Bagaimana Cara Mendisiplinkan Anak dan Mengontrol Emosi Mereka?
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda dengan tingkat emosi dan disiplin yang berbeda pula. Hal ini terkadang membuat para orang tua kewalahan ketika mencoba mengatur buah hati mereka, sehingga tak jarang menimbulkan bosan, lelah, dan marah. Nah, ada cara mudah yang bisa Anda terapkan untuk mendisiplinkan dan mengontrol emosi anak agar mudah diatur.
Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa peranan orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Anda tidak boleh menyerah ketika mendidik mereka agar menjadi orang yang baik di kemudian hari. Tekad Anda dalam mendidik anak, akan memengaruhi tingkat emosi, kedisiplinan, hingga perkembangan cara berpikir mereka.[1]
Permainan Bisa Mengontrol Emosi Anak
Untuk membuat anak Anda menjadi orang yang memiliki tingkat disiplin yang baik dengan tingkat emosi yang baik pula, Anda perlu menyiapkan sebuah strategi khusus. Tingkatkan rasa disiplin anak dengan cara yang menyenangkan dan membuat anak merasa senang, memakai game misalnya.
Dilansir dari HuffPost, Anda bisa membentuk karakter anak agar lebih disiplin dan bisa mengontrol emosinya dengan sebuah permainan. Game sederhana yang seru dan menyenangkan bisa Anda lakukan sekeluarga untuk mendidik anak Anda. Beberapa permainan sederhana yang dapat memengaruhi tingkat disiplin anak dan emosi mereka, misalnya permainan boneka, permainan misi, dan permainan karakter atau peran.
Permainan boneka cocok dilakukan jika Anda memiliki anak perempuan. Cobalah ajarkan anak Anda untuk merapikan tempat tidurnya sendiri atau bangun tepat waktu menggunakan boneka. Sebagai contoh, buatlah peragaan boneka dengan alur cerita singkat mengenai siklus kehidupan boneka putri Anda. Jika anak Anda suka, pastinya ia akan mencoba mengerjakan apa yang bonekanya kerjakan. Selain itu, beritahu juga apa saja yang boleh ia lakukan dalam kesehariannya melalui peragaan boneka tersebut.
Permainan misi mungkin akan cocok dimainkan oleh semua anak, terutama bagi mereka yang sudah menginjak usia 6 tahun. Dalam permainan misi, buatlah daftar apa saja yang perlu mereka lakukan, termasuk yang tidak boleh mereka lakukan. Setiap hal yang berhasil mereka lakukan pada daftar misi, bisa Anda centang.
Anak-anak yang berhasil melaksanakan misi atau kegiatan dalam daftar dengan baik, bisa mendapatkan hadiah, entah itu berupa pujian atau makanan kesukaannya. Sementara, bagi anak-anak yang tidak bisa melaksanakan misi dengan baik, juga perlu mendapatkan hukuman. Hukuman tidak boleh dalam bentuk fisik, seperti pukulan atau cubitan. Anda bisa memberikannya tugas lain sebagai hukuman atau menyuruhnya makan sayur. Bisa dibilang kebanyakan anak-anak kurang suka dengan sayur.
Dari kedua jenis permainan di atas, ada lagi permainan yang lebih seru, yaitu bermain peran. Anda bisa mengajarkan anak-anak untuk lebih disiplin dengan mengajak mereka menjadi salah satu tokoh pahlawan kesukaan mereka, atau tokoh fiksi lainnya. Cobalah untuk membuat situasi yang menyenangkan saat Anda menjadi tokoh lainnya, agar permainan terasa semakin seru.
Buatlah cerita singkat saat Anda memerankan seorang tokoh dan ceritakan sisi baik tokoh tersebut, termasuk disiplin dan emosi. Secara tidak sadar, anak-anak akan mulai mencoba belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin lagi. Permainan ini selain bagus untuk membuat anak menjadi lebih disiplin, juga membantu mereka dalam mengontrol emosi.
Permainan peran juga baik untuk meningkatkan cara berpikir dan tingkat imajinasi anak-anak. Bahkan, permainan peran diklaim dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam menghadapi dunia luar. Mereka akan mudah bergaul dengan sesamanya tanpa ada rasa cemas atau malu.
Ada juga permainan lain yang bisa Anda gunakan untuk mengontrol emosi dan meningkatkan kedisiplinan anak, yaitu game balapan. Balapan yang dimaksud adalah tentang waktu, yang mengharuskan mereka melakukan segala hal dengan waktu yang lebih cepat. Katakan pada mereka waktu maksimal yang harus mereka habiskan untuk melakukan kegiatan sehari-hari, seperti makan, mandi, bangun tidur, hingga menonton TV.
Dengan permainan ini, anak-anak akan terbiasa melakukan segala hal lebih cepat. Sehingga ketika mereka dihadapkan pada dunia sosial yang membutuhkan tingkat kedisiplinan tinggi, mereka sudah siap dan tidak akan terlambat. Jadi, sudah siapkah Anda untuk mengajarkan disiplin dan kecerdasan emosi pada anak Anda?
[1] Vinayastri, Amelia. Pengaruh Pola Asuh (Parenting) Orang Tua terhadap Perkembangan Otak Anak. Jurnal Ilmiah WIDYA, Vol. 3(1): 33-42.



Leave a comment