Mikrobioma Usus Ternyata Bantu Turunkan Berat Badan

Ilustrasi: timbang badan (sumber: amta.no) Ilustrasi: timbang badan (sumber: amta.no)

Bagi beberapa orang, berat badan menjadi masalah yang serius. Sementara ada banyak solusi untuk menurunkan berat badan, sebuah penelitian membuktikan bahwa mikrobioma dapat membantu proses diet. Tentunya, ini cukup menarik, mengingat berat badan berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan berbagai macam penyakit kronis.

Studi Mikrobioma Usus Turunkan Berat Badan

Mikrobioma adalah seluruh mikroba yang hidup di tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, dan berperan dalam proses biologis serta fisiologis.[1] Di dalam tubuh manusia, mikrobioma paling banyak ditemukan pada usus. Dilansir dari WebMD, para peneliti menemukan bahwa mikrobioma usus yang membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk menurunkan berat badan.

Para ahli mengidentifikasi gen di dalam bakteri usus untuk menentukan seberapa cepat bakteri itu tumbuh, seberapa baik orang dapat memanfaatkan nutrisi dalam makanan, dan apakah pati dan serat bisa dipecah menjadi gula secara cepat atau tidak. Pati atau serat yang bisa dipecah secara cepat menjadi gula merupakan salah satu faktor yang memengaruhi berat badan.

Seorang peneliti bernama Sean Gibson menjelaskan, beberapa orang mengalami kesulitan penurunan berat badan jika dibandingkan orang lain. Hal ini karena dipengaruhi cara mengontrol berat badan setiap orang berbeda-beda dan ini dikaitkan dengan intervensi gaya hidupnya.

Baca juga:  Review dan Harga Sariayu Honey Fresh Liquid Foundation

Studi yang dipublikasikan American Society for Microbiology secara online pada 14 September 2021 menjelaskan tentang pengaruh mikrobioma usus terhadap penurunan berat badan. Gibson mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi tanda-tanda genetik spesifik dalam mikrobioma usus yang memprediksi respons penurunan berat badan pada sekelompok kecil pasien yang mengikuti intervensi gaya hidup sehat.

Dari penelitian ini, diketahui perbedaan dalam 31 gen fungsional muncul dari mikrobioma usus di antara 48 orang yang kehilangan 1% atau lebih berat badannya setiap bulan dibandingkan dengan 57 orang lain yang beratnya tetap sama. Para ahli menganalisis sampel feses yang diambil 6 hingga 12 bulan setelah orang memulai program pelatihan penurunan berat badan.

Studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan berbagai jenis bakteri dalam mikrobioma usus dapat memengaruhi keberhasilan intervensi penurunan berat badan. Namun, pada penelitian baru ini, para periset mengambil langkah lebih jauh untuk menentukan cara kerjanya.

Ilustrasi: mikrobioma dalam usus (sumber: transferencia.tec.mx)

Ilustrasi: mikrobioma dalam usus (sumber: transferencia.tec.mx)

Mikrobioma Usus yang Dapat Turunkan Berat Badan

Hasil penelitian membuktikan bahwa gen yang ada pada bakteri dan dapat membuat mikrobioma usus tumbuh lebih cepat bisa membantu penurunan berat badan. Semakin banyak mikrobioma yang ada di usus, nutrisi dalam makanan akan dibagikan untuk perkembangan bakteri, sehingga jumlah nutrisi yang ditinggalkan untuk menambah berat badan manusia lebih sedikit.

Baca juga:  Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Berhenti Berolahraga?

Meskipun begitu, faktanya tidak semua bakteri di usus memiliki perkembangan yang cepat. Studi menunjukkan, bakteri jenis Prevotella mampu menurunkan berat badan. Bisa disimpulkan bahwa bakteri dari genus Prevotella adalah bakteri yang dapat tumbuh paling cepat. Namun, ada juga bakteri yang bisa membuat orang tidak bisa mengontrol berat badannya. Bakteri yang memiliki perkembangan lambat dan menghasilkan lebih banyak enzim untuk memecah pati atau serat menjadi gula, rupanya dikaitkan dengan peningkatan berat badan.

Dengan memahami pola fungsional mikrobioma, kemungkinan besar akan ada sebuah studi lanjutan yang membahas tentang teknik rekayasa mikrobioma untuk menurunkan berat badan supaya lebih efektif. Studi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman orang mengenai mikrobioma dan menjadi motivasi bagi peneliti lain untuk mengembangkannya.

Memang sudah ada studi baru yang meneliti transplantasi mikrobioma feses. Ini adalah salah satu studi lanjutan yang merekayasa jumlah mikrobioma usus. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami apakah individu yang mengalami transplantasi mikrobioma benar-benar berhasil menurunkan berat badan secara efisien atau tidak.

Baca juga:  Tips Menjadi Wanita Karier Setelah Puas Sebagai Ibu Rumah Tangga

Selain transplantasi mikrobioma yang terbilang rumit, sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan bisa dilakukan semua orang. Anda hanya perlu mengonsumsi makanan sehat yang kaya serat, nabati, dan daging merah untuk mengembangkan mikrobioma yang mampu menurunkan berat badan. Meskipun begitu, jumlah diet yang harus dikonsumsi setiap orang tergantung pada kondisi kesehatannya.

Anda juga perlu menghindari makanan dengan jumlah gula dan natrium tambahan tinggi jika ingin menurunkan berat badan dengan memanfaatkan jumlah mikrobioma usus. Makanan dengan kandungan gula dan natrium tinggi tidak baik untuk perkembangan mikrobioma Anda, dan justru akan meningkatkan berat badan Anda secara drastis.

[1] Sudarmono, Pratiwi P., 2016. Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran

Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia. Departemen Mikrobiologi Klinik FK Universitas Indonesia RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, Vol. 4(2):71-75.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*