Kegunaan, Dosis, & Efek Samping Ibuprofen pada Anak

Pil obat ibuprofen (sumber: nutritionfacts.org) Pil obat ibuprofen (sumber: nutritionfacts.org)

Ibuprofen merupakan jenis obat antiinflamasi non-steroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Ibuprofen kerap digunakan sebagai penurun demam atau pereda rasa nyeri, serta bisa dibeli bebas di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Selain untuk dikonsumsi orang dewasa, ibuprofen juga bisa mengobati demam pada anak, meredakan gejala flu atau pilek, hingga sakit tenggorokan. Namun, sebagai orang tua tentunya perlu memahami apa kira-kira efek samping pemberian obat ibuprofen pada anak.

Obat Demam untuk Anak

Demam merupakan salah satu bagian dari pertahanan fisiologi alamiah dalam melawan agen infeksi. Mekanisme imunologis meningkat dengan adanya demam dan kemampuan virus dan bakteri untuk bereplikasi akan menurun. Suatu randomized controlled trial pada anak dengan varisela menemukan bahwa pemberian parasetamol (asetaminofen) tidak mengurangi gejala demam dan dapat memperpanjang proses penyakit. Walaupun demikian, praktisi klinis sering mengobati demam, dengan pemberian obat antipiretik untuk mengurangi ketidaknyamanan anak.

Obat antipiretik yang disetujui untuk digunakan pada anak adalah parasetamol dan ibuprofen. Penggunaan asetilsalisilat sangat tidak dianjurkan pada anak usia <15 tahun oleh karena risiko terhadap sindrom Reye. Steroid tidak bisa digunakan pada anak dengan demam karena rasio keuntungan-kerugian yang rendah. Dari kelompok NSAIDs, ibuprofen memiliki risiko yang terkecil terhadap efek samping gastrointestinal.

Baca juga:  Bedak Latulip No 6, Produk La Tulipe yang Cocok untuk Anda dengan Tone Kulit Pink

Menurut pedoman National Institute for health and Clinical Excellence (NICE), antipiretik tidak bisa digunakan secara rutin pada penanganan anak dengan demam, walaupun dapat digunakan pada anak yang menunjukkan gejala ketidaknyamanan, termasuk menangis berkepanjangan, iritabilitas, aktivitas yang berkurang, selera makan menurun, dan gangguan tidur.

Sebaliknya, pedoman WHO menganjurkan penggunaan parasetamol apabila suhu tubuh >39°C. Dan dokumen terbaru dari WHO tidak menganjurkan penggunaan rutin antipiretik pada anak, terutama pada situasi keluarga harus menanggung biaya pengobatan dan juga karena peran obat antipiretik pada anak dengan malaria, sepsis atau malnutrisi kronik masih belum ditetapkan.

Penggunaan ibuprofen pada pasien dengan dehidrasi sebaiknya berhati-hati dikarenakan meningkatnya risiko gagal ginjal. Penggunaan ibuprofen tidak direkomendasikan pada anak dengan varisela karena berpotensi meningkatkan risiko superinfeksi pada kulit dan jaringan lunak dan infeksi Streptokokus invasif. Beberapa laporan kasus menunjukkan peningkatan risiko empiema torasik yg berhubungan dengan penggunaan ibuprofen. Penggunaan ibuprofen harus dihindari pada pasien Kawasaki yang telah mendapat asam asetilsalisilat, karena menghambat efek akhir dari anti agregasi trombosit.[1]

Ilustrasi: anak mengonsumsi obat (sumber: mygnp.com)

Ilustrasi: anak mengonsumsi obat (sumber: mygnp.com)

Dikutip dari dari MIMS, berikut ketentuan dosis obat ibuprofen oral untuk anak usia 6 bulan sampai 12 tahun sesuai berat badan serta tujuan dari penggunaan obat tersebut.

Baca juga:  Mengenali Pemicu Skin Picking Disorder (SPD) Dan Bagaimana Mengatasinya

Dosis Ibuprofen untuk Anak

  • Demam: 5-10 miligram (mg)/kilogram (kg) berat badan. Maksimal dosis 40 mg/kg dalam sehari.
  • Nyeri ringan sampai sedang: 4-10 mg/kg berat badan. Maksimal dosis 40 mg/kg dalam sehari.
  • Radang sendi pada anak: 30-40 mg/kg berat badan. Maksimal dosis 2,4 gram dalam sehari.

Berdasar ketentuan tersebut, Anda dapat mengulangi pemberian dosis obat ibuprofen setiap 6-8 jam sekali. Tetapi, sebaiknya jangan diberikan lebih dari 4 kali dalam 24 jam. Umumnya, kondisi anak akan mulai membaik dalam 20-30 menit usai mengonsumsi ibuprofen. Sebelum Anda memberikan obat antipiretik seperti ibuprofen terhadap anak, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter dan paham efek sampingnya seperti berikut.

Efek Samping Ibuprofen pada Anak

Dilansir dari SehatQ, pemberian ibuprofen pada anak dengan dosis berlebihan bisa memicu berbagai efek samping, seperti masalah perut, kebingungan, hingga gangguan ginjal. Pemberian dosis ibuprofen yang terlalu tinggi bahkan dapat menyebabkan anak sakit.

Baca juga:  Update Cara Pakai dan Manfaat Viva Milk Cleanser Bengkoang untuk Jerawat

Selain itu, beberapa efek samping ibuprofen pada anak yang biasa terjadi, antara lain gangguan pencernaan (termasuk sakit perut, mual, muntah, dan nyeri ulu hati), muntah darah, kebingungan, masalah ginjal, tidak keluar kencing atau kencing berdarah, telinga berdenging, serta memperburuk kondisi asma.

Efek samping yang serius, seperti mengi, sulit bernapas atau menelan, mengalami pembengkakan wajah atau lidah, muntah darah (terlihat seperti bubuk kopi), BAB berdarah, hingga reaksi alergi parah (anafilaksis), harus segera memperoleh pertolongan medis lantaran berpotensi membahayakan jiwa anak.

[1] Lubis, IND & Chairuddin PL. 2011. Penanganan Demam pada Anak. Sari Pediatri. 12(6): 409-418.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*