Meski Bermanfaat, Efek Samping Kulit dan Buah Manggis Ini Juga Perlu Diwaspadai!
Hampir setiap masyarakat Indonesia pasti sudah pernah mencicipi seperti apa lezatnya buah manggis. Buah yang dagingnya berwarna putih dengan kulit berwarna keunguan ini memang tergolong buah tropis yang cukup mudah ditemui. Uniknya, bagian buah dan kulit manggis menyimpan beragam manfaat yang dipercaya baik untuk kesehatan. Lantas, adakah efek samping dari kulit dan buah manggis?
Dilansir dari Wikipedia, manggis atau yang memiliki nama ilmiah Garcinia mangostana L. adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara. Buah manggis bisa tumbuh mencapai 7-25 meter. Buah yang dikenal dengan julukan “ratu buah” ini dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Bahkan kabarnya manggis dikenal sebagai buah yang mempunyai kadar antioksidan tertinggi di dunia.
Menurut Sahroni (2012), buah manggis menjadi komoditas buah yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan karena kaya vitamin C, juga memiliki antioksidan yang menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat.
Masih menurut sumber yang sama, warna kulit manggis yang ungu diyakini kaya akan zat antioksidan kuat. Selain dimanfaatkan sebagai pewarna alami, kulit buah manggis dapat menjadi bahan baku obat-obatan. Kulit manggis bisa menghasilkan senyawa xanthone, yakni zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Xanthone itu pula yang kabarnya memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan, sehingga bisa menangkal radikal bebas.
Efek Samping Kulit & Buah Manggis
- Menimbulkan reaksi alergi. Orang-orang yang hipersensitif terhadap kulit dan buah manggis bisa saja mengalami reaksi alergi ringan seperti gatal-gatal, kulit ruam, kemerahan, bengkak, nyeri sendi, hingga sakit kepala. Jika mengalami gejala serius seperti pembengkakan mulut, tenggorokan, atau dada sesak, sebaiknya segera berkunjung ke dokter.
- Masalah konstipasi. Bagi Anda yang lambungnya sensitif atau bahkan baru pertama kali mengonsumsi manggis, gerak usus Anda bisa saja menjadi longgar atau mengalami konstipasi. Terlebih jika mengonsumsi buah manggis dalam jumlah banyak.
- Kulit manggis mengandung kadar resin, tanin, serat kasar, dan komponen lain yang kabarnya sulit untuk diserap oleh tubuh. Apabila mengonsumsi kulit buah yang masih mengandung endapan, maka berpotensi membahayakan kesehatan ginjal dan usus.
- Memicu Polycythemia Rubra Vera atau gangguan pada sumsum tulang yang bisa menyebabkan produksi sel darah merah sangat tinggi.
- Kandungan xanthone dalam manggis dapat menghambat proses pembekuan darah. Oleh sebab itu, buah ini tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, karena bisa menyebabkan pendarahan gastrointestinal.
- Mengganggu proses pengobatan kemoterapi.
- Menjadi penyebab asidosis laktat dengan gejala seperti mual dan lemas.
- Menyebabkan sedasi berlebihan.
- Kurang cocok dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil dan menyusui.
- Kurang cocok juga dikonsumsi penderita diabetes. Pada dasarnya, buah manggis segar (asli) tak berbahaya bagi penderita diabetes, namun dapat mengganggu obat-obatan yang berkaitan dengan gula darah.
Amankah Mengonsumsi Kulit Manggis?
Pada dasarnya buah satu ini cukup aman dikonsumsi, selama berada dalam taraf yang normal. “Menurut saya ini aman, tapi tetap harus ada batasannya. Dan perlu diingat bahwasanya ini tidak bisa spesifik untuk penyakit tertentu misal anti cancer atau anti diabetes,” kata dr Danang Ardiyanto dari Rumah Riset Jamu, seperti dilansir Detik.
Lebih lanjut dr. Danang menjelaskan, selama Anda tak mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, tremor, kejang, atau pingsan saat mengonsumsi ekstrak kulit manggis (dalam dosis normal), maka bisa jadi ekstrak kulit manggis itu aman untuk Anda konsumsi. “Kalau ada yang mengonsumsi secara berlebihan, efek samping paling berat ya diare. Selain itu, tidak menimbulkan bahaya bagi bagian tubuh lainnya,” ujarnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada sebuah keharusan untuk mengonsumsi suplemen ekstrak kulit manggis atau semacamnya, kecuali bila Anda memiliki kondisi tertentu. “Suplemen seperti ini juga bagus untuk orang-orang yang mengalami (gangguan) neurodegeneratif. Artinya kemampuan sel-sel sarafnya menurun lebih cepat dari normal seperti gampang lupa,” tandasnya.
Referensi:
Sahroni. 2012. Apa Kata Dokter Tentang Jus Kulit Manggis. Jakarta: Penebar Swadaya



Leave a comment