

Butterhead Lettuce (Lactuca sativa var. capitata) memiliki bentuk dan ukuran menyerupai kepala dengan bonggol daun yang tidak terlalu rapat. Dinamai butterhead lantaran daunnya bertekstur lembut dan terasa sedikit manis gurih layaknya mentega. Lettuce satu ini ada 2 varian, yang warna hijau dan merah (Salanova red butterhead).

Baca juga:  Ternyata Khasiat Ubi Ungu Lebih Banyak Dari Yang Anda Duga!

Iceberg Lettuce

Iceberg Lettuce (Lactuca sativa L.) disebut-sebut memiliki rasa seperti susu, tekstur renyah dan juicy. Oleh sebab itu lettuce ini juga dinamai crisphead lettuce. Lembaran daunnya yang lebar sering digunakan untuk membungkus atau menggulung beef salad.

Leaf Lettuce

Leaf Lettuce (Lactuca sativa crispa) memiliki lembaran daun yang terlepas atau terbuka. Di Indonesia kerap dijuluki selada keriting karena ujung daunnya yang bergelombang. Rasanya netral, segar, dan nyaris tanpa pahit.

Iceberg lettuce & leaf lettuce

Iceberg lettuce & leaf lettuce

Lollorosso

Lollorosso (Lactuca sativa var. acephala) memiliki semburat merah pada ujung daun yang mirip renda. Jenis ini cukup digemari karena tekstur dan rasa yang lembut serta sedikit renyah. Selada ini dipercaya sebagai ‘obat’ sakit perut dan pembangkit libido (afrodisiak).

Endive

Endive (Cichorium endivia) apabila dilepas satu per satu, kelopak daunnya berbentuk oval mirip mangkuk. Oleh sebab itu sering digunakan sebagai wadah untuk penyajian salad yang sekaligus dapat disantap. Tekstur Endive lembut seperti satin dengan sedikit sensasi rasa pahit.

Baca juga:  Apa Sih Manfaat dari Akar Pandan?

Watercress

Watercress (Cichorium endivia) atau yang dikenal sebagai selada air adalah tanaman akuatik atau semi-akuatif yang hidup dalam air. Cita rasanya segar, tetapi sedikit pahit. Jenis selada ini makin ke bawah tekstur batangnya semakin berserat.

Lollorosso, endive, & watercress

Lollorosso, endive, & watercress

Manfaat Lettuce

  • Membantu proses pertumbuhan.
  • Membantu mengobati diabetes.
  • Menambah darah.
  • Mencegah sariawan.
  • Membantu mencegah terjadinya bayi cacat lahir.
  • Membantu proses diet.
  • Membantu mengobati insomnia.
  • Menetralisir kandungan racun dalam tubuh.
  • Menjaga daya tahan tubuh.
  • Membantu menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh.

Setelah mengetahui apa saja manfaat lettuce atau selada, tentunya Anda pasti semakin tertarik mengonsumsi sayuran ini. Tenang saja, lettuce bisa diolah jadi berbagai macam hidangan. Mulai dari dikonsumsi dalam wujud segar sebagai olahan salad, ditambahkan dalam burger, sandwich, dan masih banyak lagi.

[1] Maria, A. 2008. Bertahan Hidup Dengan Terapi Jus. Yogyakarta: Pustaka Anggrek, hlm 134.

[2] Zulkarnain. 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta: Bumi Aksara, hlm 97.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*