Kandungan, Manfaat dan Cara Membuat Kecambah Kedelai
Pastinya Anda sudah tidak asing dengan kecambah atau tauge. Ini merupakan salah satu bahan masakan yang sering dijumpai pada makanan berkuah. Di pasaran sendiri, ada dua jenis kecambah yang dapat dibedakan dari cara membuat dan bahannya, yaitu kecambah kacang hijau dan kecambah kedelai.
Kandungan dan Manfaat Kecambah Kedelai
Kecambah kacang hijau adalah tauge yang berasal dari biji kacang hijau, sedangkan tauge kedelai berasal dari kacang kedelai. Secara fisik, kecambah kacang hijau memiliki ukuran yang lebih pendek dibanding kecambah kedelai. Ini juga salah satu alasan mengapa banyak orang lebih suka makan kecambah kedelai.
Selain karena ukurannya, kecambah kedelai memiliki kandungan protein lebih banyak, yaitu sekitar 30%.[1] Rasa kecambah kedelai pun terbilang lebih gurih dan renyah, karena teksturnya yang cenderung lebih padat dengan kandungan air yang sedikit. Ini berbeda dengan tauge kacang hijau yang cenderung memiliki lebih banyak kandungan air.
Tauge kedelai tidak hanya mengandung protein, tetapi juga mineral dan vitamin. Dengan adanya kandungan tersebut, konon kecambah kedelai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Dalam ilmu kesehatan, kecambah kedelai memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, dan mencegah kanker.
Sementara itu, di bidang kecantikan, kecambah kedelai memiliki manfaat untuk mencegah hiperpigmentasi, membantu proses regenerasi, menghaluskan, melembutkan, mencegah kekeringan, menutrisi, dan menjaga elastisitas kulit. Tak heran banyak orang mengonsumsi kecambah kedelai demi mendapatkan kulit yang cantik.
Melihat banyaknya manfaat yang tersimpan pada tauge kedelai, pastinya Anda juga menginginkannya, bukan? Untuk mendapatkan khasiat kecambah kedelai, tentunya Anda harus mengonsumsinya secara rutin. Untungnya, tidak sulit menemukan kecambah kedelai, karena Anda bisa membelinya di minimarket atau swalayan terdekat.
Sementara harga kecambah kedelai terbilang lebih mahal daripada kecambah kacang hijau, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Cara membuat kecambah kedelai tidaklah sulit, Anda hanya perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.
Cara Membuat Kecambah Kedelai
- Sebelum membuat kecambah kedelai, siapkan 1 cangkir biji kedelai atau sekitar 180 gr. Siapkan juga wadah, air, kain bersih, dan baskom sebagai media tanam. Setelah itu, cuci biji kedelai dengan air dingin dan buang biji yang tidak layak tanam atau rusak. Biji kedelai yang sudah dicuci, dimasukkan ke dalam mangkuk berisi air dan direndam selama 24 jam.
- Jika kulit ari pada biji kedelai sudah lunak dan pecah, tiriskan biji kedelai dan masukkan dalam mangkuk plastik. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah plastik dengan ukuran lubang yang kecil dalam jumlah banyak. Bisa dibilang, wadah plastik tersebut berbentuk seperti saringan dengan ukuran besar.
- Ambil air, kira-kira 250 ml hingga 300 ml, dan tuangkan ke dalam wadah berisi biji kedelai. Agar air tidak tumpah, Anda perlu meletakkan wadah lain dengan ukuran lebih besar di bawah wadah kedelai. Pastikan semua biji kedelai tersiram secara merata. Jika perlu, Anda bisa menggoyangkan wadah secara perlahan.
- Tutup wadah kedelai dengan serbet yang bersih untuk mencegah cahaya masuk. Jika biji kedelai terlalu sering terpapar cahaya matahari, maka kecambah yang dihasilkan akan berwarna hijau dengan waktu tumbuh lebih lama. Sementara, jika kacang kedelai tidak terkena paparan cahaya matahari, maka akan berwarna kuning dengan waktu pertumbuhan yang cepat.
- Selama masa pertumbuhan, lakukan perawatan dengan cara menyiramnya setiap 3 jam hingga 4 jam sekali selama 4 hingga 6 hari. Setelah 4 hari, kecambah bisa langsung dipanen. Dalam 4 hari, tauge akan tumbuh dengan ketinggian 4 inci. Jika Anda ingin mendapatkan kecambah dengan ukuran lebih panjang, maka Anda bisa memanennya pada hari ke-6.
Untuk memanen kecambah, Anda bisa langsung mengeluarkannya dari wadah secara perlahan. Agar akarnya tidak rusak, Anda bisa menggoyangkan sedikit wadah kecambah dengan pola memutar. Sortir tauge sesuai dengan ukuran dan warnanya. Selain dikonsumsi sendiri, kecambah kedelai buatan sendiri juga bisa dipasarkan.
Setelah panen, masukkan kecambah ke dalam wadah yang tertutup dan letakkan wadahnya di lemari pendingin. Ini akan menghambat proses pertumbuhan dan pembusukan kecambah. Perlu Anda ketahui, meskipun kecambah kedelai tidak mudah busuk jika dibanding kecambah kacang hijau, Anda harus tetap menyimpannya dengan baik. Selain itu, hindari menyimpan kecambah pada tempat yang memiliki penyinaran penuh. Ini akan membuat kecambah layu, sehingga kualitasnya menurun.
[1] Pantilu, L.I., dkk. 2012. Respons Morfologi dan Anatomi Kecambah Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merill) terhadap Intensitas Cahaya yang Berbeda. 80 Jurnal Bioslogos, Vol. 2(2): 1-9.


Leave a comment