Penyebab Asam Lambung Naik Saat Haid & Cara Mengatasinya

Ilustrasi: wanita haid (sumber: thrivestlouis.org) Ilustrasi: wanita haid (sumber: thrivestlouis.org)

Penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan manusia ada bermacam-macam. Salah satu yang cukup umum adalah naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Naiknya asam lambung atau yang kerap disebut gastroesophageal reflux disease (GERD) ini bisa mengakibatkan rasa nyeri pada ulu hati atau mulas di area dada bagian bawah. Bahkan, pada beberapa wanita juga ada yang asam lambungnya naik saat menstruasi. Sebenarnya, apa penyebab asam lambung naik saat haid?

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalam esofagus dengan berbagai gejala yang timbul akibat keterlibatan esofagus, laring, dan saluran napas.GERD bisa dibagi menjadi tipe erosif dan non-erosif.

Faktor Risiko Terjadinya GERD

Beberapa faktor risiko terjadinya refluksgastroesofageal antara lain: obesitas, usia lebih dari 40 tahun, wanita, ras (India lebih sering mengalami GERD), hiatal hernia, kehamilan, merokok, diabetes, asma, riwayat keluarga dengan GERD, status ekonomi lebih tinggi, dan skleroderma. Pada sebagian orang, makanan dapat memicu terjadinya refluksgastroesofageal, seperti bawang, saos tomat, mint, minuman berkarbonasi, coklat, kafein, makanan pedas, makanan berlemak, alkohol, ataupun porsi makan yang terlalu besar.

Baca juga:  Himalaya Purifying Neem Mask, Masker yang Diklaim Ampuh untuk Hilangkan Komedo & Jerawat

Beberapa obat dan suplemen diet pun dapat memperburuk gejala refluksgastroesofageal, dalam hal ini obat-obatan yang mengganggu kerja otot sfinter esofagus bagian bawah, seperti sedatif, penenang, antidepresan, calcium channel blockers, dan narkotika. Termasuk juga penggunaan rutin beberapa jenis antibiotika dan non-steroidalanti-inflammatory drugs (NSAIDs) dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya inflamasi esofagus.

Komplikasi dari GERD terdiri atas komplikasi esofagus dan ekstra esofagus. Komplikasi di esofagus yang dapat ditemukan berupa perdarahan, striktur, perforasi, Barret’s esophagus (BE), dan kanker esofagus. Sedangkan, komplikasi di luar esofagus meliputi sakit tenggorokan, tonsilofaringitis, sinusitis, laringitis, karies dentis, pneumonia, dan asma bronkial.

Secara epidemiologi, kasus GERD lebih banyak terjadi pada usia yang lebih tua. GERD lebih mudah didapatkan pada pasien yang berusia lebih tua. Hal tersebut terkait dengan banyak obat yang seringkali harus dikonsumsi pasien dengan usia lebih tua, seperti obat anti hipertensi, yang dapat menyebabkan sensasi heartburn. Selain itu, semakin tua usia pasien maka semakin mudah terjadi peningkatan berat badan dan menjadi obesitas, yang merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya GERD.

Ilustrasi: asam lambung naik pada periode menstruasi (sumber: steadyhealth.com)

Ilustrasi: asam lambung naik pada periode menstruasi (sumber: steadyhealth.com)

Studi lain menemukan bahwa semakin tua usia seseorang, lebih cenderung untuk kehilangan massa otot, terutama bila aktivitasnya sangat sedikit (jarang berolahraga). Hal ini berakibat pada lambatnya pembakaran kalori di tubuh. Bila disertai dengan asupan kalori yang banyak, maka peningkatan berat badan akan terjadi.[1]

Baca juga:  Bahaya Kebiasaan ‘Mager’ Sejak Dini, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyebab Asam Lambung Naik Saat Haid

Dilansir dari Halodoc, wanita yang menjelang atau sedang dalam masa menstruasi biasanya mengalami produksi asam lambung yang berlebihan. Selama masa menstruasi, dinding rahim wanita meluruh, kemudian membuat rasa nyeri yang berbeda-beda bagi setiap orang. Bahkan, kabarnya terdapat sekitar 85% wanita yang mengalami kenaikan asam lambung menjelang dan selama haid. Hal itu rupanya dipengaruhi oleh kadar hormon estrogen yang berubah. Ketika kadar estrogen mengalami fluktuasi, sekresi empedu di kantung empedu akan terhambat, sehingga menimbulkan masalah pada sistem pencernaan, termasuk salah satunya asam lambung naik.

Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Haid

Masih dilansir dari sumber yang sama, kondisi asam lambung naik atau GERD biasanya ditandai dengan munculnya rasa terbakar di dada. Hal itu diakibatkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut umumnya dialami sesaat setelah makan, ketika seseorang tidur telentang, atau membungkuk.

Baca juga:  Apakah Krim Selulit di Pasaran Benar-Benar Efektif untuk Anda?

Nah, untuk mengatasinya, Anda sebaiknya menghindari makanan berlemak saat sedang datang bulan, menghindari asupan garam yang berlebihan, menjalankan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan pastinya usahakan untuk makan secara teratur di jam yang sama setiap harinya, serta tidak makan dua jam sebelum tidur. Apabila keluhan bertambah parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

[1]Tarigan, RC & Bogi P. 2019. Analisis Faktor Risiko GastroesofagealRefluks di RSUD Saiful Anwar Malang. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 6(2): 78-81.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*