Waspadai Tanda Infertilitas Sekunder, Ini Cara Mengatasinya

Waspadai Tanda Infertilitas Sekunder - www.aljazeera.net Waspadai Tanda Infertilitas Sekunder - www.aljazeera.net

Memiliki buah hati tentunya menjadi impian setiap pasangan, bahkan tak jarang mereka menginginkan anak lebih dari satu. Meskipun begitu, setelah kehamilan pertama berakhir, tak sedikit yang memilih untuk menunda masa kehamilan selanjutnya. Padahal, ini bisa berisiko terhadap infertilitas sekunder. Untuk mengatasinya pun tidak bisa dibilang mudah, karena ada beberapa cara yang perlu dilakukan.

Tanda-Tanda Infertilitas Sekunder

Menunda kehamilan dengan memasang alat kontrasepsi dan melepasnya untuk mempersiapkan masa kehamilan, tidaklah mudah. Kondisi alat reproduksi wanita yang tadinya tidak bisa menerima pembuahan harus dipaksa kembali berfungsi. Inilah mengapa infertilitas sekunder biasanya terjadi pada wanita yang pernah memasang alat kontrasepsi.

Pada dasarnya, infertilitas sekunder dialami oleh ibu yang sudah pernah memiliki anak satu. Infertilitas membuat para wanita menjadi susah mendapatkan momongan kembali di saat mereka menginginkannya. Dilansir dari Bidanku.com, usia wanita yang mengalami infertilitas sekunder, yaitu antara 20 hingga 34 tahun, ketika usia mereka masih produktif, atau melewati usia reproduktif di atas 35 tahun.

Infertilitas sekunder dapat diketahui dengan melihat beberapa tanda. Jika Anda sudah melepas alat kontrasepsi, namun belum memiliki keturunan hingga 2 tahun setelah memiliki anak pertama, Anda perlu waspada. Periksakan diri Anda dan pasangan ke dokter, dan berkonsultasilah mengenai program kehamilan yang cocok untuk Anda dan pasangan Anda.

Selain itu, infertilitas sekunder juga dapat terjadi pada mereka yang tidak menggunakan alat kontrasepsi. Bagi wanita yang tidak memasang alat kontrasepsi setelah masa kehamilan anak pertama, namun belum dikaruniai anak setelah enam bulan menjalani program kehamilan, juga perlu waspada. 

Baca juga:  COVID, Flu, atau RSV? Inilah Cara Membedakannya

Bagi wanita yang memiliki riwayat radang rongga panggul dan penyakit kelamin juga perlu waspada. Mungkin pada kehamilan anak pertama akan berjalan dengan baik, tetapi ini juga berisiko pada infertilitas sekunder. Selain itu, waspada bagi wanita dengan masalah menstruasi tidak teratur setelah masa kehamilan anak pertama.

Tanda-Tanda Infertilitas Sekunder - www.dailymail.co.uk

Tanda-Tanda Infertilitas Sekunder – www.dailymail.co.uk

Tanda-tanda infertilitas sekunder tersebut akan menjadi lebih kuat jika diimbangi dengan tes. Perlu adanya tes untuk membenarkan fakta bahwa seorang wanita memang mengalami infertilitas sekunder. Tidak hanya wanita, tetapi juga pria, karena sepasang suami istri yang sudah memiliki anak pertama terkadang sudah tidak memedulikan kesehatan.

Mereka sibuk mengurus anak pertama hingga lupa untuk menjaga pola hidup sehat dan mempersiapkan diri untuk memiliki anak kedua. Padahal, menjaga pola hidup sehat juga penting jika Anda ingin memiliki beberapa momongan. Sebaiknya, jika Anda sudah memiliki anak pertama dan ingin memiliki anak lagi, Anda tetap menjaga kesehatan dan pola hidup Anda.

Selain itu, sebaiknya Anda tidak memasang alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi dibutuhkan jika Anda sudah tidak ingin memiliki anak lagi. Ini akan sangat berguna dan tidak membuat Anda mengalami risiko infertilitas sekunder. Bagi Anda yang sudah mulai merasa berisiko terhadap infertilitas sekunder, Anda bisa melakukan pencegahan atau bagi wanita yang mengalami infertilitas sekunder, bisa mengatasinya dengan cara berikut.

Baca juga:  Perbandingan Lovamil vs Prenagen, Mana Susu Ibu Hamil yang Terbaik?

Cara Atasi Infertilitas Sekunder

Dilansir dari Harvard Health Publishing, jika Anda merasakan gejala infertilitas sekunder, Anda harus segera berkonsultasi pada dokter. Carilah perawatan medis yang baik yang memberikan saran untuk mengatasi infertilitas sekunder tersebut. Beberapa rumah sakit yang menyediakan layanan khusus kehamilan biasanya akan memberitahu Anda cara yang tepat keluar dari masa infertilitas.

Cobalah untuk tidak fokus pada usia. Banyak orang tua berpikir tentang jarak anak-anak mereka. Infertilitas sekunder menggagalkan rencana penspasian ideal. Sebaiknya. Anda tidak memikirkan jarak antara anak pertama dan anak yang lainnya. Ini akan membantu Anda keluar dari infertilitas sekunder.

Menunda kehamilan anak kedua setelah anak pertama dalam waktu beberapa tahun, memang akan bermanfaat untuk ke depannya. Meskipun begitu, Anda juga perlu tahu bahwa kehamilan tidak bisa direncanakan semudah itu. Ada orang yang mencoba menunda kehamilan tetapi mereka gagal, banyak juga orang yang tidak menunda kehamilan tetapi malah belum memiliki momongan hingga beberapa tahun setelah menikah.

Cara Atasi Infertilitas Sekunder - img.arablifestyle.com

Cara Atasi Infertilitas Sekunder – img.arablifestyle.com

Anda juga perlu mengetahui bahwa semakin lama menunda kehamilan, semakin membahayakan pula bagi kesehatan Anda. Semakin tua usia seorang wanita, maka risiko penurunan kesehatan pada saat hamil pun semakin tinggi. Selain penurunan kesehatan, ada beberapa penyakit kronis yang bisa dialami wanita setelah melahirkan di usia tua.

Baca juga:  Hati-Hati, Ini Efek Samping & Bahaya Belimbing Wuluh untuk Wajah

Penyakit kronis tersebut bahkan tidak hanya berisiko pada ibu, tetapi juga bayinya. Sudah banyak kasus seorang ibu mengalami kanker serviks atau kanker payudara setelah melahirkan. Banyak juga kasus bayi lahir cacat dan terkena gangguan kesehatan. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak terlalu mengkhawatirkan jarak antara anak pertama dan anak lainnya.

Cara lain untuk mengatasi infertilitas sekunder, yaitu dengan mengonsumsi suplemen atau obat-obatan oral, seperti letrozole dan clomid (clomiphene citrate). Dilansir dari Nakita.id, obat-obatan oral tersebut dapat membantu folikel ovarium untuk melepaskan sel telur dengan mudah. Wanita yang mengalami infertilitas sekunder juga bisa melakukan terapi hormon yang disuntikkan. Ini merangsang folikel dan hormon luteinizing yang meningkatkan kesuburan pada wanita.

Jika infertilitas sekunder belum juga teratasi, anda bisa mencoba IVF (Fertilisasi in vitro). Metode ini dilakukan dengan cara menyisir sel telur dan sel sperma di laboratorium khusus untuk membentuk embrio. Embrio yang sudah terbentuk akan segera dimasukkan ke dalam rongga uterus, sehingga wanita bisa hamil.

Selain cara-cara di atas, Anda pun bisa mengatasi dan mencegah infertilitas sekunder dengan cara alami. Olahraga secara teratur dan konsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi. Paling utama bagi Anda yang ingin cepat hamil lagi, yaitu mengonsumsi banyak sayur hijau, ikan, kacang-kacangan, daging, dan susu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*