Jangan Melebihi Dosis, Ini Efek Samping Minum Antimo Berlebihan
Orang-orang yang tak biasa naik kendaraan, entah itu naik kapal, mobil, bus, pesawat, atau semacamnya kemungkinan mengalami mabuk perjalanan atau motion sickness. Untuk mengatasi hal ini biasanya disarankan untuk mengonsumsi obat anti mabuk perjalanan atau anti mual seperti Antimo. Harga Antimo cukup murah, hanya Rp3 ribuan saja per strip isi 10 tablet. Namun, Anda perlu waspada, sebab minum Antimo berlebihan bisa menimbulkan efek samping.
Apa Itu Mabuk Darat (Motion Sickness)?
Sejak lama sekali diperkirakan bahwa mabuk darat khusus disebabkan oleh gerakan kendaraan. Gerakan-gerakan ini merangsang secara berlebihan labirin di bagian dalam telinga dan kemudian juga pusat muntah melalui CTZ.
Akan tetapi sejak beberapa tahun teori konflik indera sudah diterima umum. Menurut teori ini penyebab utama mabuk darat adalah pertentangan antara informasi yang disalurkan oleh organ keseimbangan ke otak di satu pihak dan informasi dari indera-indera lain di lain pihak. Khususnya menyangkut pertentangan antara mata dan indra perasa, yang sebetulnya harus bekerja sama dengan organ keseimbangan (labirin), yang pada mabuk darat (jalan) memegang peran esensial.
Contohnya, seorang penumpang mobil yang membaca koran di kendaraan yang sedang berjalan. Organ keseimbangannya mencatat gerakan, tetapi matanya tidak. Maka terjadilah suatu keadaan bertentangan (konflik), yang mendorong labirin untuk melepaskan isyarat-isyarat pada inti vestibuler. Sinyal-sinyal itu diteruskan ke pusat muntah dan dengan demikian timbul rasa mual dan kecenderungan untuk muntah.
Guna menghindari mabuk darat, penting sekali untuk duduk di mobil atau bus bagian depan, di samping pengemudi, agar mata dapat selalu diarahkan ke jalanan. Sebaiknya jendela dibuka agar hawa segar masuk dengan cukup. Selain itu tidak dianjurkan makan terlalu banyak sebelum memulai perjalanan atau merokok.[1]
Selain itu, untuk mencegah mabuk darat juga bisa memanfaatkan obat yang beredar bebas seperti Antimo. Berikut ulasan lengkap seputar Antimo.
Tentang Antimo
Antimo merupakan merek obat yang mengandung Dimenhidrinat sebanyak 50 miligram sebagai komponen zat aktifnya. Antimo adalah salah satu jenis antihistamin yang kerap dipakai untuk mengatasi rasa mual dan muntah. Antimo dapat dikonsumsi untuk mengatasi mabuk perjalanan (motion sickness) karena kendaraan bermotor, kapal, kereta api, atau pesawat udara, dan penyakit vertigo.
Dilansir dari Hellosehat, Dimenhidrinat pada Antimo dibantu oleh vitamin B6, sehingga bisa bekerja lebih efektif pada sistem saraf pusat. Cara kerja Dimenhidrinat adalah dengan menghambat zat histamin dan mencegah adanya rangsangan di saraf otak dan telinga dalam yang menjadi penyebab timbulnya rasa mual, muntah, dan pusing kepala.
Dosis & Aturan Pakai Antimo
- Dewasa dan anak usia >14 tahun: dosis sebanyak 1 – 2 tablet, diminum ½ – 1 jam sebelum perjalanan atau sebelum melakukan aktivitas. Obat boleh diulang tiap 4 jam bila diperlukan. Dosis maksimal 8 tablet/hari.
- Anak usia 8-12 tahun: dosis ½ tablet, diminum ½ jam sebelum perjalanan. Obat boleh diulang tiap 4 jam bila diperlukan. Dosis maksimal 3 tablet per hari.
Obat Antimo sebaiknya diminum sesudah makan. Jika digunakan sebagai antimabuk, sebaiknya obat diminum 30 menit sebelum perjalanan. Gunakan obat ini hanya saat Anda membutuhkannya, misalnya ketika tak bisa tidur karena mengalami flu berat atau semacamnya.
Efek Samping Minum Antimo Berlebihan
Efek samping yang dirasakan setiap orang setelah minum Antimo secara berlebihan bisa saja berbeda-beda, ada yang ringan hingga berat. Secara umum, efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, gangguan koordinasi (terutama pada anak-anak), sakit kepala, gangguan psikomotor, mulut kering, pandangan kabur, hingga peningkatan refluks lambung.
Efek samping cukup serius yang mungkin terjadi pada konsumsi Antimo adalah retensi urine dan tremor, rasa gembira yang berlebihan, serta dependensi. Jika dikonsumsi berlebihan (overdosis), gejalanya antara lain, perasaan mengantuk yang teramat, halusinasi, pengecilan pupil mata, kejang, depresi pernapasan, hingga koma. Segera hentikan konsumsi obat apabila Anda mengalami efek samping yang negatif.
[1] Tjay, TH & Kirana R. 2008. Obat-Obat Penting Edisi Keenam. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 282.

Leave a comment