Tidak Dibayar Kerajaan, Bagaimana Meghan dan Pangeran Harry Mendapatkan Uang?

Meghan Markle dan Pangeran Harry (sumber: tvinsider.com) Meghan Markle dan Pangeran Harry (sumber: tvinsider.com)

Sementara Kate Middleton dan Pangeran William terus dibayar melalui pendapatan pribadi Raja Charles, aktris Meghan Markle dan suaminya Pangeran Harry memilih untuk berhenti dibayar kerajaan. Lalu, bagaimana pasangan keluarga Kerajaan Inggris ini mendapatkan uang?

Alasan Meghan dan Pangeran Harry Memilih Hidup Mandiri

Impression management adalah usaha yang dilakukan oleh individu untuk menciptakan dan mempertahankan kesan yang ia inginkan dari orang lain mengenai dirinya. Aktivitas impression management dilakukan oleh berbagai public figure dari bermacam-macam profesi untuk membangun kesan yang positif di mata publik.[1] Salah satu contohnya adalah pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle, Duke dan Duchess of Sussex. Tak heran jika pasangan ini sangat populer hingga kini.

Sejak hubungan Pangeran Harry dan Meghan Markle terungkap ke publik enam tahun lalu, kehidupan cinta mereka telah menjadi episentrum berita utama terkait kerajaan yang tak ada habisnya. Keadaan menjadi lebih buruk ketika Meghan Markle dan Pangeran Harry mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada tahun 2020 dan pindah ke AS, serta menjadi mandiri secara finansial.

“Kami bermaksud untuk mundur sebagai anggota senior dari keluarga kerajaan dan bekerja mandiri secara finansial, sambil terus mendukung penuh keagungan ratu,” jelas Markle dan Pangeran Harry dalam South China Morning Post. “Kami sekarang berencana menyeimbangkan waktu kami antara Inggris dan Amerika Utara, terus menghormati tugas kami kepada ratu, Persemakmuran, dan pelindung kami.”

Baca juga:  Tips Keluarga Lebih Harmonis dan Bahagia

Dalam wawancara pasangan itu dengan Oprah Winfrey pada Maret 2021, Pangeran Harry mengatakan alasan utama mereka meninggalkan peran kerajaan. Dirinya mengungkapkan, kurangnya dukungan dan pemahaman, baik dari media maupun keluarga kerajaan membuatnya berpikir lebih baik hengkang dari kerajaan.

Padahal, seorang juru bicara senior Clarence House mengatakan kepada BBC bahwa Harry dan Meghan menerima uang dalam jumlah yang besar dari Charles untuk mempermudah transisi mereka menuju kemandirian finansial. Namun, juru bicara menambahkan pasangan tersebut secara resmi berhenti menerima dana pada musim panas 2020.

Mengutip perkiraan 2018 dari Money.com, pada tahun 2020, Markle dan Pangeran Harry menerima setidaknya USD30 juta dari kerajaan. Untungnya, pada Februari 2021 setelah resmi tidak dibayar kerajaan dan beberapa bulan setelah kesepakatan Netflix diumumkan, Forbes memperkirakan kekayaan bersih mereka sebesar USD10 juta.

Sumber Kekayaan Meghan dan Pangeran Harry

Meghan Markle dan Pangeran Harry (sumber: nypost)

Meghan Markle dan Pangeran Harry (sumber: nypost)

Warisan Lady Diana dan Angkatan Darat Inggris

Selain mendapatkan penghasilan dari Netflix, Meghan dan Pangeran Harry mendapatkan uang dari berbagai sumber. Pangeran Harry juga mengatakan, dirinya mendapatkan warisan dari almarhum Lady Diana.

“Saya mendapatkan apa yang ditinggalkan ibu saya,” kata Pangeran Harry kepada Oprah Winfrey. “Tanpa itu, kami tidak akan bisa melakukan semua yang menjadi sumber penghasilan kami.”

Baca juga:  Rahasia Hubungan Langgeng, Tanyakan Hal ini pada Pasangan Saat Kencan Pertama

Pangeran Harry mewarisi sekitar USD10 juta dari tanah milik Putri Diana setelah kematiannya pada 31 Agustus 1997. Harry memperoleh USD50.000 setahun dari pekerjaannya sebagai kapten di Angkatan Darat Inggris

Royalty Buku Anak ‘The Bench’

Sebelum Markle meninggalkan akting dan bergabung dengan keluarga kerajaan, wanita ini dilaporkan memperoleh USD50.000 untuk setiap episode serial berjudul ‘Suits’ dan USD360.000 dari film berjudul ‘The Candidate.’ Selain itu, dia menghasilkan sekitar USD80.000 setahun dari sponsor dan kesepakatan dukungan. Namun, dia menutup blognya setelah bertunangan dengan Harry.

Hingga pada 2021, Markle menulis buku anak-anak berjudul The Bench untuk Pangeran Harry yang diterbitkan pada Juni 2021. Buku anak-anak tersebut berbicara tentang hubungan ayah dan anak dari sudut pandang seorang ibu.

Buku tersebut menampilkan ilustrasi oleh Christian Robinson dan menjadi buku terlaris New York Times dalam waktu seminggu setelah dirilis. Menurut media Inggris, Markle berpotensi mendapat uang muka USD700.000 untuk The Bench.

Royalty Buku Otobiografi ‘Spare’

Buku Otobiografi Pangeran Harry berjudul Spare, akan dirilis pada 10 Januari 2023. Judul buku tersebut mengacu pada gelar cadangan yang Pangeran Harry terima sebagai saudara pewaris takhta Inggris dan fakta bahwa dia kemungkinan besar tidak akan pernah menjadi raja. Saudara laki-laki Harry, Pangeran William, adalah putra tertua Raja Charles dan yang akan menjadi raja.

Baca juga:  Penting Nih! Begini Cara Cek Kualitas Udara di Wilayah Kita

“Itu adalah salah satu gambar di abad ke-20. Dua pangeran muda, berjalan di belakang peti mati ibunya dan dunia berkabung,” tulis Pangeran Harry dalam bukunya. “Saat Diana, Putri Wales, dimakamkan, miliaran orang bertanya-tanya apa yang dipikirkan dan dirasakan para pangeran dan bagaimana kehidupan mereka akan berjalan sejak saat itu. Bagi Harry, inilah cerita itu pada akhirnya.”

Pangeran Harry telah berjanji menyumbangkan hasil penjualan buku tersebut untuk amal dan telah mendonasikan USD1,5 juta ke Sentebale, sebuah badan amal yang mendukung anak-anak dan remaja yang terkena dampak HIV dan AIDS. lalu, pada September 2020, Pangeran Harry dan Meghan mendirikan perusahaan produksi buku mereka sendiri.

Selain itu, sumber kekayaan Pangeran Harry dan Meghan Markle adalah kesepakatan dengan Netflix yang dilaporkan bernilai USD100 juta. Serial dokumenter Netflix mereka berjudul “Harry & Meghan” dikabarkan tayang perdana pada 8 Desember 2022. Di sisi lain, Meghan dan Harry juga menerima USD30 juta untuk kesepakatan podcasting tiga tahun dengan Spotify.

[1] Setiawan, Anjanette Michelle Putri, dkk. 2021. Strategi Impression Management Pangeran Harry dan Meghan Markle melalui Akun Instagram @sussexroyal. Jurnal  Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya, Vol. 9(2): 1-9.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*