Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Pakaian dan Bagaimana Membasminya?

Ilustrasi: virus corona menempel di pakaian Ilustrasi: virus corona menempel di pakaian

Coronavirus, yang menjadi momok bagi seluruh orang di dunia, membuat masyarakat semakin sadar arti kebersihan. Selain mencegah penularan dengan cara mencuci tangan, tampaknya Anda juga harus sering mengganti baju. Ini karena virus yang dikatakan mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama di pakaian. Lalu, bagaimana cara membasminya?

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Pakaian?

Coronavirus merupakan virus RNA strain tunggal positif yang berkapsul dan tidak bersegmen. Virus ini tergolong dalam ordo Nidovirales, yakni keluarga Coronaviridae yang membentuk struktur seperti kubus dengan protein S berlokasi di permukaan virus.[1] Protein S atau spike protein adalah salah satu protein antigen utama virus dan merupakan struktur utama untuk penulisan gen. Protein tersebut juga berperan dalam penempelan dan masuknya virus ke dalam sel host atau sel inang.

Dilansir dari Huffpost, COVID-19 dapat menginfeksi inangnya melalui tetesan pernapasan (dari orang yang terinfeksi) ketika bersin atau batuk. Selain itu, virus juga bisa saja ditularkan melalui benda yang terkontaminasi oleh virus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus corona baru dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari di permukaan yang terbuat dari berbagai bahan, termasuk pakaian.

Baca juga:  Harga Bersahabat, Ini Manfaat Sabun Kolagen HPAI untuk Tubuh dan Wajah

Bahan pada pakaian seperti kain, ternyata dapat menahan tetesan pernapasan yang mengandung virus. Ini karena Anda menggunakan setiap hari tanpa tahu apakah Anda sedang berhimpitan dengan orang yang terinfeksi, atau pakaian Anda terkena air liur orang yang mengidap coronavirus atau tidak.

Ilustrasi: virus corona menempel di pakaian

Ilustrasi: virus corona menempel di pakaian

Tetesan pernapasan yang berupa partikel-partikel tersebut memang dapat mengering seiring waktu dan menonaktifkan virus. Namun, ini tidak berarti bahwa itu akan terjadi dengan cepat, karena bisa juga berlangsung lama tergantung kondisi suhu di sekitar. Virus yang sudah non-aktif juga bisa aktif kembali, jika Anda memakai pakaian di suhu yang lebih hangat dan lembap.

CDC juga mengatakan, durasi ketahanan virus tergantung pada jenis kain pakaian. Selain itu, beberapa ahli percaya, serat dengan pori-pori besar seperti katun, mampu menangkap partikel virus, mengeringkannya, dan memecahnya dengan cepat. Sementara itu, bahan yang berpori-pori kecil, seperti spandeks dan polyester, mampu menahan kuman dan virus lebih lama. Sehingga, virus yang menempel akan lebih lama dinonaktifkan.

Baca juga:  Punya Banyak Manfaat, Minyak Esensial Dikenal Membantu Pemulihan Kanker

Menurut beberapa sumber terkait COVID-19, virus tersebut tidak hanya bisa bertahan di kain, tetapi juga bisa bertahan pada karton, baja, tembaga, dan plastik. Virus dapat tetap aktif setelah 2 atau 3 hari pada plastik dan baja tahan karat, 24 jam pada karton, dan 4 jam pada tembaga. Ketahuilah bahwa beberapa kancing, ritsleting, dan perangkat keras pakaian lainnya mungkin terbuat dari bahan-bahan tersebut.

Melihat daya tahan coronavirus, tentu membuat sebagian besar orang gusar dan bingung dengan cara mencuci pakaian yang tepat. Untuk membasmi COVID-19 dari baju, Anda setidaknya memerlukan air yang bersuhu di atas 80 derajat Fahrenheit. Ini karena virus tidak mampu bertahan di suhu tinggi. Lalu, apalagi yang harus dilakukan?

Ilustrasi: mencuci baju (sumber: lovetoknow.com)

Ilustrasi: mencuci baju (sumber: lovetoknow.com)

Tips Basmi Coronavirus di Pakaian

  • Menggunakan air panas. Gunakan air panas untuk mencuci pakaian yang tahan panas. Namun, jangan terlalu memaksakan diri untuk merebus semua pakaian Anda. Ini karena tidak semua kain tahan dengan panas.
  • Gunakan pengering pakaian. Setelah dicuci memakai air panas, usahakan Anda mengeringkan pakaian dengan benar. Anda bisa menjemurnya di bawah terik matahari selama 8 jam atau menggunakan pengering pakaian selama 1 jam. Cara ini akan membantu menonaktifkan virus yang ada pada pakaian.
  • Pilih deterjen yang tepat. Pilihlah deterjen yang mengandung pembersih lebih banyak atau biasa disebut dengan saponin. Meskipun biasanya deterjen seperti ini terasa panas di tangan, Anda bisa mengatasinya dengan memakai sarung tangan lateks selama mencuci.
  • Pakai pemutih pakaian. Bagi Anda yang ingin mempercepat proses pembasmian virus pada pakaian, bisa memakai bleaching. Virus akan mati jika terkena dengan bahan kimia keras. Meskipun begitu, ini tidak disarankan untuk pakaian selain berwarna putih.
Baca juga:  COVID, Flu, atau RSV? Inilah Cara Membedakannya

Itulah cara mencuci pakaian agar terhindar dari coronavirus. Selain itu, untuk menjaga kebersihan baju, sebaiknya Anda tidak mengunjungi binatu. Dikhawatirkan, cara mencuci baju yang dicampur menjadi satu dan memakai mesin yang sama dengan orang lain dapat mengontaminasi pakaian Anda.

[1] Yuliana. 2020. CoronaVirus Disease (Covid-19): Sebuah Tinjauan Literatur. Wellness and Healthy Magazine, Vol. 2(1): 187-192.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*