Apa Sih Perbedaan Cincau dan Cao?

Cincau hijau (sumber: diadona) Cincau hijau (sumber: diadona)

Cincau merupakan jenis tumbuhan yang bisa diolah jadi berbagai dessert atau minuman dingin. Selain nikmat, cincau juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Cincau jenisnya bermacam-macam dan mudah ditemukan di mana saja. Lantas, apa perbedaan cincau dan cao?

Apa Itu Cincau?

Dilansir dari Wikipedia, cincau adalah penganan semacam agar-agar yang dibuat dari daun beberapa jenis tumbuhan. Agar-agar cincau merupakan gel yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan cincau dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.

Kata “cincau” sendiri berasal dari dialek Hokkian (Minnan) chhin-chháu yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri dalam bahasa asalnya sebenarnya merujuk pada tumbuhan Platostoma palustre (sering dirujuk sebagai tumbuhan cincau hitam) yang daunnya sering dipakai sebagai bahan pembuat penganan cincau secara umum. Sedangkan di Indonesia sendiri, tanaman “cincau” merujuk pada tumbuhan Cyclea barbata (sering juga disebut “cincau hijau” sebagai pembeda dengan cincau hitam) yang juga digunakan sebagai obat-obatan herbal di Jawa.

Baca juga:  Sederet Manfaat Asam Asetat Dalam Kehidupan Sehari-hari

Cincau hitam atau cao atau janggelan merupakan sejenis agar-agar berwarna hitam kecokelatan yang biasa dikonsumsi sebagai makanan pencuci mulut atau sekadar pelepas dahaga. Minuman cincau hitam sudah sangat terkenal di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, masuk dalam menu minuman di warung sederhana pinggir jalan sampai ke restoran maupun hotel.

Manfaat cincau hitam cukup beragam, antara lain digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk obat batuk, tekanan darah tinggi, diare, sembelit, menurunkan demam, mengobati panas dalam, menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengatasi perut kembung, dan membantu mengobati malaria.

Cincau hitam memiliki kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin (A, B1, dan C), sejumlah air, dan kalorinya yang rendah. Kandungan mineral juga seratnya yang tinggi merupakan alasan utama cincau hitam aman dijadikan menu selingan saat menjalani diet.

Manfaat cincau hitam dapat didapatkan secara maksimal apabila dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Kandungan serat larut air yang dimiliki cincau hitam mampu mengikat gula, lemak, dan kolesterol sehingga bermanfaat dalam menurunkan risiko diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.[1]

Baca juga:  Rekomendasi 5 Mobil yang Cocok untuk Wanita

Jenis Tumbuhan Penghasil Cincau

Tanaman cincau (sumber: liputan6)

Tanaman cincau (sumber: liputan6)

  • Tumbuhan dari genus Platostoma, khususnya P. palustre (cincau hitam, juga dikenal dengan nama lokal janggelan) yang banyak diproduksi di China bagian selatan serta Indochina.
  • Tumbuhan Cyclea barbata (cincau hijau) atau Premna trichistoma (cincau perdu), yang menghasilkan cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya.
  • Tanaman Tiliacora triandra juga menghasilkan cincau. Tanaman ini lebih populer di daerah Bali dan Lombok, di mana tanaman ini dan cincau yang dihasilkannya dikenal dengan nama Daluman.

Proses Pembuatan Cincau

Proses pembuatan cincau diawali dengan perendaman, yang biasanya dilakukan setelah daun cincau diremas-remas atau dihancurkan. Ada juga yang menyertakan proses perebusan terlebih dahulu. Pemberian soda kue juga bisa dilakukan sebagai bahan pengawet.

Warna cincau bermacam-macam, ada yang hijau hingga hijau pekat, bahkan hitam, namun disertai dengan kesan tembus pandang (transparan). Konsistensi cincau yang dihasilkan juga berbeda-beda. Warna dan konsistensi cincau berbeda-beda lantaran tumbuhan yang digunakan pun berbeda-beda.

Cincau kemudian dinikmati sebagai es cincau atau olahan minuman penyegar lainnya. Potongan cincau biasanya ditambahkan dengan sirup, santan atau susu, dan es serut supaya lebih nikmat untuk ditenggak ketika cuaca sedang panas. Ada juga yang mengolah es cincau dengan kombinasi santan dan gula merah.

Baca juga:  Sajian Segar Untuk Berbuka, Inilah Resep Manisan Kolang-Kaling Fanta

Perbedaan Cincau dan Cao

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, cao sebenarnya merupakan sebutan atau nama lain dari cincau. Istilah cao biasanya lebih banyak digunakan di daerah Jawa. Jenis cincau yang memiliki perbedaan mencolok adalah cincau hitam dan cincau hijau. Keduanya berbeda dari segi aroma, rasa, dan juga tekstur.

Cincau hijau memiliki tekstur yang lebih lembut dan licin dari cincau hitam, sehingga agak sulit untuk dipotong-potong dengan pisau. Sedangkan cincau hitam mempunyai tekstur yang lebih padat. Baik cincau hijau maupun cao hitam sama-sama nikmat untuk diolah jadi aneka minuman dingin.

[1] Nurahmi, S. 2018. Analisis Produksi Dan Strategi Pemasaran Cao (Studi Kasus pada Home Industry Cao Ibu Suratmi di Kota Malang) (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*