Manfaat & Cara Mengolah Labu Madu yang Lezat Buat Keluarga

Labu madu (sumber: wikipedia) Labu madu (sumber: wikipedia)

Jenis labu yang nikmat untuk dikonsumsi ada bermacam-macam, salah satunya labu madu. Labu yang mudah ditemui di pasar tradisional maupun supermarket ini memiliki cita rasa yang manis dan nikmat. Lantas, bagaimana cara mengolah labu madu yang enak?

Tentang Labu Madu

Butternut squash (Cucurbita moschata) atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan labu madu sebenarnya adalah jenis labu yang menyimpan cukup banyak manfaat. Butternut pumpkin ini teksturnya lembut dan memiliki rasa yang manis.

Buahnya berbentuk seperti pir atau oval, berukuran besar, serta kulitnya keras. Daging buahnya bertekstur lunak dan mempunyai rasa dari tawar hingga manis. Tangkai buah C. moschata keras, bersudut, dan membesar di bagian dekat buah.[1]

Sayangnya pemasaran labu madu di Indonesia kabarnya masih terbilang sulit karena sosok labu ini masih asing di masyarakat. Oleh sebab itu harga jual labu madu pun cukup tinggi. Meski masih belum se-familiar labu kuning, namun kini sudah banyak petani yang mulai membudidayakan labu madu. Berikut ulasan lengkapnya.

Manfaat Labu Madu

  • Melancarkan pencernaan. Mengonsumsi labu madu disebut-sebut dapat membantu melancarkan pencernaan dan mempermudah kerja usus. Makan buah madu sebagai makanan pendamping untuk diet juga kabarnya sangat baik, karena di dalamnya memiliki kandungan serat yang cukup tinggi.
  • Baik untuk mata. Kandungan vitamin A dalam labu madu diyakini bisa mencukupi kebutuhan vitamin A dalam tubuh, serta membantu menyehatkan mata.
  • Kaya antioksidan. Kandungan antioksidan dalam labu madu bisa menangkal radikal bebas yang membuat daya tahan tubuh menurun. Labu madu juga kaya kandungan vitamin C untuk menangkal radikal bebas.
  • Mengobati gejala anemia. Zat besi yang terkandung dalam butternut pumpkin disebut-sebut mampu mengobati gejala anemia dan membantu proses metabolisme dalam tubuh, sehingga membantu perkembangan otot, otak, dan daya tahan tubuh.
  • Baik untuk pendamping ASI bagi bayi. Kandungan folat dalam labu madu ternyata baik untuk bayi yang sedang belajar makan atau mengunyah. Selain itu baik untuk metabolisme asam amino, pembentukan eritrosit dan leukosit, serta baik untuk ibu hamil.
Baca juga:  Tips Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Panas

Cara Budidaya Labu Madu

Budidaya labu madu (sumber: treehugger.com)

Budidaya labu madu (sumber: treehugger.com)

Persiapan Lahan Tanam Labu Madu

Tanah pada lahan yang hendak digunakan untuk menanam labu madu sebaiknya dibuat gembur terlebih dahulu. Kemudian Anda bisa membuat bedengan atau gundukan tanah dengan ukuran lebar sekitar 1 meter dan tinggi antara 15-20 cm, sementara itu panjangnya bisa menyesuaikan dengan lahan tanam Anda. Beri jarak antar bedengan sekitar 4 meter.

Apabila pH tanah tidak sesuai, lakukan pengapuran. Kemudian lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk NPK. Sekitar 1 minggu sebelum ditutup dengan mulsa, bedengan dapat disemprot dengan agen hayati dan asam humat. Buatlah para-para atau tempat merambat tanaman labu nantinya menggunakan kayu atau bambu yang kuat.

Penanaman Labu Madu

Apabila lahan sudah siap dengan jarak 1 meter x 4 meter (double row), maka Anda bisa mengatur jarak tanam antar bibit yaitu sekitar 1 meter di kanan dan bersela 1 meter di kiri dengan jarak tanam antar baris yakni 50 cm. Usia bibit yang siap ditanam yaitu 2-3 hari setelah semai. Sebelum bibit disemaikan, sebaiknya Anda rendam dalam air terlebih dahulu.

Baca juga:  Rekomendasi Merk Exfoliating Toner untuk Kulit Berminyak

Perawatan Labu Madu

Supaya kelembapan tanah selama musim panas senantiasa terjaga, sebaiknya lakukan penyiraman secara teratur, setidaknya 1 kali dalam sehari atau volume dan intensitas penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika sedang memasuki musim penghujan, sebaiknya tak perlu disiram lagi. Pasalnya labu madu lebih rentan mengalami kebusukan ketika musim hujan. Di samping itu, jagalah agar tanaman labu madu tidak terserang hama.

Penyiangan Labu Madu

Seperti halnya tanaman pada umumnya, tanaman labu madu juga perlu penyiangan untuk menyingkirkan gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, lakukan penyiangan secara rutin setiap 2-3 minggu sekali.

Pemanenan Labu Madu

Labu madu atau butternut squash bisa dipanen apabila tanaman sudah memasuki umur sekitar 85-90 hari. Ciri-ciri buah labu madu yang sudah siap panen biasanya memiliki tangkai buah bagian pangkal yang telah berubah warna dari hijau menjadi kecokelatan. Warna buahnya pun sudah mulai berwarna coklat mengkilap. Kriteria lain juga dapat dicek dengan cara memukul buahnya. Labu madu yang sudah matang biasanya buahnya akan berbunyi berdenting saat dipukul.

Baca juga:  7 Penyebab Rambut Rontok Menurut Dokter dan Para Ahli

Cara Mengolah Labu Madu

Labu madu mudah diolah jadi apa saja. Karena dianggap sebagai super food, labu madu sering dijadikan sebagai menu MPASI (makanan pendamping ASI) untuk bayi dengan dihaluskan hingga teksturnya menyerupai bubur atau puree, diolah jadi camilan sehat, dikukus, direbus, atau bahkan dipanggang berikut kulitnya. Kemudian setelah matang, daging labu madu setelah dioven bisa langsung disendok dari kulitnya. Mudah dan praktis bukan?

[1] Makmur, D. 2018. Budidaya Labu Madu: Panduan Budidaya Labu Madu. Jakarta: Dadi Makmur, hlm 23.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*