Manfaat dan Efek Samping Daun Ubi Jalar untuk Kesehatan

Daun ubi jalar (sumber: jpnn) Daun ubi jalar (sumber: jpnn)

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan ubi jalar. Selain mengonsumsi umbinya, banyak juga orang yang mengonsumsi atau menggunakan daun ubi jalar untuk berbagai keperluan. Daun ubi jalar memiliki beragam manfaat dan efek samping yang perlu diketahui, agar kita bisa menggunakannya secara bijak.

Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) atau dikenal juga dengan istilah ketela rambat merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman palawija, dapat berfungsi sebagai pengganti bahan makanan pokok (beras) karena merupakan sumber karbohidrat. Daun ubi jalar banyak mengandung provitamin A, vitamin B dan vitamin C. Selain itu juga terdapat banyak kandungan karbohidrat dan lemak serta sedikit protein yang sangat berguna sebagai penghasil energi dan kesehatan tubuh kita. Daun ubi jalar juga mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol. Ubinya mengandung karbohidrat dan beberapa vitamin.

Daun ubi jalar (Ipomea batatas L.) secara empiris dimanfaatkan masyarakat dibeberapa daerah sebagai obat tradisional untuk mengatasi demam berdarah dan sebagai anti kanker karena kandungan antioksidan yang tinggi.

Baca juga:  Wangi Seperti Kweni, Ini Khasiat dan Ciri-Ciri Temu Mangga

Didalam daun ubi jalar terdapat berbagai macam vitamin, khususnya vitamin E dan senyawa ß-Karoten yang memiliki efek sebagai antioksidan serta beberapa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Antioksidan dan senyawa metabolit sekunder tersebut mampu memberikan elektron kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas sehingga dapat mencegah terjadinya stres oksidatif.[1]

Dilansir dari IDNmedis, per 100 gram daun ubi jalur mengandung berbagai jenis vitamin dengan rincian sebagai berikut.

Kandungan dalam Daun Ubi Jalur

  • Vitamin A 1028 IU
  • Riboflavin 0,3 mg
  • Folat 80 mcg
  • Vitamin C 11 mg
  • Magnesium 61 mg
  • Kalium 518 mg
  • Mangan 0,3 mg
  • Tiamin 0,2 mg
  • Vitamin B6 0,2 mg
  • Fosfor 94 mg

Manfaat Daun Ubi Jalar

Di Indonesia, selain dimanfaatkan umbinya, daun ubi jalar juga dibuat sayuran. Untuk dibeberapa wilayah daun dari rebusan ubi jalar diminum dan digunakan sebagai pengobatan DBD, antioksidan, antikanker dan dapat juga ditumbuk dan ditempelkan pada bagian yang bengkak sebagai pengobatan inflamasi/radang.[2]

Daun ubi jalar (youtube: mamah ceriwis)

Daun ubi jalar (youtube: mamah ceriwis)

Selain itu, daun ubi jalar disebut-sebut mampu membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, baik untuk ibu hamil, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, baik untuk kesehatan kulit, menjaga kesehatan rongga mulut, meningkatkan kesehatan tulang, serta disebut dapat membantu melancarkan ASI (air susu ibu).

Baca juga:  Turunkan Kolesterol, Kenari Alternatif Diet Sehat yang Baik

Efek Samping Daun Ubi Jalar

Meskipun dikenal memiliki banyak khasiat, konsumsi daun ubi jalar sebaiknya tidak berlebihan. Pasalnya, daun ubi jalar tetap mempunyai beberapa efek samping, seperti berpotensi menyebabkan komplikasi pada penderita hipertensi, berbahaya untuk penderita penyakit ginjal, serta dapat menyebabkan rasa mual dan muntah.

Tips Konsumsi Daun Ubi Jalar

  • Pilih daun ubi jalar yang masih muda dan teksturnya lembut. Daun ubi jalar yang muda mempunyai warna hijau muda.
  • Petik daunnya satu per satu dari bagian batang.
  • Cuci daun ubi jalar dengan air mengalir, sampai bersih dari kotoran.
  • Rebus dulu daun ubi jalar sampai warnanya agak berubah. Jangan merebus daun ubi jalar terlalu lama karena daunnya bisa berlendir dan rasanya tidak akan enak.
  • Apabila hendak dipakai sebagai lalapan, maka daun ubi jalar yang sudah direbus siap untuk dikonsumsi.
  • Namun, bila hendak ditumis, Anda bisa memasak daun ubi jalar yang telah direbus tersebut dengan bumbu-bumbu tumisan.
Baca juga:  Mudah & Siap Santap, Begini Cara Membuat Cuanki Instan

Daun ubi jalar yang sudah dimasak biasanya memiliki tekstur yang lembut dan tidak pahit, sehingga akan terasa lezat jika dipadukan dengan bumbu-bumbu yang tepat. Tertarik untuk mencoba?

[1]Wahidah, LK dkk. 2019. Fraksi Air Daun Ubi Jalar (Ipomea batatas (L.) Lam) Sebagai Hepatoprotektor Terhadap Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Paracetamol. Jurnal Farmasi Lampung. 8(1): 39-46.

[2]Setiawati, A dkk. 2016. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas Poir.) Terhadap Tikus Putih (Rattusnorvegicus). Jurnal Sains dan Kesehatan. 1(6): 316-320.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*