Hal yang Perlu Diwaspadai Seputar Efek Samping Filler Kantung Mata

Ilustrasi: operasi filler kantung mata (sumber: medikpro.co.id) Ilustrasi: operasi filler kantung mata (sumber: medikpro.co.id)

Masalah penuaan kulit menjadi hal yang dikhawatirkan oleh para wanita. Tanda-tanda penuaan biasanya terlihat jelas pada area mata, leher, dan sebagainya. Beberapa orang bahkan rela membayar harga mahal demi melakukan filler di area mata untuk mengurangi kantong mata atau bahkan menyamarkan lingkar hitam. Lantas, adakah efek samping filler kantung mata?

Regio periorbital terdiri atas alis mata, kelopak mata atas dan bawah, glabella, dan perikantus, yang rentan terhadap tanda-tanda awal penuaan. Secara keseluruhan, proses ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Seiring bertambahnya usia, kekenduran kulit kelopak mata bawah menyebabkan menurunnya area periorbital, dikenal dengan “kantung kelopak mata”. Perubahan matriks ekstraseluler dan kehilangan protein kolagen dan elastin struktural penting menyebabkan kehilangan struktur pendukung dan elastisitas.

Ketidakmampuan melawan gravitasi menyebabkan kulit bergantung pada batas kelopak bawah dan membentuk kantung palpebra. Kantung kelopak mata disebabkanmenurunnya kantung lemak periorbital,merupakan gejala moderate aging yang palingdikenal. Kantung kelopak mata disebabkan oleh melemahnya m. orbicularis oculi, menyebabkan herniasi lemak retro-okuler yang dapat meningkat dengan bertambahnya kavitasorbitalis.

Kehilangan volume kantung kelopak mata dapat mengenai berbagai usia. Kondisi ‘tear trough’ dan alur palpebral memberikan tampilan terlihat lelah dan membuat wajah tampak lebih tua. Tampilan ‘tear trough’ disebabkan oleh hilangnya volume di bawah maksilaris sampai ke sisi lateral wajah, disebabkan oleh menurunnya penopang struktur tulang, penuaan kulit, dan melemahnya septum orbital. Akhirnya, jaringan lemak superfisial jatuh ke arah kaudalmenyebabkan alur khas pada palpebra.[1]

Kantung mata (sumber: elumemedspa.com)

Kantung mata (sumber: elumemedspa.com)

Filler untuk Kantung Mata

Penggunaan dermal filler termasuk teknologi terbaru dalam dunia kecantikan. Karena menggunakan jarum suntik, maka metode filler ini hanya bisa dilakukan oleh dokter. Setelah penyuntikan filler, tekstur kulit wajah akan terlihat lebih halus dan mulus, karena zat filler akan “mengisi” kerutan-kerutan pada wajah. Filler juga bisa digunakan untuk memperhalus scar (bekas luka) pada wajah akibat jerawat atau cacar.[2]

Baca juga:  DIKENAL SEBAGAI PEMUTIH KULIT, BERAPA HARGA CREAM 21 DAN DERMOVATE?

Filler sangat berbeda dengan silikon. Dalam filler digunakan zat-zat yang sebenarnya juga terdapat dalam tubuh manusia. Jadi, saat hendak melakukan tindakan filler, pastikan kalau yang disuntikkan adalah benar-benar zat untuk filler, bukannya silikon cair.

Penggunaan metode filler untuk mengoreksi bentuk wajah, kini lebih disukai dibandingkan dengan operasi. Karena luka yang ditimbulkan teknik filler jauh lebih kecil daripada operasi, sehingga rasa sakit akibat metode filler lebih minimal. Kelebihan lain dari tindakan filler adalah pengerjaannya tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya memerlukan waktu sekitar 3-60 menit. Hingga relatif tidak ada down time (masa tunggu setelah suatu tindakan agar pasien dapat beraktivitas lagi). Setelah itu, pasien bisa langsung beraktivitas lagi.

Daya tahan filler mempertahankan bentuk wajah bervariasi, antara 6 bulan hingga permanen. Jangka waktu daya tahan filler dipengaruhi oleh jenis filler yang digunakan dan gaya hidup pasien. Banyaknya kelebihan filler bukan berarti cara ini tidak memiliki efek samping. Pada beberapa kondisi, bisa saja filler tidak memberikan efek sebaik yang diharapkan. Oleh karena itu, tetap berhati-hati dalam melakukan proses ini. Bila ingin melakukan proses filler, pilihlah klinik kecantikan yang benar-benar terpercaya.[3]

Ilustrasi: operasi filler kantung mata (sumber: sozoclinic.sg)

Ilustrasi: operasi filler kantung mata (sumber: sozoclinic.sg)

Efek Samping Filler Kantung Mata

Menurut dr Olivia Ong dari Jakarta Aesthetic Clinic, filler di bagian mata merupakan jenis perawatan yang telah teruji keamanannya. “Filler di bagian mata adalah perawatan yang cukup aman, sebenarnya bukan untuk menghilangkan kantung panda, melainkan dengan memperbaiki bagian cekung mata, karena seiring bertambahnya usia setiap wanita pasti mengalami perubahan di bagian tengkorak mata sehingga membuat bagian cekung mata terlihat melebar dan membuat mata terlihat menjadi tampak tua dan lelah,” kata dr Olivia, seperti dilansir Grid.

Baca juga:  Diklaim Menyamarkan Noda Hitam, Harga Krim Wajah Elora Dibanderol Rp 160 Ribu Per Paket

Sementara itu, dr Irna dari Alodokter menyampaikan bahwa treatment atau tindakan filler mungkin menimbulkan beberapa efek samping seperti reaksi lokal di tempat suntikan (bengkak, kemerahan, nyeri, gatal), perdarahan di bawah kulit (memar), reaksi alergi, munculnya nodul (benjolan di bawah kulit), hingga asimetri wajah.

“Pada penyuntikan filler yang salah dapat terjadi efek samping yang berat seperti kematian jaringan kulit hingga dapat menyebabkan kebutaan.Untuk memastikan keamanan penggunaan filler, sebaiknya anda melakukan penyuntikan filler di dokter yang memang memiliki sertifikasi untuk melakukan suntikan ini,” jelas dr. Irna.

[1] Chandra, R. 2020. Aspek Dermatologi Penuaan Kulit Periorbital. CDK-288. 47(7): 537-540.

[2]Muliyawan, D dkk. 2013. A-Z tentang Kosmetik. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 110.

[3]Ibid., hlm 111.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*