Yuk, Dukung Perbaikan Iklim dengan Diet Sehat!

Ilustrasi: menu diet (sumber: qoala.app) Ilustrasi: menu diet (sumber: qoala.app)

Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan salah satunya adalah dengan menjalani diet sehat. Berbeda dengan diet biasa, diet sehat tidak menyebabkan efek samping dan masalah kekurangan gizi.[1] Selain itu, dengan menjalani diet yang sehat, Anda bisa mendukung perbaikan iklim yang sudah kacau.

Manfaat Diet Sehat untuk Iklim

Ada banyak model diet sehat yang bisa membantu memperbaiki perubahan iklim saat ini. Para ilmuwan menemukan, bahwa diet sehat dengan porsi daging lebih sedikit bisa mengubah iklim menjadi lebih baik. Tak hanya itu, kurangi susu dan produk turunannya akan mencegah perubahan iklim yang ekstrem.

Berdasarkan laporan dari South China Morning Post, para ilmuwan meneliti, mengganti 80% sumber makanan hewani dengan nabati mampu menghasilkan perbaikan iklim hingga 75%. Lalu, sebuah studi dari para peneliti di Finlandia menemukan, diet yang mengurangi daging dan produk susu sama ramah iklimnya dengan mengandalkan daging dan susu yang dihasilkan secara budidaya berteknologi ramah lingkungan.

Menurut United Nations’ Food and Agricultural Organisation (FAO), sistem pertanian dan pangan di dunia, terutama produksi daging dan susu, menyumbang 31% emisi gas rumah kaca pada tahun 2021. Tentunya ini bisa semakin meningkat, mengingat banyak orang yang lebih suka makan daging dan susu tahun 2022.

Baca juga:  Prosedur dan Biaya Melakukan Suntik Tetanus Toxoid (TT) Untuk Ibu Hamil

Kurangi Daging dan Susu Demi Iklim yang Sehat

Para peneliti menghitung bagaimana pola makan yang berbeda mengurangi potensi pemanasan global. Dengan beberapa penyesuaian, mereka mendapatkan pengurangan pemanasan global bisa dilakukan hingga 80%. Untuk itu, ada beberapa jenis makanan yang harus dikurangi, yakni daging, susu, dan produk turunannya.

“Tidak perlu teknologi khusus untuk memperbaiki iklim,” kata Rachel Mazac, peneliti sistem pangan dari Universitas Helsinki di Finlandia. “Mengurangi konsumsi daging saja bisa mengurangi 60% kerusakan iklim saat ini.”

Namun, mengimbau masyarakat untuk tidak makan daging dan susu sangat sulit. Diperkirakan, akan ada sekitar 9,7 miliar orang yang membutuhkan daging dan susu di tahun 2050 mendatang. Pada saat yang sama, bisnis peternakan akan semakin berkembang pesat. Penjualan daging dan susu juga semakin meningkat.

Susu & daging

Susu & daging

Pengganti Daging dan Susu untuk Diet Sehat

“Kita perlu membuat beberapa perubahan besar jika ingin meminimalkan dampak perubahan iklim,” kata Mazac. “Jika ingin susu dan daging, mungkin di masa depan harus menggunakan susu yang disimpan dalam tong, daging yang dibudidayakan khusus, dan protein dari mikroba untuk memperbaiki iklim.”

Baca juga:  Pilihan Diet untuk Kurangi Nyeri Migrain

Selain itu, akan lebih sehat jika itu semua bukan asli. Menggunakan teknologi modern, kita bisa membuat daging dari jamur dan rumput laut serta susu dari biji-bijian sebagai sumber protein yang sehat. Supaya lebih sehat lagi, tambahkan aneka sayur hijau.

Jika itu semua terbilang cukup rumit dan merepotkan, Anda bisa menggantinya dengan protein shake. Ini adalah menu sarapan yang terbuat dari ganggang biru-hijau, bubur cloudberry, dan bahan lainnya. Sumber protein seperti ini sudah tersedia instan dan bisa langsung diseduh untuk dikonsumsi.

Nah, jika Anda adalah orang yang super sibuk dan memiliki kebiasaan makan di luar, Anda bisa memilih makanan vegan atau vegetarian untuk diet sehat demi iklim yang lebih baik. Anda bisa makan salad wortel, sandwich sayur, dan susu almond kemasan.

Susu dan Daging Bisa Dihindari Secara Alami

Sementara makanan di atas dapat bekerja untuk menurunkan dampak karbon dari makanan, ada cara yang jauh lebih mudah untuk mencapai tujuan yang sama, kata DeClerck. Organisasinya membantu menulis laporan tahun 2019 yang menguraikan seperti apa pola makan global yang sehat dan berkelanjutan. Seperti kebanyakan penelitian lain di bidang diet sehat, ditemukan bahwa mengurangi konsumsi daging dan susu membuat diet lebih sehat dan lebih kecil kemungkinannya untuk berkontribusi pada pemanasan global.

Baca juga:  Tidak Punya Produk Bedak, Berapa Harga Paket Krim Pemutih Amos?

Sebenarnya Anda tidak perlu langsung menurunkan jumlah daging dan susu yang dikonsumsi. Secara alami, setiap orang dengan kondisi yang sehat sudah mengetahui takaran yang pas untuk mengurangi daging dan susu yang akan mereka konsumsi.

Tak hanya itu, ada banyak hal yang mempengaruhi menurunnya keinginan makan daging dan susu. Ketika populasi manusia meningkat, lebih banyak orang akan memprioritaskan permintaan terhadap pertanian, meningkatkan biaya, dan membuat daging serta produk susu lebih mahal, sehingga menyebabkan konsumsi jenis pangan tersebut turun. Pada akhirnya, banyak orang beralih ke pola makan yang lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian.

[1] Sazani, Achmad. 2016. Efektivitas Media Nutrizan Diet untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Diet yang Sehat pada Remaja Putri SMK Jurusan Kecantikan di Kota Tegal. Journal of Health Education Universitas Negeri Semarang, Vol. 1(2): 8-12.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*