Apakah Menstrual Cup Boleh Dipakai untuk Remaja?

Menstrual cup (sumber: brilio) Menstrual cup (sumber: brilio)

Remaja yang baru saja mengalami haid atau menstruasi biasanya masih kebingungan soal sanitasi selama periode “berdarah” itu berlangsung. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa pilihan produk sanitasi seperti pembalut, tampon, hingga menstrual cup. Namun, apakah menstrual cup boleh dipakai untuk remaja?

Apa Itu Menstrual Cup?

Menstrual cup adalah produk alternatif pengganti pembalut berbentuk seperti cangkir atau corong minyak berbahan dasar silikon yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi. Hingga saat ini, menstrual cup masih belum diterima secara luas oleh masyarakat. Selain cara penggunaannya yang sulit, sebagian orang takut kehilangan keperawanan apabila menggunakan menstrual cup. Sebagian besar perempuan masih merasa ketakutan dalam menggunakan menstrual cup karena khawatir dapat mengurangi kesuburan dan hilang keperawanan.

Padahal penggunaan menstrual cup diperbolehkan untuk perempuan yang belum menikah, bahkan dapat digunakan oleh perempuan berusia 5-10 tahun. Dokter Fadhli Rizal Makarim, dosen Universitas Islam Sultan Agung Semarang mengatakan bahwa penggunaan menstrual cup yang benar tidak akan merusak selaput dara.

Penggunaan menstrual cup sangat disarankan bagi perempuan yang memiliki keterbatasan mengakses produk pembalut karena harga yang dinilai terlalu mahal atau akses pembelian produk sulit untuk dijangkau. Di samping faktor ekonomi, menstrual cup yang terbuat dari bahan dasar silikon medical-grade mampu meminimalisir bau amis serta dapat mengurangi timbulnya iritasi, ruam, dan infeksi karena darah menstruasi tidak bersentuhan dalam waktu lama dengan vagina.

Baca juga:  Tips Anak Bisa Tidur Siang Sebaik Mungkin

Salah satu keunggulan dari menstrual cup adalah penggunaannya yang cukup lama dibandingkan pembalut sekali pakai yang dapat mencapai 12 jam. Menstrual cup juga diklaim dapat bertahan hingga 10 tahun pemakaian. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya dalam hal mengurangi pencemaran lingkungan yang sampai saat ini menjadi permasalahan yang belum tertangani dengan baik.[1]

Cara Memakai Menstrual Cup

  1. Cuci tangan Anda dengan sabun hingga bersih. Untuk pemakaian pertama kali, Anda dapat melumasi tangan dengan air atau lubricant vaginal (water based).
  2. Tekan kedua sisi cup hingga pipih, membentuk huruf U.
  3. Setelah menstrual cup pipih, lipat lagi menjadi 2 bagian hingga membentuk huruf C. Tahan lipatan tersebut dengan posisi lipatan besar di bagian atas.
  4. Masukkan dengan posisi nyaman dan rileks. Buka lembut labia dengan menggunakan tangan yang tak memegang cup. Tak perlu memasukkan terlalu dalam. Carilah posisi yang nyaman.
  5. Dengan kedua jari, genggam dasar cup (bukan bagian tangkai), lalu putar cup dengan satu putaran penuh pada satu sisi. Ini berguna untuk membuka lipatan cup agar dapat menampung darah.
  6. Untuk mengeluarkannya, raih tangkai dan cubit dasar cup, kemudian tarik hingga turun dan keluar dari Ms. V. Anda dapat sedikit menggerakkan otot Ms. V—seperti ingin buang air kecil—untuk mendorong cup dari dalam.
  7. Buang darah menstruasi dan cuci cup hingga bersih dengan menggunakan air sebelum kembali memasukkannya ke dalam Miss V. Cuci kembali tangan Anda.
Baca juga:  Gairah Seks Anda Menurun? Awas Gejala Menopause Dini

Apakah Menstrual Cup Boleh untuk Remaja?

Selama ini banyak orang ragu menggunakan menstrual cup karena cara pemakaiannya yang memang tidak seperti pembalut biasa. Muncul kekhawatiran bahwa penggunaan menstrual cup pada gadis yang masih remaja atau belum menikah dan belum aktif secara seksual bisa merusak hymen atau selaput dara.

Seperti diketahui, setiap wanita memiliki kondisi selaput dara yang berbeda-beda. Selain karena hubungan intim, selaput dara juga bisa robek karena jatuh dari sepeda, kecelakaan, menunggang kuda, atau karena olahraga berat lainnya. Jika kondisinya demikian, selaput darat tidak bisa menjadi satu-satunya indikator untuk mengetahui seseorang masih perawan atau tidak.

Memakai menstrual cup lebih terkait tentang kenyamanan. Jika masih remaja dan ingin mencoba menstrual cup, maka Anda bisa menggunakan produk menstrual cup yang ukuran corongnya paling kecil, biasanya size XS. Nah, jika selama proses pemasangan menstrual cup ternyata Anda merasa kurang nyaman atau mungkin nyeri karena vagina terlalu tegang, maka Anda tak perlu memaksakan diri.

Baca juga:  Cermati Jadwal Pemberian MPASI Bayi 6 Bulan

Pada dasarnya Miss V bersifat fleksibel dan bisa meregang atau melebar dengan sendirinya. Otot Miss V pun akan kembali ke bentuk aslinya setelah menstrual cup dilepas. Pastikan untuk menjaga kebersihan selama penggunaan menstrual cup.

[1] Putri, CID dkk. 2021. Gambaran Pengetahuan Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember tentang Menstrual Cup. BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic. 1(2): 65-71.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*