Stres Akibat Bencana Alam Selama Kehamilan Berdampak pada Kesehatan Mental Anak
Stres pada masa kehamilan merupakan kondisi yang tidak nyaman (disforik) dan didefinisikan sebagai ketidakseimbangan ibu hamil untuk menolak berbagai perubahan dalam proses adaptasi selama kehamilan.[1] Ada banyak faktor yang menyebabkan stres pada wanita hamil dan salah satunya adalah bencana alam. Nah, stres selama kehamilan akibat bencana alam ini tidak hanya membahayakan ibu, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental anak.
Bencana Alam Membahayakan Ibu Hamil dan Anaknya
Meskipun dokter tidak dapat menentukan dengan tepat penyebab ADHD, depresi, atau kecemasan seorang anak, kita tahu bahwa genetika dan lingkungan berperan dalam perkembangan gangguan tersebut. Sebuah studi baru menyoroti bagaimana stres selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan mental anak, dan bagaimana perubahan iklim berdampak pada anak-anak saat ini.
Pada saat Superstorm Sandy mendarat di New York City pada Oktober 2012, Yoko Nomura, seorang profesor psikologi di Queens College, dan rekan-rekannya telah memulai ‘Studi Stres Selama Kehamilan. Penelitian ini didanai National Institutes of Health, untuk memahami efek stres ibu selama kehamilan pada perkembangan anak.
“Ketika penelitian sedang berlangsung, Superstorm Sandy terjadi,” kata Nomura dalam HuffPost. “Itu memberi para peneliti kesempatan mempelajari bagaimana badai itu mempengaruhi anak-anak di New York yang berada dalam kandungan.”
Setelah badai, ratusan ribu warga New York dibiarkan berhari-hari tanpa listrik. Banyak rumah warga yang rusak dan tak sedikit orang kehilangan tempat berteduh. Ini membuat sejumlah fasilitas, bahkan universitas menjadi tempat perlindungan mereka.
“Karena saya melakukan penelitian manusia, saya tidak bisa memanipulasi stresor. Saya tidak bisa meminta ibu hamil pergi ke medan yang berbahaya hanya untuk penelitian,” kata Nomura. “Badai, memberikan kesempatan untuk melakukan studi tentang stres psikososial ini.”
Nomura dan rekan-rekannya dengan cepat membagikan kuesioner untuk mengukur kesulitan yang dihadapi oleh orang hamil selama badai. Nomura berhipotesis bahwa paparan anak-anak terhadap hormon stres ibu mereka, meskipun plasenta mengubah kortisol menjadi bentuk yang tidak aktif, kortison akan berdampak pada otak anak-anak.
Stres Ibu Hamil Menyebabkan ADHD Anak
Ada 163 anak usia prasekolah yang terdaftar dalam penelitian ini, 66 anak di antaranya terpapar Superstorm Sandy di dalam rahim dan 97 anak tidak. Delapan puluh lima persen anak-anak tidak berkulit putih, dan 35% berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.
Tingkat keseluruhan gangguan pada kelompok anak-anak yang terpapar badai secara signifikan lebih tinggi (69,2%) dibandingkan dengan kelompok kontrol (51%). Anak-anak yang terpapar memiliki lima kali risiko gangguan kecemasan dan ADHD, dan 16 kali risiko distimia atau gangguan depresi persisten.
Hasilnya bahkan lebih mencolok bila dirinci berdasarkan jenis kelamin. Anak perempuan dalam kelompok terpapar memiliki risiko 20 kali lipat untuk gangguan kecemasan umum. Anak laki-laki memiliki risiko 15 kali untuk gangguan oposisi, 20 kali risiko gangguan perilaku, dan 62 kali risiko ADHD.
Apakah Stres Iklim Berbeda dari Jenis Stres Lainnya?
Dalam mengukur dampak psikologis dari badai, penelitian Nomura menunjukkan bahwa peristiwa stres lainnya, seperti akibat pandemi COVID-19, mungkin memiliki efek yang sama. Dan jika bencana alam memicu respons stres semacam ini, maka kita dapat mengharapkan implikasi kesehatan mental lebih lanjut saat perubahan iklim meningkat.
Perubahan iklim menghadirkan ancaman unik, tetapi jika menyangkut kesehatan mental, kita memiliki kemampuan untuk menyaring, mendiagnosis, dan mengobati kondisi kejiwaan pada anak-anak. Pemahaman kita tentang interaksi kompleks antara biologi dan lingkungan telah berkembang pesat, memungkinkan kita untuk mengidentifikasi anak-anak yang paling berisiko.
Temuan penelitian ini mungkin membuat beberapa orang tua merasa bahwa itu adalah tanggung jawab mereka untuk menghindari semua stres selama kehamilan, tetapi ini adalah suatu prestasi yang mustahil. Orang tua dari anak-anak yang memiliki diagnosis psikiatri mungkin juga bertanya-tanya apa yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya.
Daripada terjebak dalam rasa bersalah kita, atau mencoba mengisolasi penyebab gangguan kesehatan mental anak, sebaiknya para orang tua lebih menyadari waktu yang tepat untuk mengidentifikasi anak. Kita tidak bisa lari dari stressor, tetapi anak bisa diselamatkan dari efek negatifnya. Carilah bantuan dari profesional jika anak adalah korban stres selama kehamilan, baik akibat bencana alam atau stressor lainnya.
[1] Soeli, Yuniar Mansye. 2020. Manajemen Stres Pada Ibu Hamil (Skripsi). Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo.


Leave a comment