Cara Mengeringkan & Membuat Teh dari Bunga Krisan

Bunga krisan aneka warna (sumber: easternfloral.com) Bunga krisan aneka warna (sumber: easternfloral.com)

Krisan merupakan salah satu bunga yang sangat populer di kalangan masyarakat luas karena keindahan dan kecantikan bentuk dan warna bunganya. Krisan dikenal juga dengan sebutan bunga aster atau seruni.

Ada lebih dari 1.000 spesies krisan yang tumbuh di dunia. Beberapa spesies tetua krisan yang dikenal antara lain C. daisy, C. indicum, C. coccineum, C. frustescens, C. maximum, C. hornorum, dan C. parthenium. Krisan yang banyak dikenal saat ini merupakan hasil persilangan tetua-tetua krisan tersebut, disebut Dendrathema sp. Berbagai jenis krisan yang banyak ditanam di Indonesia umumnya diintroduksi dari luar negeri, terutama dari Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang.

Bunga krisan sangat populer di masyarakat karena banyaknya jenis, bentuk, dan warna bunga. Selain bentuk mahkota dan jumlah bunga dalam tangkai, warna bunga juga menjadi pilihan konsumen. Pada umumnya, konsumen lebih menyukai warna merah, putih, dan kuning sebagai warna dasar krisan. Namun, sekarang ada berbagai macam warna yang merupakan hasil persilangan di antara warna dasar tadi, sehingga di kalangan pedagang, bunga krisan populer dengan sebutan bunga seribu warna.

Baca juga:  Terganggu Dengan Bintik Kecil ‘Milia’ di Wajah? Yuk Simak Cara Menanganinya

Keberadaan krisan sebagai tanaman hias penghasil bunga potong komersial makin populer di berbagai negara. Saat ini, krisan termasuk bunga potong trend-setter di Indonesia karena memiliki keunggulan: kaya warna dan tahan lama. Warna-warni bunga sangat beragam sehingga dapat disusun dalam rangkaian dengan kombinasi yang serasi. Krisan menjadi pilihan untuk hiasan meja, pelaminan, dekorasi ruangan dalam acara pesta, dan pawai kendaraan. Krisan juga banyak digelar dalam upacara resmi kenegaraan, adat, dan agama.

Sebetulnya, perawatan dan perbanyakan tanaman krisan tidak terlalu sulit, asalkan diperhatikan kebutuhan tanaman tersebut. Faktor iklim merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan, karena krisan memang membutuhkan suhu yang dingin. Perbanyakannya tidak terlalu rumit dan mudah untuk dilakukan oleh yang masih awam sekalipun. Tanaman ini sepanjang tahun memunculkan bunga sehingga bisa menyemarakkan taman dan ruangan.

Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, krisan mampu beradaptasi di lingkungan tropis. Jadi, bagi Anda yang tinggal di dataran rendah hingga medium, jangan ragu untuk membudidayakan tanaman ini.

Baca juga:  Rekomendasi Merk Parfum Wanita Terbaik Sepanjang Masa
Bunga krisan kering (sumber: tea-voyage.com)

Bunga krisan kering (sumber: tea-voyage.com)

Selain sebagai bunga potong, krisan juga dapat dimanfaatkan sebagai herbal. Kelopak bunganya sering dimanfaatkan untuk menyembuhkan sakit tenggorokan dan panas dalam. Kelopak bunga ini hanya perlu dikeringkan di bawah sinar matahari sampai betul-betul kering, kemudian diseduh dengan air panas dan diminum layaknya minuman teh.[1] Berikut ini langkah atau cara membuat teh dari bunga krisan.

Cara Membuat Teh dari Bunga Krisan

  1. Siapkan daun atau bunga krisan secukupnya sesuai kebutuhan Anda.
  2. Cuci bersih daun atau bunga krisan dengan air yang mengalir. Sebaiknya cuci hingga 5 kali agar benar-benar bersih.
  3. Kemudian layukan daun dengan cara menggosok daun menggunakan gilingan kayu/botol (rolling pin) dan dikering-anginkan.
  4. Sedangkan bagian bunga krisan untuk teh perlu dikukus dulu untuk proses pelayuannya.
  5. Setelah dikukus, Anda bisa mengeringkan bunga krisan di bawah sinar matahari langsung. Namun, bila cuaca sedang tidak mendukung atau mendung, Anda bisa mengeringkan daun atau bunga krisan dengan cara di-oven dengan suhu 60 derajat celsius selama 24 jam sampai daun atau bunganya benar-benar kering.
  6. Apabila daun dan bunga krisan sudah kering, teh bunga krisan pun siap untuk dikemas atau digunakan sesuai selera.
Baca juga:  Amankah Konsumsi Suplemen Calcium-D-Redoxon (CDR) untuk Ibu Hamil?

Teh dari bunga krisan dengan cara diseduh seperti teh biasa dengan takaran 50 gram bunga krisan kering untuk 500 ml air. Untuk menikmatinya, Anda juga bisa menambahkan sekitar 1-3 sendok makan madu supaya lebih manis.

Teh bunga krisan dipercaya memiliki banyak manfaat, mulai dari bersifat anti-inflamasi, bagus untuk merawat kulit karena kandungan beta karoten di dalamnya, meningkatkan kesehatan mata, mencegah osteoporosis, membuat saraf lebih rileks, kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin A yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, hingga baik untuk diet atau melangsingkan tubuh. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba teh bunga krisan?

[1]Purwanto, Arie, Martini Tri. 2009. Krisan Bunga Seribu Warna. Indah SU, editor. Yogyakarta (ID): Kanisius.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*