Dapatkah Menemukan Mr/Mrs Right Via Kencan Online?
Entah Anda termasuk pendatang baru atau berpengalaman di hal ini, kesempatan untuk terlibat dalam dunia ini sering disebut ‘haze’. Istilah tersebut menggambarkan keadaan ketika Anda merasa cocok dengan seseorang setelah mengobrol via online.
Setelah bertukar pesan via online, Anda biasanya membayangkan akan menjalin hubungan dengan orang tersebut, melakukan perjalanan liburan bersama, bahkan mengadopsi hewan yang diberi nama sesuai kesepakatan berdua.
Tetapi, ketika orang tersebut ternyata tidak mengajak berkencan, mungkin Anda akan merasa kecewa, dan hal itu dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih serius, misalnya depresi.
Seorang konsultan ahli hubungan di Amerika mengatakan, “Saya mempunyai banyak klien yang bercerita (kepada saya) cerita yang sama, lagi dan lagi,” ujar Rachel Sussman.
“Dan masalahnya adalah mereka mengetahui kebiasaan tersebut tidak baik. Mereka (klien) mengatakan ‘Iya,saya tahu hal ini bisa membuat gila, tetapi saya tidak bisa melupakan orang tersebut dari pikiran’,” tambahnya.
Kencan online yang dilakukan beberapa orang mempunyai alasan di baliknya, yaitu mereka benar-benar ingin menemukan seseorang. “Mereka benar-benar menginginkan sebuah hubungan,” kata Sussman.
“Jadi, ketika merasa cocok dengan seseorang, mereka biasanya berharap pada orang tersebut, suatu saat akan menjadi pasangan,” tambah konsultan hubungan tersebut. Harapan tersebut termasuk membayangkan diri mereka menjalin hubungan, memproyeksikan masa depan bersama, bahkan sebelum kencan pertama dilakukan.
Tetapi, beberapa diantaranya tidak mendapatkan hasil yang baik. Sussman mengatakan, “Hal tersebut sama dengan melepaskan fantasi seseorang.” Keadaan tersebut mengakibatkan mereka (pelaku) kehilangan harapan.
Cara paling mudah untuk menghindari perasaan kehilangan harapan adalah tetap menjaga diri Anda dari fantasi yang ada, walaupun hal ini susah dilakukan. Tetapi, Sussman memiliki cara untuk membuat harapan Anda kembali.
“Apa yang saya katakan kepada klien ketika mereka mulai terlibat di aplikasi kencan online adalah sebaiknya berpikir hubungan tersebut seperti pacaran ketika di sekolah. Anda menggunakan aplikasi tersebut untuk mendapatkan pengalaman, sehingga, terdapat kemungkinan tidak menemukan orang yang tepat ketika itu,” tambah Sussman.
Sementara di luar sana, ada beberapa pasangan yang menceritakan bagaimana mereka bertemu via online dan akhirnya bersama. Sussman mengatakan hal itu merupakan pengecualian. Mungkin memang ada beberapa orang menemukan orang yang tepat (pasangan) melalui aplikasi online.
“Pergilah berkencan dan bertemu dengan banyak orang, sehingga menjadikan Anda memiliki pandangan mengenai sosok orang yang tepat. Tetapi perlu diingat, jangan berekspektasi tinggi,” ujar konsultan hubungan tersebut.
“Ketika sedang mencari pekerjaan, Anda akan mengirimkan surat lamaran untuk lowongan tersebut, tetapi bukan berarti secara otomatis Anda mendapatkan pekerjaan tersebut, bukan?” tambah Sussman.
“Begitu juga dengan hubungan. Tidak setiap interaksi positif akan membawa Anda kepada sebuah hubungan, tetapi bukan berarti hal tersebut tidak bermanfaat,” tambahnya.
Apabila suatu saat Anda mulai berkhayal, atau berfantasi kembali, coba luangkan waktu sejenak untuk menarik nafas. Kemudian perlahan mencoba mulai memahami orang seperti apa yang sebenarnya Anda butuhkan.



Leave a comment