Tips Menjadi Wanita Karier Setelah Puas Sebagai Ibu Rumah Tangga

Ilustrasi: wanita karir Ilustrasi: wanita karir

Perkembangan terbaik anak terkait aspek sosial, emosional, dan intelektual terjadi saat usia golden age (3-6 tahun) dan itu sangat didukung pola asuh anak.[1] Inilah yang membuat para wanita karier berhenti kerja untuk meluangkan waktunya dan menerapkan pola asuh yang baik kepada anak-anaknya. Namun, setelah resign dan anak sudah bisa berkembang dengan sendirinya, sebagian besar ibu rumah tangga ingin kembali menjadi wanita karier. Untuk itu, Anda perlu mempelajari tips membuat resume khusus untuk Anda yang ingin menjadi wanita karier setelah puas menjadi ibu rumah tangga.

Tips Mendapatkan Kerja Setelah Berumah Tangga

Ceritakan Resume Secara Rinci

Seperti yang kita ketahui, tidak mudah mendapatkan pekerjaan yang fleksibel, terutama berkaitan dengan jam kerja. Ini membuat banyak wanita memutuskan untuk resign setelah menikah atau melahirkan, karena ingin fokus menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi suami dan anak-anaknya. Apalagi, kehadiran ibu dengan pola asuh yang baik sangat penting bagi perkembangan anak dan keharmonisan rumah tangga.

Namun, sebelum Anda mengambil keputusan untuk berhenti kerja karena anak dan keluarga, ada yang perlu dipertimbangkan. Menurut laporan Huffpost, semakin lama seorang wanita mangkir dari dunia kerja, semakin sulit pula untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca juga:  Manfaat Buah Bit untuk Kesuburan & Cara Konsumsi yang Tepat

Namun, sebuah eksperimen yang dilakukan para ekonom di Vanderbilt Law School menemukan, pelamar kerja perempuan yang sudah berumah tangga dan sebelumnya sudah pernah bekerja memiliki peluang besar untuk dipekerjakan, dibandingkan dengan wanita yang belum memiliki anak dan tidak berpengalaman bekerja.

Namun, hasil penelitian tersebut tergantung pada resume yang diberikan para pelamar. Para ekonom menciptakan bios untuk pelamar wanita dengan latar pendidikan yang sama dengan resume berbeda. Ada sekitar 30% peserta yang bersedia menceritakan resume mereka secara detail, termasuk memberikan informasi pribadi terkait sudah menikah, punya anak, dan pernah menjadi ibu rumah tangga setelah resign dari kantornya yang lama. Peserta seperti inilah yang biasanya dicari perusahaan sebagai karyawannya.

“Informasi pribadi tidak memberikan indikasi apakah wanita itu akan menjadi karyawan yang kurang lebih produktif. Ini adalah informasi yang sepenuhnya netral,” kata Joni Hersch, penulis utama studi tersebut. “Namun jumlah orang yang menyukai wanita yang menjelaskan kesenjangan resumenya sangat banyak.”

Ilustrasi: wanita karir

Ilustrasi: wanita karir

Cantumkan Status Anda Sebagai Ibu Rumah Tangga di Resume

Anda dapat langsung menjelaskan bahwa Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak di resume saat melamar pekerjaan. Hanya karena Anda tidak memiliki jabatan resmi saat menjadi ibu rumah tangga, tidak berarti Anda tidak boleh menyebutkan pengalaman tersebut di surat lamaran pekerjaan.

Baca juga:  BERSIFAT ANTIBAKTERI, BERAPA HARGA BIBIT BINAHONG MERAH DAN HIJAU?

Resume merupakan salah satu dokumen yang menjelaskan keinginan Anda dalam berkarier sekaligus langkah untuk mempromosikan diri. Anda tidak hanya harus mencantumkan pengalaman Anda terkait dengan pekerjaan, tetapi juga status Anda sebelum berkarier lagi. Cantumkan juga keterampilan dan sertifikasi apapun yang menambah nilai keaktifan Anda.

“Pekerjaan yang tidak dibayar juga merupakan pengalaman yang berharga dalam resume,” kata Becca Carnahan, seorang pelatih karier ibu rumah tangga. “Itu menjadi sangat penting sebagai bukti dalam proses wawancara.”

Sonu Ratra, pendiri Women Back to Work, menyarankan, Anda juga dapat menyebutkan jeda karier selama menjadi ibu rumah tangga di bagian atas resume, sebelum mencantumkan pengalaman kerja, dalam sebuah pernyataan yang merangkum karier Anda. Di situlah Anda juga dapat mencatat inisiatif lain yang Anda ambil untuk menjadi kandidat terbaik.

Baca juga:  Yuk, Cobain! Ini Cara Membuat Cilok Goang Kuah & Kering yang Menggugah Selera

Jangan Berbasa-Basi Saat Wawancara

Semakin banyak Anda memberi penjelasan yang diselipi basa-basi, akan membuat Anda terlihat kurang percaya diri. Untuk itu, dalam wawancara kerja, sebaiknya Anda tidak perlu basa-basi. Jelaskan semua yang ada dalam resume Anda secara detail dan rinci. Anda juga tidak perlu menjelaskan mengenai jeda waktu selama resign demi anak.

Ceritakan juga bagaimana Anda memulai karier dan keahlian Anda dalam berkarier sebelum menjadi ibu rumah tangga. Ini akan menjadi nilai tambahan untuk tes wawancara Anda. Banyak HRD yang lebih suka mendengar pengalaman calon karyawannya secara detail dan jelas, tanpa basa-basi. Selain itu, pastikan Anda tidak mengungkit permasalahan pribadi yang terlalu riskan untuk diceritakan selama proses wawancara, karena Anda tidak sedang curhat atau datang ke psikolog.

[1] Makagingge, Meike, Mila Karmila, Anita Chandra. 2019. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Perilaku Sosial Anak (Studi Kasus pada Anak Usia 3-4 Tahun di KBI Al Madina Sampangan Tahun Ajaran 2017-2018). Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 3(2): 116-122.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*