Bisakah Makan Ikan Meningkatkan Risiko Kanker Kulit atau Melanoma?
Bagi Anda yang sangat suka makan ikan, sebaiknya sedikit waspada dan cek kesehatan terkait riwayat kanker kulit. Tidak semua orang imun terhadap ikan, terutama ikan laut dan ini dikaitkan dengan meningkatkan risiko melanoma atau kanker kulit. Dikhawatirkan, jika Anda memiliki riwayat melanoma atau ada keluarga yang memiliki melanoma, maka risiko kanker kulit dalam diri Anda akan semakin tinggi.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, ikan termasuk jenis pangan baik untuk diet sehat, karena mengandung banyak protein, rendah lemak jenuh, dan sumber asam lemak omega-3, vitamin D, serta nutrisi lainnya. Makan lebih banyak ikan untuk beberapa orang bisa meningkatkan kadar gizi tubuh. Para ahli gizi juga kerap merekomendasikan ikan pada pasien yang ingin memperbaiki nutrisi dan pola makannya.
Di sisi lain, sebuah studi baru diterbitkan Cancer Causes and Control menunjukkan hubungan antara makan ikan dan kanker kulit. Ini sangat mengejutkan, karena sebelumnya, faktor risiko paling umum terkait melanoma hanya sebatas paparan sinar matahari, bukan makanan, apalagi ikan. Terpapar sinar matahari selama lima kali atau lebih dalam waktu yang lama bisa meningkatkan risiko kanker kulit atau melanoma.
Apa Itu Melanoma?
Melanoma termasuk jenis kanker paling mematikan yang ditandai perubahan sifat sel warna kulit atau melanosit yang menjadi ganas dan bisa menyebar atau menyerang organ lain dengan cepat, dengan potensi kematian hingga 75% dibandingkan kanker lainnya.[1] Berdasarkan data kematian kanker di AS, melanoma telah bertanggung jawab pada lebih dari 7.500 kematian setiap tahun dan ini diperkirakan terus meningkat.
Dalam penelitian terbaru, para peneliti menemukan risiko melanoma lebih tinggi di antara orang-orang yang makan ikan dalam jumlah banyak. Studi ini tergolong uji coba terbesar dan paling baik dalam proses perancangannya.
Hampir 500.000 orang di enam negara bagian AS menyelesaikan kuesioner diet pada tahun 1995 hingga 1996. Usia rata-rata peserta adalah 61 tahun dan 60% di antaranya laki-laki. Lebih dari 90% peserta berkulit putih, 4% peserta berkulit hitam, dan 2% peserta Hispanik. Selama 15 tahun berikutnya, para peneliti menghitung berapa banyak orang yang mengembangkan melanoma, dan berikut temuan mereka.
Penelitian Makan Ikan Meningkatkan Risiko Melanoma
- Orang-orang yang mengonsumsi banyak ikan, sekitar 2,6 porsi per minggu memiliki risiko terkena melanoma hingga 22% lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan ikan 0,2 porsi per minggu.
- Risiko perubahan warna dan tekstur kulit akibat masa prakanker atau melanoma in situ meningkat pada mereka yang makan banyak ikan, terutama ikan laut seperti tuna.
- Namun, para peneliti tidak menemukan peningkatan risiko melanoma pada beberapa peserta yang banyak makan ikan goreng. Hasil ini belum jelas mengapa ikan goreng tidak terkait dengan peningkatan risiko melanoma seperti ikan olahan lainnya.
Apakah Ini Berarti Makan Ikan Menyebabkan Melanoma?
Terlalu dini untuk membuat kesimpulan pasti mengenai hubungan ikan dan melanoma. Apalagi, pada hasil penelitian dikatakan bahwa ikan goreng terbilang cukup aman untuk dikonsumsi. Ketergantungan pada survei yang dilaporkan juga masih relatif.
Orang-orang melaporkan sendiri berapa porsi ikan yang mereka makan setiap minggu dan ini bisa jadi tidak akurat. Banyak faktor lain yang bisa memengaruhi risiko melanoma, seperti paparan sinar matahari yang bervariasi. Bisa jadi selama makan ikan, para peserta juga bepergian ke daerah dengan sinar matahari tinggi.
Kontaminan pada ikan juga mungkin menjadi penyebab melanoma. Merkuri atau arsenik dalam ikan bisa menjadi alasan yang masuk akal. Apalagi penelitian tidak mencatat apakah ikan yang dikonsumsi para peserta bebas dari kontaminan. Bahkan FDA menyarankan untuk lebih jeli memilih ikan terkait kontaminan, khususnya anak dan ibu hamil atau ibu menyusui.
Selain itu, para peserta yang andil dalam penelitian terbilang kurang beragam. Tidak jelas apakah temuan ini berlaku secara umum terkait ras dan etnis berbeda. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah benar ikan memang berisiko meningkatkan risiko melanoma. Jika iya, ikan yang seperti apa yang harus dihindari dan aman untuk dikonsumsi.
Menyelidiki jenis ikan mana yang mempengaruhi risiko melanoma, dan menentukan apakah kontaminan tertentu pada ikan bertanggung jawab atas risiko tambahan apapun juga diperlukan. Sementara itu, ikan dengan kadar merkuri yang lebih rendah (seperti salmon dan kerang) tetap menjadi pilihan makanan yang lebih baik daripada makanan olahan tinggi lemak yang khas dari banyak makanan Barat.
[1] Heksaputra, Dadang & Fadil Indra Sanjaya. 2018. Anotasi Wilayah Melanoma dengan Komputasi Ekstraksi Ciri Pengolahan Citra PH2 (Skripsi). Program Studi Ilmu Sistem Informasi Universitas Alma Ata Yogyakarta.


Leave a comment