Rekomendasi Jenis Minyak Nabati untuk Diet Sehat
Menjalani pola hidup sehat sekaligus terapi kesehatan, bisa dilakukan dengan banyak cara, mulai dari rajin olahraga, tidur yang cukup, hingga diet. Khusus untuk diet, saat ini sudah ada banyak produk asupan pendamping diet. Bahkan Anda bisa menggunakan beberapa jenis minyak nabati berikut untuk menunjang keberhasilan diet Anda.
Minyak Jagung
Diet tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan membuat bentuk tubuh menjadi lebih ideal, tetapi juga sebagai terapi kesehatan. Bagi Anda yang ingin menurunkan risiko terkena diabetes atau mencegah gejala diabetes, bisa mengonsumsi minyak jagung. Minyak jagung dipercaya baik untuk mengatasi gejala diabetes sekaligus menurunkan risiko diabetes melitus (DM).
Manfaat minyak jagung yang baik untuk penderita DM, tentu tidak lepas dari kandungannya. Minyak jagung mengandung PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid) sebagai komponen utama. Tipe PUFA yang paling dominan pada minyak jagung adalah linoleat. Menurut penelitian, asam linoleat dapat memperbaiki sensitivitas insulin pada penderita DM. Inilah alasan minyak jagung adalah bahan olahan yang baik untuk mendampingi diet diabetes.[1]
Minyak Zaitun
Dilansir dari Kumparan, virgin olive oil atau minyak zaitun murni merupakan jenis minyak yang cocok dijadikan asupan pendamping diet sehat. Kandungan lemak tak jenuh tunggal pada minyak zaitun tidak akan membuat berat badan atau kadar kolesterol dalam darah meningkat.
Selain cocok untuk menemani program diet Anda, minyak zaitun juga memiliki kandungan mineral dan vitamin lengkap. Kandungan tersebut memiliki khasiat untuk menutrisi tubuh, mencegah jantung koroner, mengontrol kadar kolesterol, dan membantu mempercepat proses metabolisme tubuh.
Untuk menjadikan minyak zaitun sebagai pendamping diet, caranya sangat mudah. Anda hanya perlu menambahkan minyak zaitun murni pada setiap hidangan yang akan Anda konsumsi. Selain untuk menggoreng, Anda pun bisa menambahkannya pada makanan yang berkuah.
Minyak Kedelai
Minyak kedelai merupakan salah satu jenis minyak nabati yang kerap dijadikan sebagai bahan pembuatan bumbu salad, seperti mayonaise dan saus thousand island. Hal ini karena minyak kedelai memiliki tekstur yang tidak terlalu kental dengan citarasa yang gurih dan aroma khas biji kedelai yang wangi. Selain menambah rasa dan aroma, konon minyak kedelai juga bisa meningkatkan nafsu makan.
Meskipun dapat meningkatkan nafsu makan, minyak kedelai terbilang cocok untuk mendampingi diet sehat Anda. Ini karena minyak mengandung lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang masih tergolong sehat. Apalagi, minyak kedelai juga dipercaya dapat mengendalikan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan tulang, dan mampu menurunkan risiko penyakit alzheimer.
Minyak Biji Anggur
Minyak yang terbilang cukup populer di kalangan milenial adalah minyak biji anggur. Minyak tersebut selain biasa dijadikan sebagai bahan campuran kosmetik dan skincare, bisa pula dipakai untuk asupan diet harian. Minyak yang dapat dikonsumsi tersebut mengandung sekitar 73% lemak tak jenuh ganda dan senyawa aldehida yang baik untuk kesehatan.
Untuk mengonsumsi grapeseed oil, Anda bisa menambahkannya sebagai bumbu masakan atau menuangkannya dalam minuman herbal. Perlu Anda ketahui, minyak anggur memiliki kandungan asam lemak jenuh yang membuatnya lebih stabil dan tidak mudah teroksidasi. Sehingga, kandungan dan kualitas minyak akan tetap terjaga meskipun dipanaskan secara berulang.
Minyak Kelapa
Bagi Anda yang sering berkutat di dapur, pastinya sudah tidak asing dengan minyak kelapa. Minyak kelapa yang dimaksud bukan minyak goreng kelapa sawit, tetapi benar-benar minyak kelapa murni atau biasa disebut dengan virgin coconut oil. Minyak kelapa ini memiliki kadar lemak tak jenuh yang lebih banyak dan mudah dibakar menjadi energi oleh tubuh. Sehingga, tidak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh.
Selain bagus untuk diet, minyak kelapa juga mengandung mineral, vitamin K, vitamin E, dan asam lemak. Semua kandungan itu membuat minyak kelapa memiliki manfaat untuk meningkatkan daya imun, sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari zat radikal bebas, mempercepat proses metabolisme, melancarkan sistem pencernaan, dan menjaga kesehatan jantung.
Itulah beberapa jenis minyak yang baik untuk diet. Meskipun terbilang bagus, pastikan Anda mengonsumsinya secukupnya dan tidak berlebihan. Mengonsumsi minyak secara berlebihan juga tidak baik untuk tubuh. Apalagi bagi Anda yang memiliki gangguan sistem metabolisme.
[1] Firdausi, Khadijah Nur Al, dkk. 2017. Perbandingan Efektivitas Minyak Jagung (Zea mays) dengan Minyak Kelapa Murni (Cocos Nucifera L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus yang Diinjeksi Alloxane. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, Vol. 3(3): 50-54.



Leave a comment