Cara Mengkonsumsi Kapulaga & Khasiatnya untuk Kesehatan

Kapulaga butir (unsplash: Jaspreet Kalsi) Kapulaga butir (unsplash: Jaspreet Kalsi)

Kapulaga termasuk jenis rempah yang mudah sekali ditemukan di Indonesia. Penambahan kapulaga sebagai bumbu masakan bisa membuat makanan tertentu menjadi lebih lezat dan tentunya sedap pula aromanya. Selain digunakan sebagai bumbu, apakah ada cara lain untuk mengkonsumsi kapulaga?

Kapulaga dijuluki sebagai “Queen of all spices” karena penggunaannya di berbagai macam sektor. Kapulaga digunakan sebagai rempah-rempah, bumbu, parfum, kosmetik, obat tradisional, farmasi, serta makanan dan minuman.

Kapulaga banyak ditanam di wilayah-wilayah di Indonesia. Di antaranya yaitu kapulaga jawa (Amomum compactum Soland Ex Maton) yang banyak ditanam oleh petani Indonesia, di samping kapulaga sejati (Elettaria cardamomum (L.) Maton; Syn. Amomum cardamomum L.) yang berasal dari India.

Amomum compactum Soland Ex Maton merupakan spesies yang berasal dari genus Amomum Roxb. Genus ini memiliki 150 sampai dengan 180 spesies yang beberapa di antaranya banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kapulaga jawa adalah spesies endemik Jawa Barat dan sekarang dibudidayakan di seluruh Asia Tenggara dan Cina Selatan.

Baca juga:  Panduan Memilih Menu Makanan Sehat

Di Indonesia, kapulaga jawa berkontribusi sebagai produksi utama tanaman obat setelah jahe dan kunyit. Secara tradisional, kapulaga jawa telah digunakan untuk menangani berbagai kondisi seperti masalah pencernaan, karminatif, penyegar bau napas, dan sebagai afrodisiaka.[1]

Kapulaga lokal (Amomum compactum Sol. Ex Maton), termasuk famili Zingiberaceae, merupakan tanaman rempah asli Indonesia yang banyak dimanfaatkan dan memiliki khasiat melegakan tenggorokan, menghilangkan bau mulut, mengobati perut kembung dan radang tenggorokan.

Minyak atsiri dan ekstrak metanol dari biji dan buah kapulaga lokal (Amomum compactum Sol. Ex Maton) dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan cendawan Botrytis cinerea Pers asal buah anggur (Vitis sp.) dan senyawa sineol diduga merupakan senyawa utama dalam kapulaga lokal yang bersifat sebagai anticendawan.[2]

Kapulaga pun disebut-sebut bermanfaat untuk mengatasi kehilangan selera makan, kedinginan, batuk, bronkitis, sakit mulut dan tenggorokan, penyakit infeksi, stimulan untuk masalah kencing, kejang usus, irritable bowel syndrome (IBS), keluhan hati dan kantong empedu, sembelit, dan masih banyak lagi. Dilansir dari Hellosehat, rempah satu ini disebut dapat membantu menurunkan berat badan karena dalam 1 sendok kapulaga saja mengandung sekitar 2 gram serat.

Baca juga:  Manfaat & Cara Mengolah Daun Landep untuk Perawatan Rambut

Seperti yang sering Anda dengar, kapulaga kerap ditambahkan dalam bumbu-bumbu masakan Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu, kapulaga sebenarnya juga dapat dikonsumsi dalam bentuk lain. Berikut ulasanlengkapnya.

Cara Mengonsumsi Kapulaga

  • Untuk mengatasi napas/mulut bau: Buah kapulaga 10 butir, daun pegagan 1 genggam tambah air secukupnya. Cara pembuatan: dipipis. Cara pemakaian: diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir. Lama pengobatan: diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur dan gosok gigi sehabis makan.
  • Untuk mengatasi perut kembung dan mulas: Buah kapulaga (sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir, biji jati belanda (disangrai dan tumbuk kasar) 10 butir tambah air mendidih 100 ml. Cara pembuatan: diseduh. Cara pemakaian: diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.
  • Untuk mengatasi radang tenggorokan: Buah kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir, rimpang kunyit (tumbuk kasar) 6 g tambah air mendidih 100 ml. Cara pembuatan: diseduh. Cara pemakaian: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: diulang selama 7 hari.[3]
Baca juga:  Tips Mengasinkan Makanan Ala Chef Profesional Supaya Lebih Awet

Bagaimana? Cukup mudah kan cara mengkonsumsi kapulaga? Umumnya orang-orang di luar sana mengonsumsi rempah seperti kapulaga layaknya minuman teh biasa dengan cara diseduh bersama air panas dan bahan-bahan herbal lainnya. Sebelum mengonsumsi kapulaga, pastikan Anda tidak memiliki alergi tertentu untuk meminimalkan efek samping yang mungkin timbul.

[1]Praditha, AN dkk. 2020. Kajian Pustaka: Pemanfaatan Biji Kapulaga Jawa (Amomum compactum) Sebagai Antiinflamasi dan Antibiotic Growth Promoter Alternatif untuk Ternak. Indonesia MedicusVeterinus. 9(6): 959-969.

[2]Sukandar, D dkk. 2015. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex Maton). JKTI. 17(2): 119-129.

[3] Ulung, G dkk. 2014. Sehat Alami dengan Herbal: 250 Tanaman Berkhasiat Obat. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 180.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*