Dikenal Kaya Manfaat, Adakah Efek Samping Konsumsi Kapsul Kutuk untuk Kesehatan?

Kapsul kutuk (sumber: blibli) Kapsul kutuk (sumber: blibli)

Ikan kutuk atau ikan gabus diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tak ayal jika kemudian banyak pabrik farmasi yang memanfaatkan ekstrak ikan kutuk untuk dibuat menjadi berbagai obat, termasuk dalam bentuk kapsul. Kapsul kutuk kabarnya diklaim aman dan tanpa efek samping.

Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah, di antaranya aruan, haruan (Bojonegoro), kocolan (Betawi), bogo (Sidoarjo), bayong, bogo, licingan (Banjarmasin), kutuk (Jawa), dan lain-lain. Dalam Bahasa Inggris ikan gabus disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead, dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa Striata.

Gabus dan sejenisnya termasuk hewan dunia lama, yakni dari Asia (Channa) dan Afrika (Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut. Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini ikan gabus sudah dikenal ke bagian timur juga.[1]

Manfaat Ikan Gabus

Bagi masyarakat desa, khususnya petani di Pulau Jawa, ikan gabus sangat membantu memusnahkan hama di sawah yang banyak hama keong karena sering menyebabkan gagal panen padi. Para petani mengembangbiakkan ikan gabus di sawah-sawah yang sedang digarapnya. Dengan demikian, keong-keong yang banyak merugikan petani sedikit demi sedikit akan berkurang.[2]

Baca juga:  Ingin Tetap Nyemil Sehat? Ini Deretan Merek Biskuit Rendah Kalori untuk Diet

Dilihat dari kandungan gizinya, ikan gabus tidak kalah dari ikan air tawar populer lainnya seperti ikan mas dan bandeng. Keunggulan ikan gabus adalah kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Kadar protein per 100 g ikan gabus setara ikan bandeng 100 g, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan mas maupun lele. Kandungan protein ikan gabus juga lebih tinggi daripada sumber protein lain seperti telur, daging ayam, maupun daging sapi.

Nilai cerna protein ikan juga sangat baik yang mencapai lebih dari 90%. Selain itu, protein kolagen ikan gabus lebih rendah dibandingkan dengan daging ternak, yaitu berkisar 3-5% dari total protein. Hal tersebut yang menyebabkan tekstur daging ikan gabus lebih empuk daripada daging ayam ataupun daging sapi. Rendahnya kolagen menyebabkan daging ikan gabus menjadi lebih mudah dicerna bayi, kelompok lansia, dan orang yang baru sembuh dari sakit. Keunggulan protein ikan gabus lainnya adalah kaya akan albumin.[3]

Baca juga:  Sering Ada di Makanan Korea, Apa Sih Manfaat Akar Teratai?

Aplikasi ekstrak ikan gabus dalam diet secara nyata dapat meningkatkan kadar albumin serum pada kasus-kasus hipoalbuminemia dan mempercepat proses penyembuhan luka pada setelah operasi. Dari aplikasi tersebut diduga ekstrak ikan gabus mengandung komponen gizi yang terkait dengan proses sintesis jaringan dan antioksidan, sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai stabilisator albumin, SGOT, dan SGPT.[4]

Ikan gabus (sumber: cairofood.com)

Ikan gabus (sumber: cairofood.com)

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, berikut kandungan nutrisi dalam setiap 100 gram ikan kutuk kondisi segar.

Kandungan Nutrisi Ikan Gabus

  • Air: 79,6 gram.
  • Kalori: 80 kkal.
  • Protein: 16,2 gram.
  • Lemak: 0,5 gram.
  • Karbohidrat: 2,6 gram.
  • Serat: 0,0 gram.
  • Kalsium: 170 miligram.
  • Fosfor: 139 milligram.
  • Zat besi: 0,1 miligram.
  • Natrium: 65 miligram.
  • Kalium: 254 miligram.
  • Tembaga: 0,3 miligram.
  • Seng: 0,4 miligram.
  • Retinol (Vit. A): 335 mikrogram.
  • Thiamin (Vit. B1): 0,4 miligram.
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,2 miligram.
  • Niacin (Vit. B3): 0,1 miligram.

Seperti yang disinggung sebelumnya, ikan kutuk atau gabus juga sudah banyak diolah menjadi obat atau suplemen berupa kapsul kutuk. Lantas, apa efek samping dari produk tersebut?

Baca juga:  Faktor Yang Memengaruhi Kadar Vitamin D Dalam Tubuh

Efek Samping Kapsul Kutuk

Kapsul kutuk atau ikan gabus menyimpan manfaat untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Kabarnya, belum ada efek samping yang dilaporkan dari konsumsi kapsul kutuk.

“Belum ada penelitian lanjutan atau kesimpulan mengenai efektivitas dan efek sampingnya terutama untuk ibu menyusui karena penelitian mengenai ekstrak Channa Striata sebagai zat yang dapat membantu penyembuhan luka masih sangat terbatas. Saat ini juga belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa ekstrak Channa Striata tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui,” kata dr. Farah Shafira dari Alodokter.

Namun demikian, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kapsul kutuk. Apalagi, jika Anda memiliki alergi atau hipersensitif terhadap ekstrak ikan gabus, sebaiknya hindari konsumsi kapsul kutuk.

[1] Suprayitno, E. 2017. Misteri Ikan Gabus. Malang: UB Press, hlm 7.

[2] Kusmini, II dkk. 2018. Budidaya Ikan Gabus. Jakarta: Penebar Swadaya, hlm 10.

[3] Ibid., hlm 11.

[4] Tantalu, L dkk. 2017. Rekayasa Pengolahan Produk Agroindustri. Malang: Media Nusa Creative, hlm 217.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*