Deterenol, Kandungan Suplemen Penurun Berat Badan yang Berbahaya

Ilustrasi: mengonsumsi pil (sumber: health.com) Ilustrasi: mengonsumsi pil (sumber: health.com)

Obat atau suplemen pelangsing menjadi salah satu barang yang laris karena manfaatnya yang diklaim mampu menurunkan berat badan, membakar lemak, dan sebagai pendamping diet yang sehat.[1] Namun, sangat disayangkan beberapa produk suplemen seperti ini masih banyak dipalsukan dan beberapa ada yang dicampur dengan deterenol yang berbahaya untuk kesehatan.

Suplemen Diet dengan Deterenol Masih Eksis

Dilansir dari Harvard Health Publishing, pasar suplemen diet telah berkembang pesat di AS. Ada beberapa alasan mengapa suplemen atau obat pelangsing menjadi populer, baik di kalangan wanita dewasa maupun gadis. Tak hanya itu, beberapa produk suplemen penurun berat badan yang diklaim mampu mengatasi obesitas terbilang laris di kalangan pria.

Cara mempromosikan produk pelangsing menjadi salah satu faktor yang membuat obat diet laris. Biasanya, untuk menarik perhatian konsumen, produk diiklankan dengan pencitraan sangat baik dan menggunakan testimoni dari selebriti atau publik figur yang sedang naik daun. Tak hanya itu, biasanya beredar sejumlah berita tentang keunggulan produk yang dilebih-lebihkan.

Suplemen atau obat pelangsing juga menjadi sebuah produk yang sangat menarik di mata konsumen, karena tampak aman dari segi komposisi dan dosis. Setidaknya memang ada produk yang seperti ini, tetapi harganya sangat mahal dan sulit didapatkan. Faktanya, sebagian besar produk diet yang murah masih mengandung zat kimia yang berbahaya dan beberapa ada yang mengandung deterenol walau dalam jumlah kecil.

Baca juga:  Manfaat Body Butter dan Cara Menggunakannya

Pertanyaannya, jika suplemen atau obat mengandung zat berbahaya seperti deterenol, bukankah seharusnya dilarang? Tentunya FDA (Food and Drug Administration) atau badan pengatur lainnya akan tahu jika suplemen bisa menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Namun, ada beberapa hal yang membuat suplemen seperti ini masih bisa berada di tangan masyarakat.

Sebuah penelitian tahun 2021 dalam jurnal medis Clinical Toxicology menganalisis suplemen penurun berat badan. Para ahli berhasil mengidentifikasi 17 merk suplemen di AS yang mencantumkan deterenol sebagai bahan tambahannya dan obat diet ini bisa dibeli secara online. Sebenarnya deterenol tidak pernah disetujui untuk dikonsumsi di AS dan sebelumnya telah ditemukan dalam berbagai suplemen makanan yang dijual secara bebas.

Ilustrasi: pil obat/suplemen diet (pexels: Diana Polekhina)

Ilustrasi: pil obat/suplemen diet (pexels: Diana Polekhina)

Efek Samping Penggunaan Deterenol

Diketahui, deterenol bisa menyebabkan agitasi, palpitasi, hingga serangan jantung. Dikenal berbahaya, sebenarnya FDA telah melarang penggunaan deterenol dalam suplemen diet pada tahun 2004. Selain itu, badan Anti-Doping Dunia melarang penggunaan zat tersebut karena masalah keamanan.

Baca juga:  Nggak Cuma Baru, Tato Lama Juga Bisa Bikin Infeksi, Alergi, dan Iritasi Kulit

Masalah keamanan yang dimaksud adalah penggunaan suplemen dengan kandungan deterenol dengan dosis yang berlebihan dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gejala efek samping yang kronis. Selain itu, ada kemungkinan didiskualifikasi dari kompetisi jika pemakainya adalah seorang atlet yang sedang mengikuti kompetisi.

Perlu diketahui, FDA memang mengatur peredaran suplemen diet di pasaran, seperti yang tercantum di situs atau website suplemen yang beredar. Namun, mereka tidak berwenang untuk meninjau produk lebih dalam terkait dengan keamanan dan efektivitasnya setelah dikonsumsi sebelum dijual. Selain itu, tindakan FDA sebagian besar terjadi setelah produk beredar, seperti penarikan kembali jika produk terbukti tidak aman atau adanya klaim pemasaran yang bersifat kriminal dan menyesatkan.

Mengawasi setiap produk obat atau suplemen diet di pasar bukanlah pekerjaan yang mudah dan ini bisa membuat pihak FDA mengalami kewalahan. Sehingga, sebagai konsumen, Anda tidak bisa hanya mengandalkan FDA. Anda juga perlu memperhatikan produk yang ingin Anda beli secara rinci, dimulai dari melihat tabel gizi, komposisi, manfaat, dan efek sampingnya.

Baca juga:  Terbaru, Ini Cara Praktis Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Selain itu, jika Anda ingin mencoba minum sebuah suplemen baru untuk menurunkan berat badan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahlinya. Sebaiknya Anda mengonsumsi obat atau suplemen didampingi dengan dokter atau ahli gizi. Ini akan membuat Anda terbebas dari risiko kesehatan, seperti sakit jantung.

Tak hanya itu, Anda harus memperhatikan dosis setiap suplemen yang Anda konsumsi dan memperhatikan reaksi obat terhadap bahan lain. Misalnya, ketika Anda memilih satu jenis suplemen diet, perhatikan apakah ada bahan aktif yang bereaksi negatif terhadap asupan lain yang akan Anda konsumsi bersama dengan produk tersebut.

[1] Farafinsah, Wina. 2016. Pola Konsumsi Obat Pelangsing di Kalangan Mahasiswi FISIP Universitas Airlangga Surabaya (Skripsi). Program Studi Sosiologi Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*