Waspada, Bedak Bayi Talk Bisa Menyebabkan Kanker

Bedak bayi (sumber: pinterest) Bedak bayi (sumber: pinterest)

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan bahan mineral yang bernama talk, talek, talc, talcum, atau talkum. Bahan ini umum ditemukan di produk kosmetik, terutama bedak bayi. Meskipun tidak berbahaya, bahan ini memiliki efek samping jika dipakai secara terus-menerus oleh bayi dan orang dewasa. Konon, talkum merupakan salah satu penyebab kanker yang mematikan.

Alasan Bedak Talk Berbahaya

Talkum pada dasarnya dimanfaatkan sebagai bahan pelicin dalam pembuatan tablet vitamin untuk hewan seperti anjing.[1] Obat maupun vitamin yang dicampur talek, bagian luarnya akan mengilap dan halus, sehingga mudah ditelan oleh hewan. Meskipun begitu, talek juga ditemukan di berbagai macam produk bedak atau kosmetik.

Dilansir dari American Cancer Society, bedak talk adalah produk make up yang mengandung mineral dari unsur magnesium, silikon, dan oksigen. Sebagai bedak, talek mampu menyerap kelembapan dengan baik dan membantu mengurangi gesekan debu pada kulit. Sehingga, berguna menjaga kulit tetap kering dan membantu mencegah ruam. Selain bedak bayi, ternyata talkum juga bisa ditemukan pada sejumlah bahan kosmetik lain, seperti eyeshadow dan blush on.

Bedak talk (sumber: origo.hu)

Bedak talk (sumber: origo.hu)

Masih dari sumber yang sama, secara alami, kebanyakan produk yang mengandung talcum sangat erat hubungannya dengan asbestos, zat yang diketahui bisa menyebabkan kanker jika dihirup. Hal ini yang menyebabkan banyak orang merasa khawatir saat mengetahui bedaknya mengandung talk.

Baca juga:  Punya Efek Buruk Jangka Panjang, Ini Kosmetik Online Berbahaya yang Perlu Diwaspadai

Perlu Anda ketahui, hampir sebagian besar produk bedak bayi mengandung talkum. Untuk mengetahui apakah produk tersebut aman dipakai, Anda perlu memperhatikan komposisi produk, apakah bedak mengandung asbestos atau tidak. Bedak yang mengandung asbestos, secara umum dianggap bisa menyebabkan kanker, tetapi Anda juga perlu tahu bahwa bukti bedak talek mengandung asbestos kadang tidak dipaparkan secara jelas. Bahkan, beberapa produk menyembunyikan fakta bahwa terdapat asbestos dalam jumlah sedikit pada bedak.

Memang, tidak mudah menemukan cushion powder, terutama bedak bayi yang tidak mengandung talkum. Meskipun begitu, Anda tidak boleh menyerah. Menghindari pemakaian bedak talek akan membantu buah hati Anda agar tidak terpapar dengan zat asbestos. Sehingga, anak-anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa was-was dengan risiko kanker.

Pemakaian bedak talek yang dipaksakan dalam jangka panjang hingga menahun, memiliki risiko dapat menimbulkan penyakit kanker. Berikut adalah beberapa jenis kanker yang bisa muncul akibat pemakaian bedak talcum dengan kandungan asbestos.

Baca juga:  Cara Penggunaan Ketomed Shampo Scalp Solution untuk Atasi Ketombe Membandel

Jenis Kanker Disebabkan Bedak Talk

Ilustrasi: kanker paru-paru (sumber: jnj.com)

Ilustrasi: kanker paru-paru (sumber: jnj.com)

  • Dilansir dari merdeka.com, bedak talk bisa menyebabkan kanker endometrial. Ini bisa terjadi jika partikel bedak dioleskan ke area genital atau pada pembalut wanita, diafragma, atau kondom. Bedak yang mengandung asbestos ini akan melewati vagina, rahim, dan saluran tuba ke ovarium, lalu mengendap. Zat tersebut secara terus-menerus akan menggerogoti sel dan menimbulkan kerusakan berupa kanker rahim. Kanker rahim akibat pemakaian bedak talek tidak hanya terjadi pada orang dewasa atau gadis, juga bisa diidap oleh wanita yang mengalami masa menopause.
  • Secara umum, bedak talek bisa berisiko kanker paru-paru. Hal ini bisa terjadi jika Anda menghirup bedak talk dalam jangka waktu yang lama. Partikel bedak atau cushion yang Anda pakai, tidak sengaja akan menempel di hidung dan masuk ke paru-paru. Selain berisiko kanker, bedak tersebut juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, seperti asma dan flek.
  • Kanker perut adalah salah satu jenis kanker yang mungkin terjadi. Meskipun jarang ditemukan, asbestos pada bedak talek mampu merusak sel dan jaringan di bagian perut. Dalam kasus ini, Anda perlu waspada untuk tidak mengoleskan bedak bayi ke area perut bayi yang baru lahir, terutama pada bagian pusar yang baru saja dijahit.
Baca juga:  Cara Memasak & Manfaat Mengonsumsi Kubis Ungu

Sebagai tips bagi Anda yang memiliki anak bayi, pastikan Anda memakai bedak bayi dengan tepat. Meskipun ada beberapa merk bedak bayi yang aman dan tidak mengandung talkum, hindari pemakaian bedak secara berlebih di area wajah. Bayi yang masih memiliki organ paru-paru lemah, tidak baik jika harus menghirup bedak yang menempel di bagian hidung. Bedak tersebut bisa membuat mereka merasa sesak dan batuk.

Selain itu, hindari pemakaian bedak di area genital untuk mengeringkan pantat dan organ intim bayi. Hal ini bisa menyumbat area genital bayi, sehingga bayi akan merasa susah buang air kecil. Ini juga bisa menyebabkan infeksi dan peradangan di area organ intimnya.

[1] Lachman, C. L, Lieberman H. A., J. L. Kanig. 2008. Teori  dan  Praktek Farmasi  Industri Edisi 2 (Terjemahan). Jakarta: UI Press.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*