Awas, Filler Bisa Bikin Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Filler bibir (sumber: thesun.co.uk) Filler bibir (sumber: thesun.co.uk)

Demi mendapatkan bentuk bibir yang indah dan seksi, banyak wanita mencoba treatment filler. Sementara ada banyak manfaat suntik filler, ternyata ada juga efek sampingnya, seperti bibir yang terasa kering dan pecah-pecah. Efek samping seperti ini memang jarang dirasakan, terutama jika Anda mendatangi klinik yang tepat.

Bibir Kering Setelah Filler, Normalkah?

Menurut penelitian, filler bibir termasuk dermal filler treatment. Ini adalah prosedur non-bedah untuk menambah volume di bagian wajah atau anatomi tubuh lainnya. Prosedur ini sebenarnya juga bisa dijadikan sebagai terapi rejuvenasi yang bertujuan untuk membuat tampilan lebih muda. Namun, untuk saat ini, kebanyakan orang lebih suka memakainya sebagai treatment pengubah bentuk tubuh seperti bibir.[1]

Dilansir dari allure, sebelum melakukan treatment filler, tidak sedikit pasien yang harus cemas karena alat yang dipakai. Beberapa orang yang ingin di-filler bibirnya juga mengatakan, mereka takut dengan efek rasa sakit ketika jarum besar menembus bibir mereka. Selain rasa sakit, ada juga orang yang merasa takut dengan efek samping seperti kekeringan dan pecah-pecah saat proses augmentasi setelah filler.

Ilustrasi: bibir pecah-pecah (sumber: honestdocs.id)

Ilustrasi: bibir pecah-pecah (sumber: honestdocs.id)

Meskipun efek samping kekeringan dan pecah-pecah termasuk jarang, ini bisa saja terjadi jika prosedur yang dilakukan kurang tepat atau pasien memiliki riwayat alergi terhadap produk filler, memiliki jenis kulit bibir yang sensitif, dan kondisi kulit tertentu. Satu contoh kasus, seorang pasien wanita bernama Devon Abelman, sering mengalami gejala kekeringan pada bibir setelah filler.

Baca juga:  Rekomendasi Lulur Pemutih Badan Alami Dan Permanen

Pasien tersebut sudah melakukan filler sebanyak 4 kali dengan bahan yang berbeda. Meskipun bahan filler yang dipakai berbeda, kekeringan dan pecah-pecah pada bibirnya terus berlanjut. Sehingga, mau tak mau, ia harus mengoleskan produk moisturizer seperti lip balm dan essential oil selama berbulan-bulan setelah filler.

Sayangnya, pemakaian lip balm tersebut tidak membuat keadaan bibirnya makin membaik. Setelah filler yang terakhir, semua tetap sama. Wanita tersebut bahkan masih merasakan gejala kekeringan hingga saat ini. Bisa dibilang, kekeringan yang ia rasakan seolah permanen. Sehingga, kemana-mana, ia selalu membawa lip balm dan lip gloss sebagai pelindung bibir.

Menurut dermatologis, kekeringan pada bibir yang sudah di-filler adalah fenomena yang aneh. Bahkan, seorang dokter bernama Arash Akhavan dari New York mengatakan, belum pernah mendengar adanya efek samping kekeringan dan pecah-pecah pada bibir yang sudah di-filler. Dokter tersebut telah merawat ribuan pasien yang ingin di-filler dan hasilnya baik-baik saja.

Baca juga:  Review Bedak Wardah Lightening Two Way Cake Warna Golden Beige

Akhavan juga menjelaskan bahwa bibir yang telah di-filler tidak akan mudah mengalami kekeringan karena bahan yang disuntikkan. Secara umum, cairan yang disuntikkan pada metode filler sebagian besar berbahan asam hialuronat. Ini merupakan zat alami yang berperan untuk menarik air dan melindungi air agar tidak keluar dari dalam kulit. Sehingga, bibir Anda akan lebih terhidrasi dan lembap. Lalu, bagaimana kekeringan itu bisa terjadi?

Penyebab Bibir Kering Setelah Filler

Filler bibir (sumber: michderm.com)

Filler bibir (sumber: michderm.com)

Kekeringan pada bibir setelah filler bukan diakibatkan oleh cairan yang disuntikkan. Ini bisa terjadi akibat krim mati rasa yang dioleskan pada bibir. Sebelum melakukan filler, sangat wajar jika bibir Anda diolesi krim anestesi yang berguna untuk membuat bibir Anda kebas dan kebal terhadap nyeri akibat suntikan.

Krim anestesi topikal secara umum memiliki formula yang mengandung bahan kimia keras. Ini yang membuat saraf di area bibir sedikit melemah terhadap tarikan dan tusukan alat injeksi. Selain itu, bisa jadi Anda memiliki alergi dengan krim anestesi yang dipakai. Sehingga, kekeringan dan pengelupasan adalah bentuk dari gejala alergi yang Anda rasakan.

Baca juga:  Rangkaian Produk Garnier Untuk Kulit Kering, Mulai Dari Pelembap Hingga Masker

Selain diakibatkan oleh krim topikal tersebut, penjelasan paling logis mengenai efek samping yang terjadi, yakni diakibatkan oleh penempatan filler yang kurang tepat. Untuk melakukan filler bibir, dokter harus menentukan titik yang tepat agar bentuk bibir menjadi lebih berisi namun tetap ramping. Sedikit kesalahan saat menyuntikkan filler, bisa membuat bibir bengkak dan meregang.

Jika hal ini terjadi, maka kulit bibir Anda akan mengalami reaksi inflamasi, dengan bagian atas kulit mulai meregang, kering, dan mengelupas. Reaksi inflamasi tersebut biasanya tidak berlangsung lama dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika bibir masih tetap kering dan pecah-pecah, maka Anda perlu berkonsultasi secara medis dengan ahlinya.

[1] Mawu, Ferra O. 2018. Dermal Filler. Jurnal Biomedik, Vol. 10(2): 71-79.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*