Tak Kalah Enak, Begini Cara Membuat Sagu Mutiara Sendiri di Rumah
Di Indonesia dan Malaysia, sagu sering diolah menjadi sagu mutiara. Sagu mutiara tersebut dapat dipanaskan, baik dicampur maupun tidak dicampur dengan bahan lain, kemudian dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat. Di Indonesia sagu mutiara tersebut sering disajikan sebagai jenang. Sagu mutiara hampir mirip dengan mutiara yang terbuat dari tepung tapioka, dengan diameter sekitar 22 mm. Jika proses pengolahannya baik, maka akan dihasilkan warna putih bersih, tetapi kadang-kadang agak kecoklatan. Sering juga sagu mutiara diberi tambahan pewarna merah, kuning, atau hijau.[1]
Sagu mutiara atau yang kerap disebut pacar cina umumnya berbentuk butiran kecil-kecil setengah transparan yang banyak ditemukan di negara-negara kawasan Asia Timur, Tenggara, dan Selatan. Penganan yang dalam Bahasa Inggris disebut tapioca pearls ini sering dijadikan campuran dalam aneka kue, bubur, atau minuman.
Sagu mutiara atau pacar cina umumnya tidak berbau dan tidak berasa selain rasa tepung. Dilansir dari Wikipedia, karena rasanya yang netral ini, dan karena tampilannya yang menarik berwarna-warni, pacar cina dipilih untuk dijadikan campuran berbagai macam kudapan; baik yang panas atau yang dingin; baik yang berasa manis, gurih, atau asin. Beberapa jenis makanan yang memakai sagu mutiara sebagai salah satu bahannya, antara lain bubur mutiara, bubur sumsum, sekoteng, kolak, es campur, es doger, berbagai macam puding, kue-kue seperti nagasari, mendut, dan putu. Bahkan ada juga yang memasukkan sagu mutiara dalam tumis sayuran atau asinan.
Sagu mutiara sebenarnya saat ini sudah banyak dijual dalam wujud kemasan yang masih mentah dan siap untuk direbus dan diolah menjadi aneka makanan atau minuman. Harga sagu mutiara per bungkus cukup murah, misalnya Sagu Mutiara Cap Dua Kucing isi 100 gram hanya dibanderol Rp4 ribuan saja. Tetapi, jika Anda tertarik untuk mengisi waktu luang di rumah, Anda juga bisa membuat sagu mutiara sendiri dengan cara yang cukup sederhana. Cara membuat sagu mutiara hampir sama seperti membuat boba. Berikut bahan dan langkah-langkahnya.
Cara Membuat Sagu Mutiara
Bahan-bahan Adonan Sagu Mutiara
- 250 gram tepung sagu/tapioka
- 1/2 buah naga merah
- 1 sdt garam
- 1 lembar daun pandan
Langkah Membuat Sagu Mutiara
- Kupas buah naga merah, kemudian blender 1/2 buah naga bersama air 100 ml. Setelah halus, saring dan rebus cairan buah naga ini sampai mendidih.
- Untuk membuat adonan sagu mutiara, siapkan tepung tapioka dalam sebuah wadah dan tambahkan garam, aduk. Tuangkan air rebusan buah naga (dalam kondisi masih panas) sedikit demi sedikit ke dalam tepung sambil diaduk pelan-pelan hingga adonan bisa diuleni sampai kalis dan tidak menempel di tangan.
- Siapkan wadah lain yang sudah ditaburi sedikit tepung tapioka. Kemudian bulatkan sedikit-sedikit adonan sagu tadi seukuran mutiara dan letakkan di wadah yang telah ditaburi tepung tapioka. Hal ini dilakukan supaya adonan tidak saling menempel.
- Apabila adonan sagu mutiara sudah dibulatkan semua, jemur sekitar 1 jam dan adonan sagu mutiara pun siap untuk direbus.
- Siapkan air 1 liter, didihkan. Lalu, masukkan daun pandan ke dalamnya dan tuangkan juga adonan sagu mutiara. Aduk perlahan sebentar saja agar sagu mutiara tidak lengket satu sama lain.
- Setelah semua sagu mutiara mengambang, matikan api. Saring sagu mutiara dan rendam dalam air dingin (air yang diberi es batu atau air es dari dalam kulkas).
- Sagu mutiara pun siap diolah menjadi aneka minuman atau makanan lainnya.[2]
Bagaimana? Mudah bukan? Meskipun caranya cukup mudah, tetapi proses membuat sagu mutiara ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, khususnya di bagian membulatkan adonan satu per satu. Apabila di rumah sedang tidak ada buah naga, Anda bisa menggunakan bahan pewarna makanan secukupnya ke dalam adonan sagu mutiara Anda.
[1]Gardjito, M. 2013. Pangan Nusantara: Karakteristik dan Prospek Untuk Percepatan Diversifikasi Pangan Edisi Pertama (hlm 258). Jakarta: Kencana.
[2] Dapur Sashi. “Resep dan Cara Membuat Adonan Sagu Mutiara.” Youtube. Youtube, 24 Mei 2019. Web. 6 Desember 2020.


Leave a comment