Apa Saja Manfaat Kapulaga untuk Rahim?
Kapulaga (Amomum cardamomum) selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan juga lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Kapulaga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan dan juga kebugaran, termasuk disebut-sebut berkhasiat untuk rahim.
Di beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol, palago, karkolaka, dan lain-lain. Nama asing kapulaga adalah pai thou kou (bahasa Tionghoa).Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian dilatinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi, dan elakkaai dalam bahasa Tamil.
Tumbuhan kapulaga tergolong dalam herba dan membentuk rumpun, sosoknya seperti tumbuhan jahe, dan dapat mencapai ketinggian 2-3 meter dan tumbuh di hutan-hutan yang masih lebat. Kapulaga hidup subur di ketinggian 200-1.000 meter di atas permukaan laut.
Buah yang sudah kering menjadi keriput, bergaris-garis, berisi 4-7 butir biji cokelat kemerah-merahan. Rasanya agak pedas seperti jahe, tetapi baunya tidak. Kapulaga memiliki aroma sedap sehingga orang Inggris menyanjungnya sebagai grains of paradise. Oleh karena itu, dimanfaatkan untuk menambah aroma pada masakan, kue, dan minuman. Ada dua jenis kapulaga, yaitu kapulaga putih yang banyak digunakan untuk masakan dan kapulaga hijau untuk kue dan minuman.
Saat akan digunakan, kapulaga dimemarkan atau dihaluskan dan disangrai hingga harum agar aroma khas dapat tercipta. Kapulaga sebaiknya disimpan dalam toples yang tertutup rapat.[1]
Kapulaga dijuluki sebagai “Queen of all spices” karena penggunaannya di berbagai macam sektor. Kapulaga digunakan sebagai rempah-rempah, bumbu, parfum, kosmetik, obat tradisional, farmasi, serta makanan dan minuman.
Kapulaga banyak ditanam di wilayah-wilayah di Indonesia. Di antaranya yaitu kapulaga jawa (Amomum compactumSoland Ex Maton) yang banyak ditanam oleh petani Indonesia, di samping kapulaga sejati (Elettaria cardamomum (L.) Maton; Syn. Amomum cardamomum L.) yang berasal dari India.
Amomum compactumSolandEx Maton merupakan spesies yang berasal dari genus Amomum Roxb. Genus ini memiliki 150 sampai dengan 180 spesies yang beberapa di antaranya banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kapulaga jawa adalah spesies endemik Jawa Barat dan sekarang dibudidayakan di seluruh Asia Tenggara dan Cina Selatan.
Manfaat Kapulaga
Di Indonesia, kapulaga jawa berkontribusi sebagai produksi utama tanaman obat setelah jahe dan kunyit. Secara tradisional, kapulaga jawa telah digunakan untuk menangani berbagai kondisi seperti masalah pencernaan, karminatif, penyegar bau napas, dan sebagai afrodisiaka.[2]
Kapulaga lokal (Amomum compactum Sol. Ex Maton), termasuk famili Zingiberaceae, merupakan tanaman rempah asli Indonesia yang banyak dimanfaatkan dan memiliki khasiat melegakan tenggorokan, menghilangkan bau mulut, mengobati perut kembung dan radang tenggorokan.
Minyak atsiri dan ekstrak metanol dari biji dan buah kapulaga lokal (Amomum compactum Sol. Ex Maton) dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan cendawan Botrytis cinerea Pers asal buah anggur (Vitis sp.) dan senyawa sineol diduga merupakan senyawa utama dalam kapulaga lokal yang bersifat sebagai anticendawan.[3]
Kapulaga pun disebut-sebut bermanfaat untuk mengatasi kehilangan selera makan, kedinginan, batuk, bronkitis, sakit mulut dan tenggorokan, penyakit infeksi, stimulan untuk masalah kencing, kejang usus, irritable bowel syndrome (IBS), keluhan hati dan kantong empedu, sembelit, dan masih banyak lagi. Dilansir dari Hellosehat, rempah satu ini disebut dapat membantu menurunkan berat badan karena dalam 1 sendok kapulaga saja mengandung sekitar 2 gram serat.
Kapulaga sering digunakan pula sebagai salah satu bahan detox untuk rahim. Kapulaga diketahui mengandung terpinine, borneol, eucalyptol, camphor, dan limonene.Dengan menyeduh teh kapulaga ketika PMS, maka rasa nyeri yang Anda alami kabarnya akan perlahan menghilang. Hal tersebut disebabkan karena kandungan kapulaga yang juga berkhasiat untuk meringankan gejala halitosis, tak hanya di mulut namun juga di perut.
[1]Asnur, L. 2021. TATA BOGA I (Masakan Nusantara). Pasuruan: Penerbit Qiara Media, hlm 30.
[2]Praditha, AN dkk. 2020. Kajian Pustaka: Pemanfaatan Biji Kapulaga Jawa (Amomum compactum) Sebagai Antiinflamasi dan Antibiotic Growth Promoter Alternatif untuk Ternak. Indonesia MedicusVeterinus. 9(6): 959-969.
[3]Sukandar, D dkk. 2015. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex Maton). JKTI. 17(2): 119-129.


Leave a comment