Alasan Pengobatan Kanker Prostat pada Pria Berujung Penyesalan

Ilustrasi: pengobatan kanker prostat (sumber: psu.edu) Ilustrasi: pengobatan kanker prostat (sumber: psu.edu)

Kanker prostat merupakan kanker yang berkembang di kelenjar prostat pada sistem reproduksi laki-laki dan termasuk salah satu jenis kanker yang ganas, sehingga harus segera diobati.[1] Kendati demikian, tampaknya sebagian besar pengobatan kanker prostat pada pria berujung penyesalan dan tak sedikit pasien yang menolak untuk mendapatkan pengobatan kanker prostat.

Penyebab Kanker Prostat

Penyebab spesifik kanker prostat masih belum diketahui dengan pasti. Namun, risiko kanker prostat dapat dipicu dari segi usia, genetik, dan ras. Dari semua itu, faktor utama kanker prostat adalah usia. Kanker prostat secara umum ditemukan pada pria yang berusia 50 tahun lebih.

Namun, dikutip dari hellosehat, kanker prostat juga bisa terjadi pada pria yang lebih muda atau berusia di bawah 50 tahun. Ada beberapa gejala kanker prostat yang perlu diwaspadai, antara lain nyeri pada perut bagian bawah, aliran urine melemah, dan sering buang air kecil di malam hari atau nokturia. Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Umumnya, dokter akan memberikan beberapa pilihan terkait penyembuhan kanker prostat. Bagi pria yang baru didiagnosis kanker prostat, umumnya kebingungan saat memilih jenis terapi medis apa yang tepat. Selain bingung, ternyata tak semua hasil pengobatan benar-benar sempurna dan sebagian besar pria merasa kecewa dengan pilihannya.

Baca juga:  Bahaya Kebiasaan Mengikat Karet Rambut di Pergelangan Tangan

Penelitian baru telah mengidentifikasi pengalaman dari 2.072 pria yang menderita kanker prostat tahun 2011 hingga 2012. Berdasarkan hasil yang dipaparkan di Harvard Health publishing, studi tersebut menemukan satu dari sepuluh orang yang tidak senang dengan pengobatan yang mereka pilih.

Hampir semua laki-laki yang menyesal dengan pengobatan kanker prostat berusia di bawah 80 tahun dengan rata-rata usia 64 tahun. Hampir setengah dari pasien memiliki kanker prostat dengan perkembangan lambat dan risiko kekambuhan serta penyebaran rendah. Sisanya adalah mereka yang berada dalam kategori risiko menengah dan tinggi. Ada tiga cara pengobatan kanker prostat yang dipilih setiap pasien seperti berikut.

Pengobatan Kanker Prostat

  • Operasi pengangkatan kanker prostat atau prosedur prostatektomi radikal.
  • Terapi radiasi yang memerlukan pengawasan aktif untuk memantau tumor prostat menggunakan pemeriksaan dan pencitraan PSA.
  • Pengobatan khusus jika kanker prostat berkembang.
Ilustrasi: penderita kanker prostat (sumber: henryford.com)
Ilustrasi: penderita kanker prostat (sumber: henryford.com)

Lebih dari separuh pria memilih operasi terlepas dari risiko kanker mereka pada saat diagnosis. Sebagian besar lainnya memilih radiasi, dan sekitar 13% pria dalam kategori risiko rendah atau menengah memilih pengawasan aktif. Kemudian, secara berkala setelahnya, para pria mengisi kuesioner yang menanyakan apakah mereka merasa lebih baik dengan pendekatan yang berbeda, atau apakah perawatan yang mereka pilih salah.

Baca juga:  Penyebab dan Pengobatan Mual & Muntah Pada Anak

Alasan Pasien Menyesali Pengobatan Kanker Prostat

Hasil menunjukkan bahwa setelah lima tahun, 279 pria menyesali apa yang telah mereka pilih. Laki-laki yang dirawat dengan pembedahan kemungkinan besar akan menyuarakan ketidakbahagiaan dengan keputusan mereka. Lalu, 183 orang dengan kanker prostat merasa mereka akan lebih baik dengan pendekatan yang berbeda.

Sebaliknya, penyesalan diungkapkan oleh 76 pria yang menjalani terapi radiasi dan 20 pria yang memilih pengobatan khusus. Pria dalam kategori risiko rendah hingga menengah lebih mungkin menyesal telah memilih perawatan pembedahan atau radiasi daripada pengobatan khusus. Sementara itu, para pria dengan risiko tinggi kanker merasa baik-baik saja dirawat dengan berbagai macam pengobatan.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Christopher Wallis, seorang ahli onkologi urologi di Rumah Sakit Mount Sinai di Toronto, Kanada tidak mengeksplorasi hasil penyakit tertentu atau komplikasi yang menyebabkan penyesalan terkait pengobatan kanker prostat. Namun, studi menemukan bahwa disfungsi seksual terkait dengan penyesalan pengobatan secara umum.

Baca juga:  Apakah Bakteri Usus Menghambat Penurunan Berat Badan?

“Pasien dengan pengobatan radiasi berisiko penyesalan tinggi saat penyakitnya mulai berkembang,” kata Wallis. “Setelah muncul penyesalan, para pasien akan menjadi percaya bahwa mereka mungkin lebih cocok mendapatkan jenis pengobatan lain seperti operasi atau pengobatan khusus.”

Kunci dari penyesalan yang dialami pasien menurut para peneliti adalah ekspektasi yang berbeda dengan kenyataan. Ini juga yang membuat Randy Jones Phd., RN, seorang profesor Universitas Virginia menyarankan pasien kanker prostat juga melakukan konseling perawatan. Ini bertujuan untuk meminimalkan penyesalan yang akan datang di kemudian hari. Selain itu, para pasien diwajibkan memahami efek samping yang mungkin terjadi selama pengobatan kanker prostat.


[1] Chodidjah. 2009. Aspek Imunologik pada Kanker Prostat. Majalah Ilmiah Sultan Agung, Vol. 44(118): 1-14.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*