Cara Sederhana Menjaga Agar Hormon Tetap Seimbang
Hormon menjalankan peran yang penting dalam tubuh kita, mulai dari mengendalikan mood, rasa lapar, berat badan, gairah seksual, dan sebagainya. Kadar hormon yang tidak seimbang dalam tubuh Anda berisiko memicu berbagai permasalahan kesehatan. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mencari tahu bagaimana cara menjaga agar hormon tetap seimbang.
Pada usia muda, hormon-hormon tubuh bekerja sama mengatur berbagai fungsi organ tubuh. Termasuk di dalamnya aktivitas seksual. Organ yang berbeda memproduksi hormon yang berbeda pula. Beberapa hormon dikoordinasi dalam sistem endokrin, namun semua berada di bawah komando kelenjar hipotalamus (hypothalamus) yang berada di otak. Tugasnya, bertanggung jawab terhadap produksi hormon-hormon dan interaksi antarhormon.
Sedangkan sistem endokrin adalah sistem utama yang berfungsi melakukan komunikasi, kontrol, dan koordinasi semua fungsi tubuh. Sistem endokrin melakukan koordinasi kelenjar-kelenjar yang memproduksi hormon. Sedangkan hormon-hormon yang diproduksi akan bekerja sama dengan sistem saraf, sistem reproduksi, ginjal, usus, liver, dan lemak untuk mempertahankan fungsi-fungsi energi tubuh, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan tubuh, keseimbangan internal tubuh (homeostasis), serta respons tubuh terhadap stres, trauma, dunia luar.[1]
Hormon sangat vital untuk memperbaiki dan mengatur fungsi-fungsi organ tubuh. Makin tua kita, produksi hormon makin berkurang sehingga kemampuan tubuh untuk memperbaiki diri sendiri (self-repaired) dan mengatur diri sendiri (self-regulation) menurun. Berkurangnya produksi salah satu hormon akan memengaruhi hormon lainnya (bisa berkurang atau justru meningkat).
Ada ratusan hormon, beberapa di antaranya berpengaruh terhadap proses penuaan sehingga jika kekurangan hormon-hormon penting tersebut, perlu dilakukan terapi antara lain terapi sulih hormon atau hormon replacement therapy (HRT). Terapi ini membantu hormon tubuh ke posisi ketika usia muda. Dengan demikian dapat menunda proses penuaan.
Apa yang terjadi jika kekurangan hormon-hormon penting? Energi berkurang, otot melemah, kekuatan tulang berkurang, terjadi penurunan fungsi otak, dan timbulnya penyakit-penyakit degeneratif.[2] Sebagian hormon penting mulai berkurang produksinya pada usia 25-30 tahun, sedangkan pada usia 70 tahun tubuh hanya memproduksi sedikit sekali hormon penting.[3]
Ketidakseimbangan hormon berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti perubahan berat badan yang drastis, gangguan tidur, hingga membuat siklus haid tidak teratur. Lantas, bagaimana cara menyeimbangkan hormon? Berikut ulasannya.
Cara Menyeimbangkan Hormon
Tidur yang Cukup
Dilansir dari Klikdokter, meski sepele, nyatanya kualitas tidur Anda bisa memengaruhi naik-turunnya hormon setiap hari. Kualitas tidur dapat memengaruhi proses metabolisme dalam tubuh dan juga proses tubuh mengatur kadar hormon.
Mengelola Stres
Saat Anda mengalami stres, maka tubuh akan memproduksi kadar hormon adrenalin dan kortisol lebih tinggi dari biasanya. Apabila kadar hormon itu terlalu tinggi, bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh Anda. Untuk menanggulanginya, kelola stres dengan baik. Misalnya dengan mendengarkan musik yang bisa membuat Anda lebih relaks atau mencoba latihan yoga.
Olahraga
Olahraga dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otot serta meningkatkan sensitivitas reseptor hormon, sehingga mendorong suplai nutrisi dan sinyal hormon. Berolahraga secara teratur pun disebut-sebut mampu meningkatkan kadar hormon yang berfungsi untuk kesehatan otot, seperti testosteron, IGF-1, DHEA, dan Human Growth Hormone (HGH).
Hindari Asupan Gula Berlebih
Meskipun banyak makanan dan minuman manis yang lezat, sebaiknya belajarlah untuk mulai mengurangi asupan gula yang berlebihan. Menurut studi dalam Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences, gula dianggap sebagai penyebab penyakit metabolik dan resistensi insulin. Mengurangi asupan gula berlebihan bisa membantu menjaga kadar hormon seperti insulin.
Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Konsumsi makanan kaya serat dapat meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus merangsang produksi hormon yang membuat Anda merasa kenyang. Serat larut dan tidak larut akan meningkatkan hormon Peptide YY (PYY) dan Glucagon-like peptide-1 (GLP-1) atau hormon rasa kenyang.
Konsumsi Lemak Sehat
Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti kacang-kacangan, avokad, minyak zaitun, hingga minyak kelapa kabarnya dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan nafsu makan. Lemak sehat pun membantu memicu pelepasan hormon yang membantu Anda merasa lebih kenyang. Hal ini juga mengurangi risiko Anda mengalami obesitas.
[1]Waluyo, S &Budhi MP. 2010. The Book of Antiaging: Rahasia Awet Muda. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 21.
[2]Ibid., hlm 22.
[3]Ibid., hlm 23.


Leave a comment